Menikmati Kopi dan Kereta di Kopi Kampung Ambarukmo

7 min read
0
109

genpijogja.com – Membahas warung kopi di Jogja pasti tidak akan ada habisnya. Banyak warung-warung kopi bermunculan saat ini. Tentu saja dengan ciri khasnya masing-masing. Siapa sangka di sudut timur Kota Jogja berdiri sebuah warung kopi bernama KOKAMBAR alias Kopi Kampung Ambarukmo.

Suasana outdoor di Kopi Kampung Ambarukmo
Suasana outdoor di Kopi Kampung Ambarukmo

Kokambar berada sangat tersembunyi, jauh dari keramaian kota karena akses menuju ke sana melewati kampung-kampung dan sawah. Kokambar berada di area kompleks Perumahan Ambarukmo. Tepatnya di jalan Perumahan, Kampung Ambarukmo, Jaranan, Banguntapan, Bantul, DIY.

Jika sahabat menggunakan mobil untuk ke sana sebenarnya bisa saja, namun akses gang masuk hanya muat untuk satu mobil bergantian masuk keluar. Sebaiknya naik motor saja. Lebih asik, lebih syahdu.

Kebetulan saya singgah ke Kokambar saat malam hari. Ini ke tiga kalinya saya berkunjung. Sempat pangling karena tempat parkir motor sudah berubah dan lebih luas. Oiya, Kokambar ini berada di ujung jalan buntu sebelum rel kereta api. Lokasinya berada persis di samping jalur rel kereta api. Suasananya sejuk, udaranya bersih karena masih banyak sawah di sekitarnya.

Ketika memasuki area Kokambar, saya disambut oleh rangkaian kereta api yang melintas. Sungguh suasana yang jarang ditemui. Area outdoor disetting seperti taman dengan kursi-kursi kayu dan lampu etnik yang menambah teduh suasana. Masih pukul tujuh malam, namun sudah banyak mahasiswa yang nongkrong bersama kawan-kawannya. Hampir tak pernah sepi karena tempat ini dilengkapi dengan wifi.

Gapura Kopi Kampung Ambarukmo
Gapura Kopi Kampung Ambarukmo

Untuk masuk ke area indoor kita akan melewati sebuah gapura kecil bertuliskan Kopi Kampung Ambarukmo yang menjadi ikon tempat ini. Di sebelah kiri terdapat sebuah bangunan Joglo kayu dengan kursi-kursi lawasnya. Di sampingnya terdapat bar di mana para barista meracik kopinya.

Semakin ke dalam suasana sudah sedikit modern karena menggunakan atap baja. Namun bangku-bangku kayu dan meja tertata rapi. Di bagian belakang terdapat panggung kecil untuk live musik yang diadakan setiap Selasa dan Jumat malam. Di area paling belakang terdapat ruangan VIP untuk rapat-rapat kecil. Sebenarnya warung ini sudah mengalami renovasi pada akhir tahun lalu.

Sistem order di Kokambar ini langsung pesan dan bayar di kasir. Kebetulan saya bertemu dengan Manajer Operasionalnya, Pak Dono. Pak Dono atau yang biasa dipanggil Om Nono ini merekomendasikan Kopi Tanggung Susu (Kotangsu). Akhirnya saya memesan Kotangsu dan Pisang Bakar Coklat Keju.

Menu di sini termasuk lengkap dan variatif. Tidak hanya kopi, ada milkshake, jus, minuman tradisional pun juga tersedia. Untuk menu makanannya terdapat makanan berat dan makanan ringan. Harganya sangat terjangkau karena segmennya sendiri adalah para mahasiswa Jogja.

Saya memilih duduk di deretan pinggir dekat dengan rel kereta api. Setiap 15-20 menit ada saja kereta yang lewat. Sesekali juga pesawat terbang yang melintas di atas warung karena memang lokasinya yang tidak jauh dari Bandara Adisucipto.

Salah satu menu di Kokambar
Salah satu menu di Kopi Kampung Ambarukmo

“Sebenarnya dulu memanfaatkan lahan desa aja, Mbak. Karena kosong akhirnya dibuatlah cafe. Empunya Pak Aji seorang Babinkamtibnas kelurahan dekat rumahmu, Mbak,” jelas Om Nono.

 

Saya mendengarkan Om Nono bercerita tentang Kokambar meski selalu terpotong ketika kereta lewat. Sehingga bisa sejenak menikmati rangkaian gerbong Sancaka atau Prameks sambil menyerupput kopi pesanan yang telah tersedia. Rasa kopi di sini sangat nendang, terasa lebih kuat meski sudah dicampur dengan susu. Kopi yang digunakan terdiri dari tiga jenis kopi yaitu Arabica, Robusta dan local.

Warung Kopi Kokambar ini buka setiap hari pukul 10.00 WIB pagi hingga 4.00 WIB subuh. Kokambar mempunyai sekitar 30 karyawan yang terbagi dalam tiga shift. Ini hanya untuk yang di sini lho. Belum lagi kalau ditambah cabang Kokambar yang di JEC.

Warkop yang sudah berumur satu tahun lebih ini setiap enam bulan sekali juga mengadakan semacam syukuran di hari Jumat. Para karyawan masak besar kemudian pengajian di pendapa. Para pengunjung pun dapat ikut serta menikmatinya.

Sebelum pulang saya sempat berbincang dengan dua orang ukhti cantik bernama Najwa dan Nurul. Mereka sedang mengerjakan tugas kuliahnya dan memilih Kokambar sebagai tempat belajarnya. “Suasananya sih, Mbak. Ada outdoornya dan bagus, nyaman, tenang tempatnya. Harga menunya juga terjangkau,” papar Najwa.

Reporter: Sany Maya
Editor: Pietha Damayanti

Load More Related Articles
Load More By Sany Maya
Load More In Tempat Nongkrong