Mengunjungi Desa Ghost Kasongan Bantul

6 min read
0
66

genpijogja.com – Sekitar tahun 90-an, ada sebuah film drama percintaan yang sangat terkenal dibintangi oleh Demi Moore dan Patrick Swayze berjudul The Ghost. Film ini tidak hanya melambungkan kedua nama tersebut, tapi juga Whoopi Goldberg, sang cenayang.

Swayze yang berperan sebagai Sam Wheat terbunuh dalam sebuah perampokan dan sejak itu, Swayze menghantui kekasihnya, Molly, yang dibintangi oleh Moore. Ada satu potongan adegan romantis di film The Ghost (1990) ketika Swayze memeluk Moore sambil membuat gerabah menjadi sangat populer. Adegan ini kelak menjadi ikon dari film The Ghost sendiri. Saking populernya sejak film tersebut booming, setiap melihat orang membuat gerabah, yang terbayang adalah adegan romantis Demi Moore dan Patrick Swayze.

Karya besutan Jerry Zucker ini dikenal menjadi film drama percintaan sepanjang masa karena bumbu percintaan dan kesedihan yang kental. Lagu soundtrack film The Ghost berjudul Unchained Melody yang dinyanyikan oleh Righteous Brothers pun menjadi salah satu lagu cinta abadi.

Baca juga: 5 Hal Unik Desa Wisata Kampoeng Mataraman
Berkunjung Ke Desa Wisata Kasongan
Berkunjung Ke Desa Wisata Kasongan

Nah, jika Anda terobsesi ingin punya pengalaman membuat gerabah secara langsung, datanglah ke desa wisata Kasongan. Desa ini unik karena rata-rata penduduknya mempunyai keterampilan membuat kerajinan dari tembikar atau gerabah.

Ketika kita memasuki desa wisata Kasongan, kita akan disambut dengan deretan toko atau show room yang memajang aneka kerajinan dari tembikar yang siap untuk dijual.

Desa Kasongan berlokasi di daerah pedukuhan Kajen, desa Bangunjiwo, kecamatan Kasihan, kabupaten Bantul. Kurang lebih jaraknya 6 km dari pusat kota Yogyakarta, ke arah selatan. Konon, asal mula warga desa Kasongan menjadi pengrajin gerabah diawali dari sebuah kejadian pada saat jaman penjajahan Belanda. Waktu itu ada seekor kuda milik tentara Belanda yang mati di areal persawahan milik warga.

Takut mendapat hukuman, pemilik sawah memilih pergi dengan diikuti lainnya. Ketika kemudian mereka kembali, ternyata sawah mereka sudah diambil alih orang lain. Karena tidak punya mata pencaharian, akhirnya orang-orang tersebut berinisiatif mengolah tanah liat yang ada di sekitar dan membuatnya menjadi barang-barang tembikar.

Kyai Song, pria yang dipercaya menjadi pioneer dalam membuat alat-alat tembikar sederhana yang digunakan untuk kegiatan sehari-hari, seperti cobek, kendi,  kuali  dan keren (tungku). Keahliannya diwariskan kepada anak keturunan, berikut orang-orang sekitar. Daerah ini kemudian dikenal bernama Kasongan, desa yang terkenal sebagai penghasil tembikar.

Dalam perkembangannya kemudian, muncul tokoh lain seperti Mbah Jembuk yang membuat inovasi. Di tangan mbah Jembuk, kerajinan gerabah tidak terbatas untuk alat rumah tangga tetapi berkembang menjadi aneka hiasan, salah satunya celengan. Inovasi inilah yang kemudian terus dikembangkan sehingga gerabah Kasongan bukan lagi kerajinan yang dianggap sebelah mata, tapi barang estetika yang memiliki nilai jual tinggi.

Sebut saja saja show room yang pernah saya kunjungi, yakni Timboel Keramik. Terpajang aneka kerajinan gerabah yang telah mendapat sentuhan teknologi dan seni, sehingga menjadi produk layak eksport.

Baca juga: 360 Dome Theatre, Wisata Berbasis Teknologi untuk Semua Usia
Berkunjung Ke Desa Wisata Kasongan
Berkunjung Ke Desa Wisata Kasongan

Kasongan yang tadinya hanya menghasilkan gerabah tradisional kemudian tumbuh berkembang menjadi kawasan gerabah yang menghasilkan produk bernilai seni tinggi ini, tidak lepas dari peran para seniman ASRI (sekarang ISI)  dalam memberikan wawasan seni dan mengenalkan produk gerabah Kasongan ke dunia luar melalui pameran yang diselenggarakan sekitar tahun 1960-an.

Para tokoh seni seperti Larasati Soeliantoro Soelaiman, Sapto Hoedoyo, Widayat, Narno S, SP Gustami adalah orang-orang yang berperan mengubah wajah industri gerabah Kasongan menjadi industri yang lebih kreatif.

Tidak heran jika saat ini produk gerabah yang kita jumpai di Kasongan ini beragam sekali. Mulai dari gerabah untuk kebutuhan sehari-hari, hiasan rumah hingga cinderamata dan pernak-pernik. Dari yang bisa kita gunakan sebagai souvenir pernikahan hingga guci-guci cantik yang pas untuk pajangan di gedung megah semacam hotel atau perkantoran.

Menarik bukan? Yuk, ke desa wisata Kasongan, selain berbelanja pernak-pernik hiasan sesuai kebutuhan, teman-teman bisa juga belajar membuat gerabah seperti Demi Moore dan Patrick Swayze di film The Ghost.

Baca juga artikel terkait Destinasi Wisata atau tulisan menarik lainnya Sapti Nurul.
Load More Related Articles
Load More By sapti nurul hidayati
Load More In Destinasi Wisata