Menginspirasi Lewat Festival Seni Cahaya SUMONAR 2022 “Metamorpholux”

4 min read
0
51

Perayaan seni cahaya SUMONAR 2022 “Metamorpholux” akan hadir kembali dengan tampilan yang berbeda mulai Selasa 4 Oktober hingga 10 Oktober 2022 di Jogja National Museum (JNM) dan kawasan Nol KM Malioboro, Yogyakarta.

Sumonar adalah festival berbagai karya seni cahaya yang digelar tahunan sejak tahun 2019 oleh Jogjakarta Video Mapping Project (JVMP) selaku kolektif seniman visual dan media lain yang berasal dari Yogyakarta.

Tahun ini, karya-karya dalam Sumonar bertajuk Metamorpholux “Theatrica Realismus” ini merepresentasikan transformasi seni cahaya yang terjadi selama dan paska pandemi khususnya pada praktik kekayaan dan pewacanaannya.

Nama festival ini sendiri merupakan kombinasi antara 2 kata, yaitu “Metamorphosis” yang dimaknai sebagai peralihan/perubahan bentuk suatu fase ke fase selanjutnya. Serta kata “Lux” yang berarti satuan dari pencahayaan dan daya pancar cahaya.

Festival ini menonjolkan fungsi tata cahaya dalam penyajian realitas gagasan masing-masing karyanya. Tidak hanya menyampaikan simbol dan pesan secara visual, tetapi Sumonar kali ini juga ditampilkan hanya dalam 1 gerakan tangan (interaktif) yang berarti pengunjung dapat turut berinteraksi dengan karya seni.

“Situasi pandemi nyaris berlalu dengan banyak situasi yang memaksa kita untuk berubah dari berbagai aspek. Sikap kita terhadap kondisi saat ini dibutuhkan cahaya sebagai penanda zaman, setidaknya selama periode kita hidup. Cahaya adalah titik tolak dan keberangkatan. Seperti sebuah pertunjukan, cahaya adalah dimulainya sebuah lakon.” Ujar Yohanes Nugroho atau yang kerap disapa Hanes selaku Creative Director JVMP.

Seiring dengan perubahan yang terjadi di seluruh dunia, manusia memerlukan kemampuan untuk beradaptasi dalam menghadapi situasi dan kondisi yang berubah-ubah. Oleh karena itu, Sumonar melalui “Metamorpholux” berkomitmen untuk konsisten dalam berkembang dan diharapkan menjadi inspirasi bagi para seniman cahaya agar terus berkarya, dapat beradaptasi dengan kondisi dan menjadi lebih bercahaya dari sebelumnya.

Selama 9 (sembilan) hari festival berlangsung, Sumonar akan menghadirkan berbagai program acara seperti Video Mapping, Video Mapping Gallery & Exhibition, Art performances, Workshop, Sumonium, dan Creative Talk & Gathering.

Video Mapping Show sendiri akan dipamerkan secara publik setiap hari pada fasad gedung heritage di kawasan Nol KM Malioboro, Yogyakarta. Sementara program lainnya akan diadakan secara terpisah di gedung bangunan Jogja National Museum (JNM).

Kurang lebih terdapat 40 seniman cahaya yang terlibat dalam festival ini antara lain seniman instalasi cahaya, seniman motion, video mapping undangan, dan seniman istimewa yang berpartisipasu melalui pendaftaran karya.

SUMONAR 2022 akan resmi dibuka melalui Open Ceremony pada hari Selasa, 4 Oktober 2022 nanti mulai pukul 19.00-21.00 WIB di Jogja National Museum (JNM). Tiket masuk yang diberlakukan pada hari biasa seharga Rp. 30.000. Namun khusus hari Open Ceremony, tiket akan dikenakan setengah harga dari harga biasanya dengan pembatasan penjualan tiket opening hanya untuk 150 orang pengunjung.

Tiket dapat dibeli secara tunai maupun melalui QRIS di loket lokasi festival. Informasi selengkapnya mengenai program SUMONAR 2022 dapat dilihat melalui media sosial instagram @sumonarfest

Tunggu apalagi? Ajak teman-temanmu dan jangan ketinggalan menikmati karya seni cahaya di SUMONI 2022.

Load More Related Articles
Load More By Dzatarisa Almas
Load More In Event