Home Tips Memaksimalkan Teori Komposisi Untuk Menghasilkan Foto yang Menarik

Memaksimalkan Teori Komposisi Untuk Menghasilkan Foto yang Menarik

7 menit waktu baca
19

Mempelajari fotografi itu bagaikan memainkan sebuah game petualangan. Terdapat banyak teori dasar maupun teori lanjut yang membuat mereka yang bergelut di bidang ini bisa mencapai level-level tertentu seperti di dalam sebuah game. Memahami sebuah teori bagaikan menyelesaikan satu level permainan sehingga kita bisa melanjutkan ke level atau teori berikutnnya.

Teori paling dasar dalam fotografi adalah tentang eksposur atau pencahayaan. Selanjutnya adalah tentang angle, komposisi, pencahayaan buatan dan lain-lain. Tahap tertinggi dari fotografi adalah tentang konten yang terdapat di dalam foto dan hal-hal yang hendak dicapai dari karya foto tersebut.

Kesemua teori diatas penting dipahami bagi mereka yang serius mempelajari fotografi. Bagi kita yang menggunakan fotografi hanya sebagai bagian dokumentasi sehari-hari atau dokumentasi perjalanan bisa juga mempelajari beberapa teori untuk memaksimalkan hasil foto kita.

Salah satu hal yang harus kita pelajari untuk mendapatkan hasil foto yang menarik adalah tentang teori komposisi. Mengatur komposisi sebuah foto adalah menempatkan subyek, obyek dan elemen-elemen lain di saat akan memotret agar menghasilkan sebuah foto yang menarik. Ada banyak teori atau panduan dalam menyusun komposisi sebuah foto, beberapa diantaranya akan dijelaskan sebagai berikut.

Rule of Third atau Aturan Sepertiga 

Rule Of Third

Teori Rule of Third membagi sebuah foto dengan dua garis vertikal dan dua garis horizontal ke dalam 9 bidang sama besar. Jarak kedua garis dan masing-masing mereka dengan pinggir bidang foto adalah sama.

Titik persilangan dari keempat garis inilah yang menjadi penuntun teori Rule of Third atau aturan sepertiga. Pada titik pertemuan inilah baiknya kita menempatkan subyek atau obyek saat akan mengaplikasikan teori ini.

Guiding Line atau Garis Penuntun

Guidin Line

Guiding line adalah memanfaatkan garis atau elemen yang tersusun seperti garis untuk menuntun mata penikmat foto ke point of interest yang terdapat di dalam foto.

Diagonal Line atau Garis Diagonal 

Diagonal Line

Garis diagonal yang diletakkan dari sudut-sudut bidang foto akan memberikan efek yang hampir sama dengan garis penuntun. Namun karena posisi yang umumnya dimulai dari pojok dan memotong bidang gambar maka garis diagonal mengisi lebih banyak ruang. Garis diagonal ini bisa dikombinasikan dengan segitiga imajiner di dalam foto.

Curve 

Curve

Garis melengkung juga merupakan salah satu elemen yang dapat membuat foto menjadi unik dan menarik. Ujung garis-garis melengkung ini dapat diletakkan di bagian pinggir foto untuk memberikan efek kedalaman dan perspektif ruang pada foto.

Simetri 

Simetri

Membuat komposisi yang simetris akan meghasilkan foto yang seimbang. Foto-foto yang seimbang selalu menarik bagi mereka yang melihatnya.

Negative Space

Negative Space

Menampilkan negative space atau ruang kosong yang banyak pada foto akan membuat mata orang yang melihat langsung tertuju pada poin utama yang ditampilkan. Di sisi lain juga bisa menimbulkan tanya apa benar pada kondisi aslinya poin yang ditampilkan tersebut benar-benar satu-satunya hal yang bisa ditampilkan dari tempat tersebut.

Framing 

Framing

Framing adalah menggunakan obyek yang berada lebih dekat dengan fotografer untuk membingkai obyek atau subyek yang ingin difoto. Untaian ranting pohon, pintu gerbang, dan jendela adalah benda-benda yang umum digunakan untuk framing.

Warna Komplementer 

Roda Warna Komplementer dan Aplikasinya

Fotografi sebagai bagian dari seni menuntut fotografer agar mempunyai pemahaman tentang warna untuk membantu menghasilkan karya yang menarik. Roda warna dapat dijadikan penuntun untuk mengetahui warna yang saling kontras.

Warna-warna yang berseberangan dalam roda warna adalah warna yang kontras. Saat kita aplikasikan dalam fotografi, foto yang dihasilkan sudah memiliki kontras yang bagus dari segi warna sehingga menjadi menarik bagi yang melihat.

Pattern atau Pola

Pattern

Memasukkan pola ke dalam foto akan menghasilkan gambar yang rapi dan teratur. Keteraturan di dalam foto mmenjadi suatu hal yang menarik bagi mereka yang melihatnya.

Break the Pattern

Break The Pattern

Penyimpangan pada pola juga dapat menghasilkan foto yang unik pagi mereka yang melihat. Sesuatu yang menyimpang dari pola yang rapi akan langsung menarik perhatian mereka yang melihatnya.

Demikianlah beberapa Teknik komposisi yang bisa kita gunakan untuk menghasilkan foto yang menarik. Masih terdapat beberapa Teknik komposisi seperti Golden Triangle, Golden Ratio, Juxtaposition dan lain-lain yang bisa kita pelajari untuk menambah pengetahuan tentang komposisi.

Teknik-teknik tersebut cukup rumit jadi apabila anda cukup penasaran silahkan cari penjelasannya melalui mesin pencari 😊

  • Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT

    Ingin Hasil Foto yang Menarik? Coba Metode EDFAT

    Pernah merasakan kebingungan saat ingin memotret suatu kegiatan budaya, atau lokasi wisata…
Muat Lagi Dari Hardybreck
Muat Lebih Banyak Di Tips