Masjid Plosokuning, Masjid Tua di Utara Jogja

7 min read
0
252
Masjid Pathok Negara Plosokuning
Masjid Pathok Negara Plosokuning

genpijogja.com – Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar masjid tua di Jogja? Pasti langsung terpikir Masjid Agung Yogyakarta yang megah. Tapi, masjid-masjid tua dan bersejarah di Jogja tidak hanya Masjid Agung Yogyakarta. Ada masjid-masjid lain seperti Masjid Agung Pakualaman, Masjid Gedhe Mataram, dan tentu saja Masjid Pathok Negara Plosokuning.

Masjid Pathok Negara merupakan masjid-masjid yang mengelilingi ibukota negara atau dalam hal ini Yogyakarta sebagai ibukota Kesultanan. Hal ini mirip dengan yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan Hindu-Budha terdahulu seperti Kerajaan Majapahit yang membatasi ibukota Majapahit dengan lingga patok di 4 penjuru mata angin.

Ada 5 (lima) masjid yang disebut Pathok Negara di Jogja, yaitu Masjid Mlangi (barat), Masjid Wonokromo (selatan), Masjid Dongkelan (selatan), Masjid Babadan (timur), dan Masjid Plosokuning (utara). Dari kelima masjid pathok negara, Masjid Pathok Negara Mlangi yang pertama didirikan.

Masjid Pathok Negara Plosokuning
Masjid Pathok Negara Plosokuning

Masjid-masjid pathok negara memiliki beberapa fungsi. Fungsi utamanya adalah memenuhi kebutuhan religius di pojok-pojok luar pusat kerajaan. Selain untuk memenuhi kebutuhan religius warga sekitar, masjid pathok negara juga digunakan sebagai alat legitimasi kekuasaan Kesultanan Yogyakarta yang masih muda pada waktu itu.

Atas dasar hormat kepada guru spiritualnya, Sultan Hamengku Buwana III mendirikan Masjid Pathok Negara Plosokuning. Guru yang dimaksud tersebut adalah Kyai Raden Mustafa yang bergelar Kyai Hanafi I. Beliau merupakan cucu dari Kyai Nur Imam yang merupakan pendiri dari Masjid Pathok Negara Mlangi.

Jasad dari Kyai Mustafa masih bersemayam di makam yang berada di barat Masjid Pathok Negara Plosokuning. Anak tertua dari Sultan Hamengku Buwana III, Pangeran Diponegoro, juga berguru pada Raden Mustafa.

Seluruh Masjid Pathok Negara pada awalnya memiliki arsitektur yang sama, yaitu mengikuti Masjid Agung Yogyakarta sebagai masjid induk. Secara umum, bangunan masjid terdiri dari pawestren, tempat wudhu, serambi, dan bangunan utama masjid.

Masjid Pathok Negara Plosokuning memiliki gaya arsitektur masjid Jawa dengan atap tajug bertumpang. Bedanya, Masjid Pathok Negara Plosokuning hanya memiliki 2 (dua) tumpang, sedangkan pada Masjid Agung Yogyakarta memiliki 3 (tiga) tumpang.

Hanya Masjid Pathok Negara Plosokuning yang masih mengikuti desain awal dari masjid pathok negara. Di puncak atap, terdapat mustaka atau kemuncak berbahan dasar tanah liat yang dibakar dengan ukiran-ukiran. Sebelum memasuki bangunan utama masjid, terdapat kolam yang biasa digunakan untuk membasuh kaki seperti di Masjid Agung Yogyakarta.

Atap bagian utama Masjid Pathok Negara Plosokuning ditopang oleh soko guru dan soko emper. Di bagian depan Masjid Pathok Negara Plosokuning terdapat 5 (lima) pohon sawo kecik yang salah satu di antaranya memiliki tinggi yang jauh melebihi tinggi pohon sawo kecik lainnya.

Sebelum memasuki kompleks Masjid Pathok Negara Plosokuning, terdapat gapura berbentuk gapura paduraksa di timur dan selatan masjid. Dalam konteks ini, gapura merupakan perbatasan antara bagian semi-sakral (kompleks masjid di luar tempat utama untuk sembahyang) dan bagian profan (luar masjid).

Masjid Pathok Negara Plosokuning
Masjid Pathok Negara Plosokuning

Pada bagian barat dari Masjid Pathok Negara Plosokuning terdapat kompleks pemakaman yang diperuntukkan untuk makam pendiri masjid dan keturunannya. Makam sering ditemukan di bagian barat masjid terutama masjid di Jawa. Bentuk dari nisan tua yang ada di kompleks pemakaman masjid ini pada umumnya memiliki jenis nisan Demak-Tralaya dengan langgam khas Mataram.

Sayangnya, tidak ada transportasi umum yang melewati Masjid Pathok Negara Plosokuning. Jadi, untuk mengunjungi Masjid Pathok Negara Plosokuning, kalian bisa menggunakan kendaraan pribadi, atau ojek online. Akses menuju Masjid Pathok Negara Plosokuning ini cukup mudah.

Dari pertigaan Alfamidi Jalan Kaliurang kilometer 9, belok ke timur (atau kanan dari arah Kota Yogyakarta). Lalu, lurus hingga perempatan yang ada bundarannya, belok ke kanan. Kemudian, ikuti jalan hingga sampai di persimpangan dengan patung lele, belok ke kiri.

Ikuti jalan hingga kalian sampai di Masjid Pathok Negara Plosokuning yang ada di pojok belokan. Jangan parkir di pinggir jalan. Jika mau parkir untuk berkunjung ke Masjid Pathok Negara Plosokuning, masuk gang terdekat, lalu belok kiri ke utara kemudian belok kiri di gang pertama. Tempat parkir dan gerbang utama Masjid Pathok Negara Plosokuning ada di gang tersebut.

Anda merasa haus atau lapar? Jangan khawatir. Di sekitar Masjid Pathok Negara Plosokuning terdapat beberapa warung kelontong dan warung mie ayam. Jika Anda datang sekitar jam 10.00 – 11.00 WIB, pada hari Senin sampai Jum’at, ada beberapa pedagang kaki lima berjualan cilok dan es puter di depan masjid.

Oh iya, untuk masuk maupun parkir ke Masjid Pathok Negara Plosokuning tidak dipungut biaya apapun. Tapi, kalian bisa memasukkan uang infak seikhlasnya jika berkenan.

Selamat menjelajahi masa lalu.

Masjid Pathok Negara Plosokuning
Masjid Pathok Negara Plosokuning
Baca juga artikel terkait Heritage atau tulisan menarik lainnya Muhammad Faiz.
Load More Related Articles
Load More By Muhammad Faiz
Load More In Heritage