Launching Calendar of Event (COE) 2020, DIY Siapkan 283 Even Pariwisata

6 min read
0
53

Genpijogja.com – DIY gelar launching Calendar of Event (COE) 2020 di Hutan Pinus Mangunan, Dlingo, Bantul pada hari kamis (23/1). Acara yang di hadiri oleh Deputi bidang Pengembangan dan Pemasaran I Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizky Handayani, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, perwakilan dari Dinas Pariwisata kabupaten/kota, stakeholder pariwisata, pelaku pariwisata, komunitas pariwisata serta warga Dlingo Bantul ini dihelat sejak pukul 18.00 hingga pukul 21.00 WIB.

Launching Calendar of Event (COE) 2020, DIY Siapkan 283 Even Pariwisata
Launching Calendar of Event (COE) 2020, DIY Siapkan 283 Even Pariwisata

Seperti yang diketahui, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki berbagai macam budaya dan keunikan tersendiri yang membuatnya selalu dikenang di hati setiap orang, baik yang tinggal maupun berkunjung. Hal ini tidak lain karena kuatnya daya tarik Jogja untuk menarik setiap orang untuk datang, tak heran Jogja menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam acara launching Calender of Event (CoE) ini juga disajikan tarian Nitik Siti Wangi. Tabuhan gejog lesung oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menandai diresmikannya launching Calender of Event (CoE) 2020.

“Acara kami rangkum dalam 11 kategori yaitu art and culture, sport tourism, music, exhibition, culinary, fashion, otomotif, festival, Carnival, kontes atau turnamen, dan seminar,” ujar Singgih kepada rekan media dalam acara peluncuran CoE DIY.

Launching Calendar of Event (COE) 2020, DIY Siapkan 283 Even Pariwisata
Launching Calendar of Event (COE) 2020, DIY Siapkan 283 Even Pariwisata

Tahun ini, DIY akan menggelar berbagai macam acara yang spektakuler tidak kurang dari 283 event budaya, yang terbagi dalam 11 kategori.

Event-event itu tidak hanya terletak di satu titik saja, tapi menyebar ke seluruh destinasi wisata yang ada di DIY. Mulai dari seni budaya, fashion, kuliner serta seminar, semuanya akan meramaikan Yogyakarta di tahun 2020. Dari ratusan event tersebut, akan ada 21 even ikonik, diantaranya Pergantian Prajurit Puro Pakualaman. Event ini akan menyajikan pergantian pasukan kerajaan ala Eropa namun tetap dengan nuansa Jawa.

Adapula Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta yang digelar seiringan dengan perayaan Imlek di Ketandan. Bagi kamu pecinta olahraga, tahun 2020 ini bakal ada Jogja Marathon, Jogja Air Show, juga Jogja International Heritage Walk (JIHW).

Belanja dengan diskon besar-besaran pun digelar dengan event Jogja Heboh serta Invesda Expo. Bagi penikmat seni pun tak ketinggalan adan FKY, ARTJOG, Prambanan Jazz, Jogja Gamelan Festival, Keroncong Plesiran serta acara tahunan Ngayogjazz.

Bagi kamu penggemar otomotif, Kustomfest tahun 2020 ini masuk lagi ke dalam 283 Calender of Event (CoE) DIY. Ada juga event Djogjantiqueday, Wayang Jogja Night Carnival, kompetisi Bird Singing HB’s Cup. Kamu bisa memilih untuk berkunjung di berbagai event tersebut sesuai jadwal kamu.

 

Rizky Handayani selaku Deputi 1 bagian Pemasaran, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berharap bahwa list calendar of event (CoE) DIY setiap bulannya akan di pasang di lobby-lobby hotel kawasan Malioboro. Hal ini bertujuan agar wisatawan dapat langsung melihat agenda kegiatan di Jogja dalam bulan tertentu.

Rizky juga menyampaikan bahwa DIY bisa menjadi benchmark bagi acara-acara di daerah lainnya. Menurutnya, Jogja memiliki dua alasan dan percontohan acara-acara menarik di Indonesia.

“Pertama, banyak jenis kategorinya beda-beda mulai dari olahraga, musik, seni dan lainnya. Semuanya itu punya kualitas sangat baik, kreatif ekonomi dan pariwisata dipadukan jadi satu,” jelas Rizki.

Kedua, dari sisi acara peluncuran CoE. Acara peluncuran berlangsung di alam terbuka. Biasanya acara resmi peluncuran Calender of Event diadakan di ruangan tertutup. “Dan di tempat lokal, (hal ini) menunjukkan kekuatan Jogja itu ada di masyarakat lokal,” imbuhnya.

Rizky menegaskan bahwa Jogja menjadi contoh jika acara pariwisata bukanlah acara milik pejabat melainkan bisa dinikmati siapa saja. “Event bukan punya pejabat. Event punya masyarakat. Kita tularkan dan nanti kita bersama-sama bertukar pikiran dengan daerah lainnya,” sahutnya menutup wawancara.

Load More Related Articles
Load More By Pras Chandrawardhana
Load More In News