Kuliner Jogja di Rainforest World Music Festival 2019

6 min read
0
78

Ada yang istimewa di Rainforest World Music Festival 2019. Saat langkah kaki memasuki kawasan Sarawak Culture Village yang menjadi lokasi dari festival musik berskala internasional ini, tulisan “Jogja” begitu besar hingga mencuri pandangan mata bagi siapa pun yang lalu lalang.

Chef Dodik sedang melayani pembeli gudeg
Chef Dodik sedang melayani pembeli gudeg

Rainforest World Music Festival 2019 yang tahun ini berlangsung dari 12 hingga 14 Juli 2019 di Santubong, Kuching, Sarawak Malaysia. Setiap tahunnya, memang memberi perhatian khusus untuk kuliner dan handicraft dari banyak negara sebagai daya tarik Rainforest World Music Festival.

Hal ini semakin menasbihkan Rainforest World Music Festival bukan hanya sebagai festival musik biasa, tapi sekaligus melting pot bagi banyak budaya di dunia.

“Ini sudah tahun keempat kuliner Jogja diperkenalkan kepada dunia lewat Rainforest World Music Festival, tapi ini baru pertama kalinya stand kami didanai oleh APBD”, ujar Chef Dodik yang siang itu tangannya cekatan menyajikan gudeg untuk kami nikmati.

“Kehadiran kami di Rainforest World Music Festival bukti dukungan dari pemerintah daerah terhadap upaya mengenalkan budaya kita ke masyarakat dunia”, ungkap Wardoyo selaku Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY yang hadir di Rainforest World Music Festival 2019 membawa rombongan dari Jogja.

“Harapan kami kuliner kita akan lebih memiliki popularitas di kancah internasional sehingga akan bisa menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY”, lanjutnya saat Genpi Jogja mengunjungi stand Indonesia di kawasan Sarawak Asia Kitchen.

Stand Kuliner Jogja di RWMF 2019
Stand Kuliner Jogja di RWMF 2019

Jogja menjadi satu-satunya daerah yang mewakili Indonesia di stand kuliner, sedangkan Spirit of Hornbill dari Palangkaraya menjadi satu-satunya daerah yang mewakili Indonesia di Jungle Stage, panggung utama Rainforest World Music Festival 2019.

Yang disayangkan hanyalah ketidakhadiran satu pun perwakilan dari Indonesia di stand handicraft. Padahal di tahun sebelumnya, stand handicraft Indonesia (tahun lalu berasal dari Jogja) menjadi salah satu stand yang paling diminati oleh penonton Rainforest World Music Festival dan rekan media.

Rainforest World Music Festival 2019 dihadiri puluhan ribu orang yang berkumpul menyaksikan musik dari seluruh dunia hadir di satu panggung. Rainforest World Music Festival menjadi acara tahunan utama dalam kalender musik Kementerian Pariwisata Sarawak.

Kuching telah menjadi tuan rumah bagi Rainforest World Music Festival sejak tahun 1998 dimulai dari jumlah penonton hanya 300 orang hingga saat ini mendekati jumlah 30.000 orang. Festival musik ini, sekarang telah menjadi salah satu festival musik terbesar di Malaysia.

Berbeda dengan festival musik yang lain, Rainforest World Music Festival sangat unik. Festival ini berlokasi di Gunung Santubong terletak di semenanjung Santubong, negara bagian Sarawak, Malaysia. Gunung dengan ketinggian 8.102 m di atas permukaan laut ini berada hanya 40 menit dari bandara Kuching.

Selain musik, Rainforest World Music Festival memiliki keunggulan lain yaitu kampanye sadar lingkungan yang dibuktikan dengan penanaman 1000 pohon tiap tahunnya. Perhatian yang tinggi terhadap daur ulang sampah, penggunaan bus antar-jemput untuk mengurangi emisi karbon dan mulai tahun ini ajakan untuk memakai botol minuman dengan menyediakan stand isi ulang gratis.

Rainforest World Music Festival merupakan festival musik internasional tahunan yang selama 6 tahun berturut-turut masuk sebagai Top 25: The Best Music Festivals in the World  versi majalah Inggris, Songlines.

Tahun 2019 ini, Rainforest World Music Festival 2018 mendapatkan Five-star Award in the International Tourism Film and Multimedia Category dari Golden City Gate 2019. Bukan itu saja, Rainforest World Music Festival juga mendapatkan penghargaan dari Asia-Pacific Excellence Award in the Film & Video Category 2019.

Rainforest World Music Festival 2019 menyajikan penampilan dari 200 artis yang berasal dari 30 wilayah, 30 negara dengan tagline-nya “Catch The World Beat”. Pihak penyelenggara selalu menghadirkan musisi tradisional yang berbeda dari belahan dunia setiap tahun.

Saat ini, Rainforest World Music Festival tidak lagi menjadi festival musik biasa. RWMF menjelma menjadi sekolah alam yang mengajarkan kepada kita ribuan budaya yang ada di belahan benua lain, tanpa harus berkeliling dunia. Anda cukup datang ke Sarawak Culture Village, setelah itu dunia yang akan menghampiri Anda.

Baca juga artikel menarik lainnya pacarkecilku.

Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In Event