Kuda Putih, Cikal Bakal Prambanan Ekspres

7 min read
0
38

genpijogja.com – Kuda Putih adalah julukan yang diberikan kepada Kereta Rel Diesel Hidraulik (KRDH) seri 300. KRDH seri 300 dibeli dari pabrikan Glossing und Schöler GmbH Jerman tahun 1962. Glossing und Schöler bertindak sebagai sub-kontraktor bagi Ferrostaal.

Hanya 10 unit yang didatangkan saat itu, 3 (tiga) unit berkode MADW, kereta kelas 1 dengan ruang bagasi. Sisanya unit berkode MBW, kereta kelas 2. Unit MADW300 dapat menampung 50 penumpang duduk dengan formasi kursi 2-2 dan hanya 10 penumpang berdiri. Tidak hanya itu, ruang bagasi MADW300 juga dapat menampung 3,5 ton barang dan dilengkapi dengan toilet.

Kelak, unit berkode MADW300 turun kelas menjadi MCDW300, kereta kelas 3 dengan ruang bagasi.

Unit berkode MBW300 dapat menampung 81 penumpang dalam formasi kursi 3-2 dan 12 orang di kursi lipat yang berada tak jauh dari pintu plus space untuk 30 orang berdiri.

Saat diuji di Jerman. Foto koleksi mendiang Ray Gardiner

 

Bagaimana cara membedakan unit berkode MADW dengan unit berkode MBW?

Kita bisa membedakan dari jumlah jendela di sampingnya. MADW300 memiliki 6 jendela besar dan 2 jendela kecil, sementara MBW300 memiliki 6 jendela besar dan 1 jendela kecil.

Nama Kuda Putih berasal dari ornamen bergambar kuda berwarna putih yang ditempel pada tutup semboyannya. Kuda Putih menggunakan mesin Detroit-GM 8V71 yang mampu menghasilkan tenaga 215 hp dengan daya di salurkan ke transmisi 200 hp.

Transmisi yang dipakai adalah transmisi hidrolis diwabus U+S buatan Voith. Mesin di letakkan di bagian depan, seperti mesin bus yang bermesin depan. Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih memiliki kecepatan maksimal 90km/jam dengan kapasitas bahan bakar 600 liter. Kuda Putih dioperasikan secara berpasangan, meskipun bisa juga berjalan sendiri.

MADW-300 dan MBW-300 di petak Solo Balapan-Purwosari. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti

Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih hanya sebentar dinas di Jakarta sekitar periode 1963-1965/1966. Setelah itu, Kuda Putih ditempatkan di Jogja, melayani dinas Kereta Api Lokal Jogja-Solo. Foto-foto lama menunjukkan bahwa Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih sempat di dinaskan hingga wilayah Inspeksi IV Purwokerto. Kemungkinan kereta ini melayani Kereta Api Lokal Jogja-Purwokerto.

Pada masa jayanya, Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih menjadi primadona bagi masyarakat yang ingin nglaju Jogja-Solo. Hingga kemudian memasuki era tahun 1970-an, Kuda Putih mulai sering mengalami gangguan mesin.

Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih akhirnya bernasib sama seperti MCW-301, menjadi kereta api biasa yang ditarik lok. Bedanya, kabin Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih dibiarkan tetap ada. Hingga di era tahun 1980-an akhir, Kuda Putih benar-benar tidak digunakan lagi dan mulai dirucat.

Dari 10 unit, satu-satunya yang tersisa hanyalah unit berkode MCDW300-001. Yang semula mangkrak di Dipo Solo Balapan, unit berkode MCDW300-001 di-unspoor dan digunakan sebagai mess yang nampak kumuh. MCDW300-001 kemudian di-preservasi oleh Unit Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah PT Kereta Api Indonesia.

Pada tanggal 30 November 2011 yang lalu, Unit Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah PT KAI memulai prosesi pemindahan satu unit Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih yang tersisa dari Stasiun Solo Balapan ke Stasiun Lempuyangan Jogja untuk dijadikan sebagai monumen.

Interior MADW300-003. Foto : Alm. M.V.A Krishnamurti

 

Pemindahan Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih dari Dipo Solo Balapan ke Stasiun Lempuyangan Jogja menggunakan kereta api luar biasa (KLB) dengan bantuan Crane Kirow dilakukan pada hari Kamis, 8 Desember 2011.

Proses pemindahan ini sangat lambat, Kereta Luar Biasa (KLB) berjalan sekitar 10 kilometer per jam. Kecepatan ini secara sengaja dipilih mengingat sarana Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih yang sudah lama tidak terjamah perawatan sebagaimana seharusnya. Karena rapuh dan rentan ambrol di perjalanan, maka seluruh tim yang memindahkan Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih harus ekstra hati-hati.

Selain berjalan perlahan, rangkaian Kereta Luar Biasa (KLB) pengirim Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih dari Dipo Solo Balapan ke Stasiun Lempuyangan Jogja juga harus berhenti di setiap stasiun yang dilaluinya. Selain memberi laporan kru lintas kepada setiap stasiun, tim juga melakukan pemeriksaan kondisi sarana Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih yang dibawanya dan memberi jalan kepada kereta regular untuk mendahuluinya.

Setelah beberapa jam, Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih dipindahkan dari rel kereta api ke posisi pondasi monumen menggunakan crane yang menyertai perjalanannya. Proses pemindahannya pun ekstra hati-hati. Kereta Rel Diesel (KRD) Kuda Putih direncanakan menjadi kereta pustaka sekaligus monumen usai menempati posisinya saat ini.

Baru-baru ini, pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengumumkan akan menjadikan area timur stasiun Lempuyangan sebagai area publik. Selain meresmikan monumen Kuda Putih, rumah sinyal yang terletak di sebelah timur Stasiun Lempuyangan Jogja kelak juga akan diintegrasikan fungsinya dengan Kuda Putih.

Baca juga artikel tentang Heritage atau tulisan menarik lainnya Ilham Dewangga.
Load More Related Articles
Load More By Dewangga Liem
Load More In Heritage