Kraton Jogja Gelar Pameran Sekaten 2019, Catat Tanggal dan Jadwalnya

8 min read
0
500

genpijogja.com – Kraton Jogja akan menggelar Hajad Dalem Sekaten pada tanggal 6 hingga 12 Mulud berdasarkan Kalender Jawa Sultan Agungan. Hajad Dalem Sekaten dipercaya sudah berlangsung sejak masa pemerintahan Kerajaan Demak pada awal abad XVI dan dilestarikan oleh Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa Tengah sebagai penerusnya.

Hajad Dalem Sekaten, setiap tahun, dibuka dengan prosesi Miyos Gangsa dan ditutup dengan prosesi Kondur Gangsa. Pagi hari berikutnya, tepat di tanggal lahir Nabi Muhammad SAW dalam Tahun Jawa, Kraton Jogja menghelat Hajad Dalem Garebeg Mulud.

Upacara Miyos Gangsa tahun ini akan dilaksanakan pada Minggu (3/11) pukul 23.00 WIB. Sedangkan Kondur Gangsa akan dilaksanakan pada Sabtu (9/11) pukul 23.00 WIB. Keesokan hari setelah pelaksanaan Kondur Gangsa, akan digelar Garebeg Mulud pada Minggu (10/11) mulai pukul 07.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan ini dapat disaksikan oleh umum.

Kraton Jogja Gelar Pameran Sekaten 2019, Catat Tanggal dan Jadwalnya
Kraton Jogja Gelar Pameran Sekaten 2019, Catat Tanggal dan Jadwalnya

Tahun ini, bersamaan dengan pelaksanaan Hajad Dalem Sekaten, Kraton Jogja akan menggelar pameran budaya yang bertujuan untuk semakin menguatkan akar tradisi.

Pameran Sekaten akan berlangsung pada tanggal 1 – 9 November 2019 di Kagungan Dalem Bangsal Pagelaran dan Kagungan Dalem Kompleks Sitihinggil Kraton Jogja. Pameran akan dibuka untuk umum dengan jam kunjung mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00 WIB. Tiket masuk ke Pameran Sekaten dapat diperoleh di loket pembelian yang berada di sebelah barat Bangsal Pagelaran.

Tema besar yang diangkat dalam Pameran Sekaten berkaitan dengan “Sri Sultan Hamengku Buwono I”. Oleh karena itu, koleksi yang akan dipamerkan dan muatan acara pameran akan memiliki sangkut paut dengan pendiri Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut.

Secara khusus, Pameran Sekaten akan menampilkan berbagai catatan sejarah dan karya Sultan HB I dengan urutan sebagai berikut:

  1. Biografi Sri Sultan Hamengku Buwono I
  2. Peran Sri Sultan Hamengku Buwono dalam Sejarah
  3. Karya Sri Sultan Hamengku Buwono I
  4. Obyek terkait Sri Sultan Hamengku Buwono I
  5. Anugerah pahlawan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono I

Selama Pameran Sekaten berlangsung, terdapat pula beberapa agenda pendukung antara lain:

  1. Tur kuratorial, yang merupakan ulasan ahli terhadap koleksi yang dipamerkan dan dikemas dalam kegiatan diskusi terbuka.
  2. Pelatihan Seni, yang merupakan wahana interaktif bagi masyarakat saat berkunjung ke pameran
  3. Lomba Karawitan, diikuti oleh kelompok karawitan tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama se-DIY
  4. Pertunjukan dan Perlombaan Seni, yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang bagi komunitas, sanggar, ataupun institusi seni utuk dapat tampil mengisi acara setiap hari di Bangsal Pagelaran.
  5. Diskusi Film Budaya, yakni ruang diskusi terbuka bagi masyarakat umum terhadap film maupun dokumentasi budaya koleksi Keraton Yogyakarta maupun koleksi instansi lain.
Kraton Jogja Gelar Pameran Sekaten 2019, Catat Tanggal dan Jadwalnya
Kraton Jogja Gelar Pameran Sekaten 2019, Catat Tanggal dan Jadwalnya

Sekaten sendiri dipercayai sudah berlangsung sejak awal abad XVI pada masa pemerintahan Kerajaan Demak. Sekaten terus menerus dilestarikan oleh Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa Tengah seperti Pajang dan Mataram, baik pada saat pusat kerajaan berada di Kerta, Pleret, Kartasura, hingga Surakarta dan Yogyakarta.

Ada yang memaknai Sekaten berasal dari kata ‘syahadatain’ yang berarti dua kalimat syahadat. Selain itu, Sekaten juga terkait erat dengan gamelan yang diberi nama Kyai Sekati.

Konon, pada masa Kerajaan Demak, para Wali menggunakan momentum kelahiran Nabi Muhammad yang jatuh pada Bulan Mulud (Tahun Jawa) untuk berdakwah dengan pertama-tama membunyikan Gamelan Sekati. Masyarakat yang tertarik dengan suara gamelan pada sunyi senyap masa silam, akan berkumpul dan kemudian mendengarkan dakwah para Wali dalam menyebarkan agama Islam.

Sekaten yang diselenggarakan pada Bulan Mulud kemudian juga sering disebut dengan peringatan Muludan.

Prosesi Sekaten diawali dengan prosesi Miyos Gangsa. Yaitu keluarnya Gamelan Sekati Kanjeng Kiai (KK) Gunturmadu dan Kanjeng Kiai (KK) Nagawilaga dari dalam Keraton Yogyakarta menuju area Pagongan Masjid Gedhe pada tanggal 6 Mulud Tahun Jawa.

Dini hari tanggal 12 Mulud, Gamelan Sekati akan dikembalikan ke dalam keraton melalui prosesi Kondur Gangsa. Selama berada di Pagongan Masjid Gedhe antara 6-12 Mulud ini, gamelan terus menerus ditabuh mulai sejak pagi hingga tengah malam secara bergantian. Rentang waktu pada saat gamelan dibunyikan inilah yang disebut dengan berlangsungnya tradisi Sekaten.

Tradisi lain selama Sekaten adalah pembacaan Riwayat Nabi di Serambi Masjid Gedhe yang akan dihadiri oleh Sri Sultan. Sesaat sebelum dimulainya prosesi Kondur Gangsa, Sultan akan miyos ke halaman Masjid Gedhe untuk menyebar udhik-udhik yang terdiri dari beras, biji-bijian dan uang logam di tiga tempat diawali dari Pagongan Kidul, Pagongan Lor dan di dalam Masjid Gedhe.

Peristiwa ini merupakan momen yang mempertemukan raja dengan rakyat secara langsung. Selain itu, pada saat mendengarkan pembacaan Riwayat Nabi Muhammad SAW, Sri Sultan akan mengenakan simping atau rangkaian bunga di telinga. Penggunaan simping bunga menyimbolkan makna bahwa raja akan mendengarkan keluhan serta aspirasi rakyat.

Kraton Jogja Gelar Pameran Sekaten 2019, Catat Tanggal dan Jadwalnya
Kraton Jogja Gelar Pameran Sekaten 2019, Catat Tanggal dan Jadwalnya

Luhurnya tradisi beserta makna yang terkandung dalam setiap rangkaian acara yang telah berlangsung selama ratusan tahun ini akan lebih ditonjolkan melalui pengelolaan acara Sekaten tahun ini. Hal ini diharapkan dapat lebih meneguhkan keistimewaan Yogyakarta dalam menjadi benteng budaya di tanah Jawa.

Baca juga artikel terkait Sekaten atau tulisan menarik lainnya pacarkecilku.
Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In News