Home Community Komunitas 1000 Guru Jogja: Traveling dan Mengajar di Daerah Terpencil

Komunitas 1000 Guru Jogja: Traveling dan Mengajar di Daerah Terpencil

6 menit waktu baca
26

1000 Guru merupakan sebuah komunitas yang berawal dari potret pendidikan di pedalaman. Dibentuk pada 2012 oleh Jemi Ngadiono, 1000 Guru adalah komunitas nonformal beranggotakan pemuda-pemuda yang peduli pendidikan anak-anak di wilayah terpencil Indonesia.

Diawali dari sebuah akun twitter @1000_guru melalui akun tersebut Jemi Ngadiono pendiri 1000 guru yang berprofesi sebagai seorang fotografer ini, membagikan potret pendidikan Indonesia dan kegiatannya saat mengajar di beberapa sekolah yang kekurangan guru bersama rekan-rekannya. Diluar dugaan kurang dari setahun followers akun @1000_guru sudah mencapai 20.000 akun.

IMG_1552767423213

Banyak followers @1000_guru yang menanyakan bagaimana caranya agar bisa ikut turut serta mengajar ke daerah Pedalaman. Dari pertanyaan itu tercetus ide membuat kegiatan Travelling & Teaching (T&T).

Berbeda dengan komunitas yang berbasis pendidikan lainnya, dalam komunitas ini kegiatan volunteering mengajar diisi juga dengan travelling di lokasi sekitar sekolah. Program ini dinamakan Travelling and Teaching.

Travelling and Teaching adalah kegiatan perjalanan yang tak hanya menapaki keindahan alam di pedalaman negeri dan mengenal budaya adat-istiadat. Namun juga melakukan kegiatan mengajar serta berbagi ilmu dengan anak-anak di daerah terpencil.

IMG_20190317_040332

Komunitas ini murni independen tanpa ada campur tangan dari siapapun. Fokus kegiatannya berbasis sukarela dan setiap program Travelling dan Teaching selalu membuka open recuitment. Siapa saja yang tertarik boleh bergabung.

Syarat menjadi volunteer Travelling and Teaching tentunya harus memiliki visi dan kepedulian terhadap pendidikan pedalaman. Kegiatan volunteering ini dibuka setiap sebulan sekali.

Program Traveling and Teaching (TNT) merupakan program utama dari 1000 guru, dimana mengajak para anak muda untuk ikut peduli dengan pendidikan dan anak-anak yang berada di pedalaman dengan melakukan traveling. Selain itu ada juga program Free Medical Camp (Pengobatan gratis untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan), dan Smart Center (Pemberian nutrisi dan Pengentasan buta aksara).

IMG_20190317_040258

Program TNT dijalankan oleh 36 regional 1000 guru, termasuk 1000 guru pusat (Jakarta). Rata-rata, program ini diadakan setiap bulan. Biasanya,Traveling and teaching diadakan selama 3 hari (Jumat-Minggu), karena banyak peserta adalah profesional muda yang di hari biasa bekerja.

Pencapaian terbesar komunitas ini ketika melihat anak muda peserta traveling and teaching mendapatkan manfaat dari perjalanan mereka. Bahkan mengubah mereka menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli akan lingkungan, dan lebih memerhatikan pendidikan.

Komunitas 1000 guru ini merupakan komunitas yang sangat frontal menyuarakan kondisi pendidikan di daerah yang tertinggal kepada pemerintah. Melalui komunitas ini Jemi mengharapkan semakin banyak pemuda Indonesia yang ikut berperan memajukan pendidikan di daerah-daerah yang masih tertinggal.

Komunitas 1000 guru Jogja merupakan salah satu cabang regional komunitas 1000 guru yang berpusat di Jakarta. 1000 guru Jogja sendiri memiliki beberapa divisi yakni: divisi kreatif, divisi survey, divisi humas, divisi dokumentasi, divisi donasi, dan divisi kesehatan. 1000 guru Jogja mengadakan program Travelling and Teaching empat kali dalam satu tahun dengan relawan dari berbagai kota di Indonesia.

Kegiatan pengajaran berfokus pada pemberian motivasi dan semangat belajar hingga jenjang pendidikan tertinggi, pengenalan berbagai macam profesi dan juga berani bermimpi serta mewujudkan cita-cita. Metode pengajarannya sendiri digunakan metode fun teaching dalam proses pengajaran. Mulai dari materi akademik yang mengacu silabus sekolah hingga pengenalan profesi. Profesi yang dikenalkan beragam, seperti penulis, teknisi pesawat, bankir, ahli teknologi informasi dan lain-lain.

”Selama ini anak-anak tahunya kalau nggak dokter ya guru, jadi kami menyadarkan mereka bahwa ada profesi-profesi lain,” ungkap Taufiqur, koordinator tim kreatif 1000 guru Jogja.

Pada pelajaran akademis seperti IPA, para relawan berusaha memberikan warna baru dengan praktik yang menyenangkan. Selain mengajar di kelas dan bermain bersama dengan anak-anak, tim dan volunteer 1000 guru Jogja juga memberikan sosialisasi kesehatan yaitu cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang baik dan benar serta cek kesehatan bagi warga lansia desa setempat.

Para relawan yang merupakan generasi muda ini, juga mengisi kegiatan mereka di TNT dengan melakukan gerakan membersihkan pantai. Taufiqur berharap untuk ke depannya, para anggota komunitas 1000 guru tetap bersemangat membangun pendidikan dalam negeri dan tetap memberikan perhatian pada pendidikan di daerah terpencil, khususnya pendidikan dasar.

Yah, tak harus menjadi seorang guru untuk mengajar. Semua orang adalah guru dan semua tempat adalah sekolah bukan?

Muat Lagi Dari Tikha Novita Sari
Muat Lebih Banyak Di Community