Home News Kita Muda, Kita Kreatif, Kita Peduli Warisan Budaya Bangsa

Kita Muda, Kita Kreatif, Kita Peduli Warisan Budaya Bangsa

5 menit waktu baca
37

Boot Camp Wirausaha Muda 2019 UNESCO-CITI

The Future Leader Will be From Young Generation (Elvera N. Makki)

Suasana riuh ramai penuh keceriaan dari peserta dan tamu undangan mewarnai Closing Ceremony Young Entrepreneurs Bootcamp 2019. Digelar pada hari Rabu  30 Januari 2019 pukul 17.00 WIB di Hotel Pandanaran Jalan Prawirotaman Yogyakarta.

Acara ini merupakan penutup dari serangkaian kegiatan yang telah dilaksanan sebelumnya. UNESCO bersama dengan Citi Indonesia (Citibank) memberikan pendampingan kepada wirausaha muda melalui program Creative Youth at Indonesian Heritage Sites. Program ini didanai oleh Citi Foundation dan mendukung  400 wirausaha muda untuk mendapatkan maanfaat dari situs-situs warisan budaya dan destinasi wisata. Terutama kawasan sepertii Danau Toba, Yogyakarta, Jawa Tengah dan Kota Tua Jakarta.

Rangkaian kegiatan boot camp dilaksanakan di Yogyakarta dan Kawasan Borobudur selama bulan Januari dengan menghadirkan para pakar dan praktisi di bidangnya masing-masing. Terdapat sembilan sektor industri kreatif yang tergabung dalam boot camp ini, mulai dari tata busana, kerajinan tangan, tata boga, pariwisata, audiovisual, seni, desain interior, arsitektur, periklanan, hingga game development.

Materi yang diajarkan selama boot camp antara lain pelatihan di bidang pengembangan usaha dan metodologi pengelolaan finansial, sesi pengenalan nilai-nilai budaya dan pentingnya melestarikan warisan budaya. Selain itu, teknik pemasaran melalui media sosial dengan story telling yang menarik juga diberikan pada peserta.

Kepala Unit Budaya UNESCO Jakarta Moe Chiba menyampaikan bahwa selama ini sering terjadi perbedaan pandangan dalam mengelola warisan budaya. Sering kali kita hanya fokus kepada program-program konservasinya saja  tanpa memperhatikan aspek masyarakatnya. Selain itu masyarakat sekitar juga tidak terlalu peduli terhadap cagar budaya dan hanya melihatnya dari aspek kesejahteraannya saja.

Program ini diharapkan agar cagar budaya tetap lestari sekaligus masyarakat di sekitarnya turut sejahtera. Sebelumnya UNESCO telah melakukan inisiasi dalam skala kecil di sekitar lokasi warisan dunia. Tetapi baru pada tahun 2017 dapat melakukan ekspansi dalam skala lebih besar berkat bantuan dana dari Citi Foundation.

Boot Camp Wirausaha Muda 2019 UNESCO-CITI

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengatakan, “Melalui program ini, kami bertujuan untuk meningkatkan pendapatan para anak muda yang tinggal di situs-situs warisanbudaya dan destinasi wisata prioritas di Indonesia, sehingga mereka pun dapat berkontribusi pada kondisi ekonomi setempat”.

“Melalui rangkaian pelatihan kewirausahaan, para peserta akan mendapatkan pendampingan keterampilan yang memiliki daya saing, akses finansial, serta sumber daya lain yang dapat membantu mengarahkan mereka menuju sukses.”

Setelah mengikuti program bootcamp, peserta akan mendapatkan sesi konsultasi untuk rencana strategi usaha selama tiga bulan ke depan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing sektor.  Selanjutnya, UNESCO sedang dalam proses membangun kolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta untuk mengembangkan kampanye “Branding Bahagia”.

Kampanye ini berusaha dapat menjawab permasalahan mengenai identitas produk dan strategi pemasaran yang sering dihadapi peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat menjalin kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan antara para penerima manfaat dengan akademisi di perguruan tinggi.

Citibank dan UNESCO sudah menjalankan program pendampingan wirausaha di sekitar kawasan warisan budaya dan destinasi wisata sejak tahun 2017.  Fase pertama dari program ini telah memberi dampak positif bagi 350 anak muda  di provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sementara di kawasan danau Toba, pemetaan bagi 100 anak muda yang bergerak di bidang industri kreatif berbasis budaya lokal, telah berhasil dilaksanakan di lima kabupaten sekitar kawasan Danau Toba.

Selain Moe Chiba selaku perwakilan UNESCO dan Elvera dari Citibank, turut hadir Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya  Daerah Istimewa Yogyakarta Ari Setyastuti.  Acara ditutup dengan peragaan busana dan pameran bersama produk-produk hasil karya para peserta bootcamp.

Muat Lagi Dari roni_ali
Muat Lebih Banyak Di News