Kemeriahan Pasar Balkon Tuksongo di Balkonjazz Festival 2019

7 min read
0
34

genpijogja.com – Aroma tembakau yang sedang dijemur memenuhi jalanan menuju venue Balkonjazz Festival 2019. Tumpukan kayu bambu yang sehari-hari digunakan oleh warga Tuksongo menjemur tembakau tampak tak jauh dari lokasi parkiran. Aroma inilah yang menguar dan menjadi ciri khas dari desa wisata Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang yang menjadi lokasi dari Balkonjazz Festival 2019.

Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi harus berjalan kaki cukup jauh karena membludaknya animo penonton membuat lapangan desa tak cukup menampung sebagai lahan parkir. Di sepanjang jalanan aspal inilah, pengunjung bisa menemukan dengan mudah tembakau-tembakau yang dijemur.

Baca juga: Gratis, Balkonjazz Festival 2019 Siap Hadir di Borobudur!
Sukses, Balkonjazz Festival 2019 Menarik Ribuan Pengunjung
Kemeriahan Pasar Balkon Tuksongo di Balkonjazz Festival 2019 | Fotografer Zakaria Saputra

Itu belum apa-apa, pohon randu alas berusia ratusan tahun yang menjadi ikon desa Tuksongo disulap penuh cahaya menjadi patokan pintu masuk Balkonjazz Festival 2019. Dari pohon randu alas ini, pengunjung mesti berjalan kaki lagi sepanjang 800 meter untuk sampai di pintu masuk balkondes Tuksongo, lokasi Balkonjazz Festival 2019.

Meski begitu, kegiatan berjalan kaki yang cukup jauh ini sungguh tidak terasa melelahkan tadi malam. Begitu melewati pohon randu alas, pengunjung akan disambut puluhan lapak kuliner dan cinderamata yang berada di kanan kiri jalan.

Sambil memesan segelas teh sere di salah satu lapak, tim Genpi Jogja pun bercakap-cakap dengan salah seorang pembeli. “Saya tertarik datang ke sini karena diajak teman”, ungkap Prem, wisatawan asal Thailand yang tadi malam, sabtu (14/9).

“Saya dan rombongan menginap di Jogja. Kami ingin melihat sunrise di Borobudur. Awalnya kami berencana datang besok pagi-pagi sekali. Tapi tour leader kami menyarankan datang sore ini untuk menikmati musik dan kuliner tradisional di sini”, tambah Prem.

Baca juga: Balkonjazz 2019: Festival Musik di Negeri Tembakau
Sukses, Balkonjazz Festival 2019 Menarik Ribuan Pengunjung
Kemeriahan Pasar Balkon Tuksongo di Balkonjazz Festival 2019

Prem, bukanlah satu-satunya wisatawan mancanegara yang semalam tampak mewarnai Balkonjazz Festival 2019. Saya juga sempat bertemu dengan wisatawan dari Malaysia yang tertarik datang ke Borobudur setelah menonton film Indonesia berjudul AADC.

Harga segelas teh sere yang saya beli berkisar di angka Rp5.000, tapi bukan itu saja hampir semua makanan yang dijual lapak-lapak warga memang berkisar diangka 5.000 dan kelipatannya. Di lapak yang dinamai “Kita Muda Kita Kreatif” ini tidak hanya menjual teh sere. Ada juga kopi lokal yang di tanam dan di produksi sendiri oleh warga dusun sekitar Candi Borobudur. Di etalasenya dipajang gerabah, batik, hingga jajanan lokal.

“Kami juga menyediakan paket trip membuat gerabah”, kata Ayu menjelaskan produknya. “Lokasinya di dusun Klipoh, tak jauh dari sini”.

Ayu juga menjelaskan bahwa warga sekitar Borobudur telah membuat gerabah sejak candi Borobudur dibuat. “Di candi Borobudur bahkan ada relief yang menggambarkan bahwa nenek moyang kami telah membuat gerabah sejak zaman dulu”.

Baca juga: Sukses, Balkonjazz Festival 2019 Menarik Ribuan Pengunjung 
Sukses, Balkonjazz Festival 2019 Menarik Ribuan Pengunjung
Kemeriahan Pasar Balkon Tuksongo di Balkonjazz Festival 2019 | Fotografer Zakaria Saputra

Tidak hanya berbincang dengan penjual, di lapak ini saya juga berjumpa dengan Cuk Riomandha Antropolog UGM yang terkenal dengan slogan Antro Jalan-Jalan. “Acara malam ini sungguh ramai, pengunjung seperti tumpah. Bahkan beberapa sudah tidak diperbolehkan masuk ke venue. Bukan ga boleh. Tapi sudah ga muat. Berdesak-desakan”, ungkapnya.

Cuk mengungkapkan kebahagiaannya melihat keramaian pengunjung yang semakin malam, semakin padat. “Acara ini buat saya cukup sukses dan bisa dijadikan rutin. Untuk menghidupkan balkondes di sekitar Borobudur yang memang tak semuanya sukses pengelolaannya. Mungkin bisa menjadi dukungan terhadap status Borobudur sebagai ‘destinasi super prioritas Indonesia’ dan tidak Cuma ke candi Borobudur saja. Rezeki dan kegembiraan bisa disebar ke sudut-sudut lokasi lainnya”.

Perhelatan Balkonjazz Festival 2019 berlangsung sangat meriah Sabtu (14/9/2019) malam di Balkondes Tuksongo, Borobudur, Magelang. Lebih dari 8.000 pengunjung memenuhi area di sekitar balkondes Tuksongo.

Baca juga: Destinasi Wisata Prioritas Dipercepat, Jokowi Minta Dukungan Penuh Kementerian.
Sukses, Balkonjazz Festival 2019 Menarik Ribuan Pengunjung
Kemeriahan Balkonjazz Festival 2019 tadi malam

Pengunjung Balkonjazz Festival 2019 tidak hanya datang dari Magelang, Jogja, Boyolali, Purworejo, Ungaran, Semarang, Temanggung, Salatiga dan sekitarnya. Bahkan wisatawan mancanegara pun nampak lalu lalang diantara ribuan penonton. Kehadiran wisatawan-wisatawan ini sesuai dengan target diselenggarakannya Balkonjazz 2019.

“BalkonJazz Festival turut mempromosikan desa wisata di seputaran Borobudur, sebagai destinasi baru dengan berbagai atraksi dan potensi sumber daya alam yang sangat menarik. Masyarakat yang ingin menikmati berbagai sajian yang terdapat di BalkonJazz bisa mengaksesnya secara gratis”, ujar Bakkar Wibowo dari Sinergi Nusantara, Inisiator sekaligus Direktur BalkonJazz Festival.

Baca juga artikel terkait Balkonjazz Festival atau tulisan menarik lainnya pacarkecilku.
Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In Event