Kembalikan Semangat dengan Manisan Salak ‘Mentari’ Khas Merdikorejo Sleman

5 min read
0
126

genpijogja.com – Apa yang biasanya kamu lakukan saat mood-mu sedang buruk? Jalan-jalan? Rebahan atau makan cokelat?

Jika pilihanmu jatuh pada menikmati sesuatu yang manis, hati-hati loh. Jika salah pilih, alih-alih memperbaiki mood, kamu malah akan mendapatkan tambahan berat badan. Duh, bisa repot nantinya. Bikin tambah stress, bukan?

Tapi tenang, mungkin kamu perlu memikirkan alternatif lain seperti buah yang dijadikan manisan untuk kembali mewarnai kebahagiaan dan meningkatkan mood-mu sepanjang hari.

Kembalikan Semangat dengan Manisan Salak ‘Mentari’ Khas Merdikorejo Sleman

Salah satu buah yang asik jika dikonsumsi dalam bentuk manisan adalah salak. Selain karena teksturnya yang pas, salak juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Salak mengandung vitamin C yang tinggi, tentunya cocok banget untuk meningkatkan imun di masa-masa sekarang ini.

Salak juga kaya akan serat yang akan memperlancar pencernaanmu sehingga tak akan ada lagi masalah sembelit yang datang menghampiri. Dan banyak manfaat lainnya bagi tubuh. Tidak hanya jadi mood booster tapi juga memberikan manfaat yang kece badai buat tubuh.

Mungkin sebagian dari kita akan takut ketika mengonsumsi manisan salak. Rasa yang terlalu manis, meninggalkan sensasi lengket bahkan terlalu kecut, tak jarang kita temukan dalam berbagai kemasan manisan salak. Namun tenang, Desa Merdikorejo, Tempel, Sleman mengembangkan manisan salak yang akan menaikkan mood tanpa takut program dietmu berantakan.

UMKM di Merdikorejo membuat manisan salak yang dikemas dengan nama dagang “Manisan Salak Mentari”. Rasanya benar-benar pas, tidak terlalu manis seperti kebanyakan manisan salak kemasan. Semua bahannya alami dan tidak mengandung pengawet.

Kembalikan Semangat dengan Manisan Salak ‘Mentari’ Khas Merdikorejo Sleman

Manisan salak dengan merek Mentari ini merupakan usaha yang dirintis ibu Sri Muryani bersama dengan ibu-ibu tetangganya di desa Merdikorejo, Tempel, Sleman.

Ibu Sri mendapat ide membuat usaha manisan salak ini setelah mendapatkan berbagai pelatihan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Ide ini muncul dari bu Sri saat melihat belum banyaknya hasil olahan salak yang ada di pasaran. Jikalau pun ada, hasilnya banyak manisan salak yang terlalu manis atau bahkan salaknya yang terlalu asam. Ibu Sri kemudian berkeinginan untuk mengangkat salak yang menjadi komoditas utama desanya di Merdikorejo.

Mayoritas warga Merdikorejo yang bekerja sebagai petani salak, beberapa tahun ini mengeluh karena di saat panen salak, yang terjadi harga salak jatuh di pasaran. Maka dari itu untuk menaikkan harga jual sekaligus memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya, bu Sri begitu gigih menjalankan usaha ini.

Usaha manisan salak ini tentu menjadi tambahan rejeki yang sangat berguna bagi warga Merdikorejo. Ini juga latarbelakang nama dari usaha ini yakni Mentari yang berarti ‘Mencari Tambahan Rejeki’.

Untuk harga, manisan salak Mentari sangat terjangkau. Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp15.000 untuk 6 (enam) cup manisan salak. Tidak akan menambah beban stress-mu karena merogoh kocek yang terlalu dalam tentunya. Jika disimpan dengan suhu ruangan, manisan salak ini bisa bertahan selama 2 (dua) bulan dan jika dimasukkan dalam lemari pendingin bisa bertahan lebih lama tentunya.

Kembalikan Semangat dengan Manisan Salak ‘Mentari’ Khas Merdikorejo Sleman

Tertarik merasakan segarnya manisan salak? Kamu bisa pesan melalui instagram sang pelopor, ibu Sri, di akun @srimuryani74 atau kalau main ke obyek wisata Grojogan Watu Purbo yang ada di desa Merdikorejo, Tempel, Sleman, kamu bisa langsung mendapatkan manisan salak ini di gerai penjual di sekitar Grojogan Watu Purbo, Lur. Pastinya seger banget kalau dinikmati setelah main air, kan?

Oh iya satu lagi, manisan salak ini kalau dinikmati dalam keadaan dingin bakal melipatgandakan kesegaran dan kenikmatannya serta dapat bertahan lebih lama loh. Jadi, kapan mau nyobain ?

Load More Related Articles
Load More By Pras Chandrawardhana
Load More In Kuliner