KAI dan Fajar Nugros Kolaborasi Perlihatkan Kondisi Perkeretaapian Indonesia dengan Omnibus Strangers With Memories

5 min read
1
48

PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama KAI Commuter menggelar road show dalam rangka peluncuran film Omnibus Strangers With Memories ke berbagai stasiun dan kota pada 11-14 November 2022, khusus untuk kota Jogja mendapat jatah gala premier pada 11 November di bioskop Empire XXI.

20221111_190011

Film besutan Sutradara asal Yogyakarta, Fajar Nugros, KAI ingin mengedukasi para pengguna jasa dan millenials agar memiliki rasa empati, saling peduli dan menghargai serta membantu sesama baik di dalam commuterline atau stasiun. Film dokumenter dan film pendek ini menjadi bentuk sumber informasi yang pas untuk memperkenalkan perusahaan ke publik karena membangun sebuah koneksi emosional dengan penonton.

“Film Omnibus Strangers With Memories Karya Fajar Nugros sedikit banyak mengajarkan kepada pengguna jasa, para millenials untuk memiliki rasa empati, saling peduli dan menghargai serta membantu sesama baik di dalam commuterline atau stasiun,” Ujar Roppiq Lutzfi Azhar Direktur KAI Commuter.

Sosialisasi dan edukasi melalui film ini sangat bagus, sebagai bentuk pendekatan sederhana yang dapat memberikan impact langsung, tambah Roppiq. Dalam pagelaran road show ini juga KAI Commuter menerbitkan Kartu Multi Trip (KMT) edisi khusus kolaborasi film dokumenter dan film omnibus “Bergerak dengan bahagia, bergerak untuk Indonesia dan Strangers With Memories”.

Menurut sutradara yang juga railfans ini, pernah mengalami beberapa era perkeretaapian di Indonesia terlebih ayah beliau merupakan pensiunan pegawai kereta api dan sempat cukup lama tinggal di kawasan Pengok yang identik dengan lingkungan kereta api, film ini dapat mengenalkan kondisi kereta api masa kini dengan bahasa yang kekinian.

Pembuatan film ini memiliki tantangan yang tak mudah. Harus mengambil bahan film tanpa harus mengganggu operasional dari KAI ataupun KAI Commuter. Selain itu, pembuatan film ini tidak disetting, tidak diarahkan harus ini harus itu. Sehingga Nugros bebas membuat dokumenter dan naik-turun kereta api sesuai keinginannya sendiri. Dia ingin menunjukkan wajah kereta api yang sekarang, yang berbeda dari dulu. Buatnya sendiri, ini surat cinta Nugros untuk kereta api.

20221111_191112

“Kereta api itu adalah orang tua saya, bapak saya dulunya pegawai kereta api. Jadi film ini merupakan surat cinta saya kepada KAI dan para pecinta kereta api. Karya ini tidak hanya untuk pecinta kereta api dan penggunanya, tapi untuk publik pada umumnya supaya mengetahui kondisi perkeretaapian di Indonesia saat ini,” ungkap Nugros di sela-sela gala premier.Selain road show film, KAI juga mengadakan berbagai kegiatan sosial, diantaranya mengajak santri untuk melakukan khataman Al-Qur’an selama dalam perjalanan menggunakan Kereta Api Inspeksi 4 dari Stasiun Bandung hingga ke Surabaya dan berakhir di Stasiun Gambir selama 4 hari perjalanan.

“Digelarnya kegiatan khataman Al-Qur’an ini sebagai upaya KAI untuk memohon kepada Tuhan YME agar perjalanan kereta api senantiasa diberikan keselamatan dan kelancaran. Sebagai ikhtiar, KAI secara rutin juga terus meningkatkan keandalan sarana dan prasarananya,” kata Didiek.

Dengan telah ditayangkan secara perdana bersamaan pada hari Pahlawan (10/11) di Bandung dan di Yogyakarta (11/11), diharapkan kolaborasi film dokumenter dan film omnibus KAI dan KAI Commuter ini dapat memberikan deskripsi perubahan-perubahan besar yang telah terjadi dalam memberikan pelayanan kepada pengguna kereta khususnya commuterline.

“Kedepannya KAI Commuter akan terus meningkatkan pelayanan tidak hanya untuk pengguna namun juga memberikan ruang bagi komunitas-komunitas yang ingin menjadikan stasiun sebagai rumah dalam berekspresi, beraktivitas dan bersosialisasi. Dengan demikian akan terbentuk ekosistem transportasi publik yang tentunya ramah lingkungan.” Tutup Roppiq.

Load More Related Articles
Load More By Dewangga Liem
Load More In Community