Joglitfest 2019 Rayakan September Sebagai Bulan Sastra

7 min read
0
127

Festival Sastra Yogyakarta (Joglitfest) 2019 secara simbolik resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta Aris Eko Nugroho di Ruang Bima, Dinas Kebudayaan DIY, senin (2/9) sore.

“Sastra di Yogyakarta sudah lama sejarahnya, ekosistemnya kuat dan sebagian juga dilakukan secara mandiri”, ujar Ade Tanesia, kurator Indonesiana, dalam jumpa pers di Dinas Kebudayaan DIY. “Tetapi pemerintah juga harus punya tanggung jawab untuk mengkonsolidasikan melalui festival rutin, jadi bukan karena sudah banyak yang terlibat terus kami ikut-ikutan”.

Joglitfest 2019: Sarasehan & Konferensi Pers di Dinas Kebudayaan DIY
Joglitfest 2019: Sarasehan & Konferensi Pers di Dinas Kebudayaan DIY

Antusiasme masyarakat Jogja terhadap dunia sastra dan literasi membuat Indonesiana tertarik. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah perhelatan bertema literasi digelar tahunan secara mandiri, seperti Festival MocoSik dan Patjar Merah .

Indonesiana sebagai Platform Gotong Royong Kebudayaan yang digagas Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng Dinas Kebudayaan DIY menggelar Jogja Literature Festival (Joglitfest) atau Festival Sastra Yogyakarta. Kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini memiliki tujuan menjadikan Yogyakarta sebagai poros sastra nasional, bahkan internasional.

Suharmono Arimba, selaku ketua panitia Festival Sastra Yogyakarta (Joglitfest) 2019, dalam sesi laporan kerja Joglitfest menjelaskan bahwa festival ini merupakan perhelatan yang merangkum kepentingan stakeholder sastra di Yogyakarta, baik itu Dinas Kebudayaan DIY, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, sastrawan/penggerak sastra, akademisi, perguruan tinggi, komunitas, penerbit, pelajar, lembaga pemerintah dalam bidang literasi, maupun lembaga swasta, dalam rangka mendekatkan dunia sastra dengan publik, sekaligus menjalin keterhubungan antar masyarakat sastra di dalam dan luar Yogyakarta.

“Setelah sekian lama, akhirnya Yogyakarta menyelenggarakan acara yang benar-benar merangkul peserta dari berbagai daerah, dengan persiapan dan pelaksanaannya melibatkan seluruh elemen dan bukan bersifat parsial,” tutur Suharmono.

Suharmono juga menjelaskan bahwa peserta aktif berjumlah 100 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. 50 orang peserta berasal dari DIY dan 50 orang lainnya berasal dari luar DIY. Sementara itu, peserta dari luar negeri berjumlah 9 orang.

“Para pelajar dan mahasiswa pun tak ketinggalan kita libatkan di dalamnya, dalam bentuk keterlibatan mereka mengikuti workshop, bincang sastra dan lain sebagainya,” lanjut Suharmono.

Dalam sambutannya, Aris Eko Nugroho mengungkapkan maksud dan tujuan dari diselenggarakannya perhelatan ini, yakni untuk mendekatkan dunia sastra dengan publik, sekaligus menjalin keterhubungan antar masyarakat sastra di dalam dan luar Yogyakarta. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengembangkan nilai-nilai luhur bangsa dengan mengangkat khazanah sastra daerah sebagai tiang sastra nasional.

“Hal ini sesuai asas, tujuan dan objek Pemajuan Kebudayaan yang tercantum UU No. 5 Tahun 2017, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mencetuskan kegiatan Indonesiana”, ungkap Aris. “Indonesiana adalah bentuk gotong royong lintas kementerian dan lembaga, lintas tingkat pemerintahan dan lintas sektor untuk menyelenggarakan kegiatan budaya berstandar nasional”.

Joglitfest 2019: Sarasehan & Konferensi Pers di Dinas Kebudayaan DIY
Joglitfest 2019: Sarasehan & Konferensi Pers di Dinas Kebudayaan DIY

Rangkaian Festival Sastra Yogyakarta sudah dilakukan sejak 20 Agustus 2019. Namun, puncak acara berlangsung pada 27 sampai 30 September mendatang. Lokasi utama kegiatan berpusat di Museum Benteng Vredeburg. Beberapa lokasi lain yang menjadi tempat penyelenggaraan rangkaian acara ini, seperti Hotel Cavinton Yogyakarta, desa-desa budaya, PKKH UGM, UIN Sunan Kalijaga, UNY, dan sebagainya.

Penyelenggaraan workshop pra-festival bekerja sama dengan komunitas yang ada di Yogyakarta, antara lain Komunitas Kutub, Klub Buku Yogyakarta, Buku Sastra, Kampung Buku Jogja, Jual Buku Sastra dan Jejak Imaji.

Puncak acara Festival Sastra Yogyakarta (Joglitfest) 2019, sembilan sastrawan dari sembilan negara di Afrika, Asia, dan Amerika akan tampil membacakan karya sastra. Mereka akan tampil pada Minggu, 30 September 2019.

“Dengan kehadiran para sastrawan, komunitas, kritikus sastra, penerbit, diharapkan dapat meningkatkan citra Yogyakarta di mata nasional dan internasional, serta mempengaruhi arah perkembangan peradaban dunia melalui jalur literasi,” ujar Suharmono menutup jumpa pers.

Berikut adalah jadwal selama puncak acara Festival Sastra Yogyakarta (Joglitfest) 2019 mulai Jumat sampai Senin, 27 sampai 30 September 2019:

1. Pasar sastra, pameran buku dan panggung pasar buku di selasar Benteng Vredeburg.

2. Pameran manuskrip di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga.

3. Workshop tata kelola manajeman komunitas dan workshop penulisan cerpen bersama Agus Noor. Ceramah literasi dan seminar JOGLITFEST bersama Eka Kurniawan, Peter Carey, Tirto Suwondo, Suminto A Sayuti, Nanang Suryadi dan Sindhunata di Hotel Cavinton.

4. Pemutaran film Perempuan Berkalung Sorban dan Sang Penari di Ruang Umar Kayam Gedung F Benteng Vredeburg.

5. Pembacaan Sastra di Panggung Kirdjomulyo Benteng Vredeburg.

Baca juga artikel menarik lainnya pacarkecilku.

Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In News