Jogja Cross Culture: Perkenalkan Jamu dan Jenang Golong Gilig Ke Generasi Milenial

5 min read
0
141

Jogja Cross Culture yang akan diselenggarakan di Titik 0 Kilometer Jogja selama 2 (dua) hari pada tanggal 3-4 Agustus 2019 akan memperkenalkan jamu dan kuliner nusantara ke generasi milenial. Program Jogja Budaya yang digagas oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Drs. Heroe Purwadi, MA ini memasukkan jamu dan kuliner sebagai hasil dari pertemuan banyak budaya yang kemudian memberi warna penting bagi kuliner nusantara.

“Jamu itu singkatan dari Djampi Oesodo. Ini bahasa Jawa Kuno”, jelas Lisa Febriyanti mewakili Panitia Jogja Cross Culture yang siang ini Genpi Jogja hubungi. “Bukti Jamu sudah ada sejak zaman dulu bisa kita lihat di relief Candi Borobudur. Ada juga Prasasti Madhawapura, dimana peracik jamu disebut dengan Acaraki”.

Jogja Cross Culture 2019
Jogja Cross Culture 2019

Hari pertama agenda Jogja Cross Culture memang menyajikan Festival Jamu dan Kuliner (JAMFEST). Tidak main-main, JAMFEST akan melibatkan pelaku budaya kuliner di masyarakat yang telah bergelut sebagai pelaku usaha dan juga penghayat makanan dan minuman tradisional. Mereka juga mewakili wilayah masing-masing yang berasal dari 14 (empat belas) kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta.

Dalam Festival Jamu dan Kuliner (JAMFEST) sesama pelaku tidak dikompetisikan untuk menjual, tetapi saling menyanding untuk memberikan informasi kepada pengunjung tentang jamu dan kuliner, bahkan mereka berbagi minuman tradisional kepada pengunjung. Festival Jamu dan Kuliner (JAMFEST) menjadi ruang edukasi bagi masyarakat akan budaya dalam bentuk minuman dan makanan.

Hari kedua agenda Jogja Cross Culture adalah launching Jenang Khas Kota Yogyakarta yang diberi nama Jenang Golong Gilig. Selain keunikan rasa dan warna, Jenang Golong Gilig juga memiliki nilai filosofi tersendiri.

Jogja Cross Culture muncul ke ruang publik sebagai pilot project gerakan budaya hasil partnership  antara komunitas para budayawan dan seniman muda Jogja dengan Pemerintah Kota Yogyakarta. Konsep jalinan partnership ini berusaha menjalankan misi Kota Yogyakarta sebagai Kota Budaya Dunia.

Yogyakarta dikukuhkan sebagai Kota Budaya ASEAN periode tahun 2018-2020 dalam Forum ASEAN Ministers Responsible for Culture and Art. Pengakuan internasional ini membuat Yogyakarta tidak lagi hanya dipandang sebagai aset budaya nasional, tetapi ditempatkan sejajar dengan kota budaya lain di dunia.

Merespon pengukuhan tersebut, maka Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menggamit komunitas seniman-seniman muda Jogja menyusun Program Jogja Budaya. Program ini sejatinya adalah sebuah gerakan berbasis budaya dan mengusung pula semangat Gandeng Gendong yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Gandeng Gendong adalah perwujudan filosofi gotong royong berbagai elemen masyarakat yang terbagi menjadi 5 K: Kota, Kampung, Kampus, Komunitas dan Korporat. Khususnya bagi Jogja, elemen ini ditambah dengan satu lagi elemen yang sakral yaitu Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Program Gandeng Gendong diperkenalkan pada elemen masyarakat lainnya. Pada elemen Kampung, 14 Kecamatan di Kota Yogyakarta bergabung dan terlibat langsung di beberapa rangkaian acara, seperti pembuatan Jenang Khas Kota Yogyakarta yang diberi nama Jenang Golong Gilig, yang akan dilaunching dalam acara Jogja Cross Culture.

Jogja Cross Culture 2019
Jogja Cross Culture 2019

Keterlibatan lain dari perwakilan wilayah ini ada pula pada aktivitas yang mengedepankan edukasi sejarah, bukan saja melalui kuliner lewat Festival Jamu dan Kuliner (JAMFEST) dan Jenang Golong Gilig, tapi juga dikemas dalam tajuk Historical Trail Njeron Benteng. Aktivitas yang terbuka untuk umum ini mengajak pesertanya menyusuri tempat-tempat bersejarah Njeron Benteng.

Konsep partisipatif ini menjadi penting bagi sebuah gerakan budaya, seperti yang disampaikan Budayawan Prof. Dr. Suminto A. Sayuti, “Cross Culture itu mungkin selalu kontekstual tetapi prinsipnya itu pelibatan. Melibatkan banyak pihak sehingga silang budaya memunculkan pemahaman lintas budaya”.

Baca juga artikel menarik lainnya pacarkecilku.

Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In News