Home Destinasi Wisata Jejak Kemegahan Masa Lampau di Taman Sari

Jejak Kemegahan Masa Lampau di Taman Sari

7 menit waktu baca
57

Taman Sari, siapa yang tidak mengenalnya? Namanya cukup masyhur di kalangan para pelancong, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Banyak orang akan memasukkannya ke dalam daftar kunjung ketika datang ke Yogyakarta. Oleh sebab itu, tidak mengherankan jika tempat tersebut akan penuh sesak di musim liburan, dipadati oleh wisatawan.

Objek wisata Taman Sari berada sekitar 800 meter sebelah selatan Kraton Yogyakarta, atau dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit dari Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Selain itu, wisatawan dapat menjangkau tempat tersebut dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seperti becak, andong, taksi, dan ojek, sedangkan kendaraan besar seperti bus memang tidak diperkenankan memasuki area sekitar kraton.

Konon, Taman Sari merupakan sebuah pulau yang dikelilingi oleh danau buatan. Di atas pulau tersebut berdiri istana yang dilengkapi dengan taman bunga, sebuah persembahan dari Sultan Hamengku Buwono I kepada istri-istrinya yang telah banyak membantu selama masa peperangan.

Petualangan di Taman Sari dimulai ketika pengunjung memasuki Gapura Panggung. Setelah melewati gapura itu, pengunjung akan berada di sebuah kebun kecil dengan beberapa bangunan di sampingnya. Berjalan lebih ke dalam lagi, sampailah di bagian utama berupa kolam-kolam pemandian yang dipisahkan sebuah bangunan menara. Dua kolam berada di sebelah utara menara dan satu kolam berada di selatannya. Menara itu sendiri terdiri dari tiga lantai dan di lantai dasarnya terdapat dua buah ruangan di sisi kanan-kiri.

Setelah melewati kolam-kolam pemandian itu, pengunjung akan menemukan lagi sebuah gapura dengan ukuran yang lebih besar. Bangunan yang dipenuhi ornamen berupa bunga dan sayap burung itu bernama Gapura Agung. Sekilas Gapura Agung ini menjadi pintu keluar bagi para wisatawan, namun jangan salah, masih ada dua tempat lagi yang cukup menarik untuk dikunjungi di kompleks Taman Sari, yaitu Sumur Gumuling dan Gedhong Kenanga. Pengunjung dapat memilih untuk mengunjungi spot yang mana terlebih dahulu.

Perjalanan dilanjutkan dengan melewati permukiman penduduk. Setelah berjalan kaki sekitar dua menit, tibalah di situs Pulo Kenanga. Diberi nama demikian karena dahulu di sekitarnya banyak tumbuh bunga kenanga. Di situs ini berdiri kokoh sisa sebuah bangunan dengan ukuran cukup besar yang diberi nama Gedhong Kenanga.

Gedung tersebut dahulu berfungsi sebagai tempat Sultan bersantap makanan. Dari sana akan tampak beberapa sudut Kota Yogyakarta karena memang lokasinya yang lebih tinggi dari bangunan-bangunan di sekitarnya. Jika mengunjungi Taman Sari pada sore hari, pengunjung dapat menikmati matahari terbenam di balik permukiman kota dari situs Gedhong Kenanga ini.

Sedikit berjalan ke arah barat dari Gedhong Kenanga akan ditemui situs Sumur Gumuling. Situs tersebut merupakan bekas sebuah masjid yang terletak di bawah tanah. Untuk menjangkau pusat masjid, pengunjung harus berjalan melewati sebuah lorong. Pusat masjid sendiri terdiri dari dua lantai yang dihubungkan oleh tangga-tangga dengan desain yang unik. Bentuk dari situs Sumur Gumuling sendiri memungkinkan suara imam terdengar ke seluruh penjuru.

Mengunjungi Taman Sari tak ubahnya menyaksikan sisa-sisa kemegahan pada masa lampau. Tidak terbayang bagaimana proses pembangunan kompleks yang sangat menawan tersebut pada masanya. Tidak akan terasa terik matahari dan hawa panas di siang hari, semua teralihkan oleh kekaguman pada setiap bangunan yang ada. Waktu terbaik untuk berwisata ke Taman Sari sendiri adalah dari siang hingga sore hari dan diakhiri dengan menikmati senja di Gedhong Kenanga.

Bagi penggemar fotografi, Taman Sari akan menjadi tempat yang mengenyangkan. Setiap sudut di Taman Sari dapat dijadikan objek foto yang menarik, bangunan utama berupa kolam-kolam pemandian dan menaranya, gapura-gapura, lorong-lorongnya, situs Sumur Gumuling dan Gedhong Kenanga, hingga permukiman penduduk yang berada di sekitarnya pun cukup Instagramable.

Tiket masuk Taman Sari cukup terjangkau. Bagi wisatawan lokal dikenakan biaya Rp 5.000,00 per orang, kemudian ada tiket kamera sebesar Rp 3.000,00. Sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp 15.000,00. Pembelian tiket dilayani dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00 WIB. Bagi yang menginginkan tour guide akan dikenakan lagi biaya tambahan, namun itu sebanding dengan berbagai cerita dan wawasan yang didapatkan dari mereka. Penggunaan jasa tour guide itu tidak diwajibkan, hanya jika wisatawan menghendaki.

Mengenai fasilitas penunjang juga memadai. Wisatawan muslim dapat beribadah di Masjid Soko Tunggal yang juga merupakan peninggalan sejarah Kraton Yogyakarta. Masjid tersebut terletak di area parkir. Jika haus, lapar, atau malah ingin buang air, banyak penduduk sekitar yang membuka warung serta menyediakan toilet umum. Area parkir pun cukup luas, hanya jika berkunjung ketika musim liburan, pengunjung akan tumpah ruah, parkir kendaraan pun bisa cukup jauh dari pintu masuk.

Muat Lagi Dari Prima Dini Indria
Muat Lebih Banyak Di Destinasi Wisata