Ingin Hasil Foto yang Menarik? Coba Metode EDFAT

8 min read
0
735

Pernah merasakan kebingungan saat ingin memotret suatu kegiatan budaya, atau lokasi wisata? Kehabisan ide hal apa lagi yang harus dipotret? Metode berikut ini akan membantu kita dalam menghasilkan foto yang beragam dari suatu lokasi atau kegiatan.

Metode ini biasanya digunakan sebagai panduan dalam penyusunan suatu foto cerita. Metode yang dimaksud adalah metode EDFAT. EDFAT adalah sebuah singkatan yang terdiri dari Entire, Detail, Frame, Angle dan Time.

Uraian berikut akan menjelaskan bagian-bagian EDFAT dan bagaimana mengaplikasikannya saat memotret.

Entire

Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT
Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT

Entire dikenal juga sebagai establish shot atau keadaan keseluruhan dari lokasi atau acara yang akan kita foto. Pastikan sebagian besar hal yang menarik dari lokasi masuk ke dalam frame foto.

Jika yang ingin difoto adalah sebuah acara, pastikan penanda tempat seperti gedung, bentang alam ataupun penanda tempat yang lain ada di dalam frame. Lalu sesuaikan dengan keramaian acara sehingga menampilkan keduanya secara bersamaan.

Saat memotret keadaan keseluruhan umumnya lensa yang digunakan adalah lensa lebar. Namun penggunaan lensa tele juga bisa dilakukan apabila kita berada pada jarak yang cukup jauh dan ingin memampatkan perspektif sehingga obyek yang jaraknya berjauhan terlihat berdekatan.

Detail

Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT
Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT

Detail adalah hal-hal rinci yang ada di suatu lokasi atau acara. Ketika mengambil foto sebuah lokasi, detail bisa berupa plang nama tempat yang menunjukkan lokasi, tanaman khas ataupun ukiran pada bangunan. 

Pada suatu acara terdapat bayak detail yang bisa direkam, mulai dari kostum yang digunakan, makanan yang dihidangkan, alat-alat yang digunakan and lain-lain. Saat memotret detail kita bisa menggunakan hampir semua rentang lensa.

Lensa medium dan tele akan membuat detail yang kita rekam terisolasi dari hal-hal lain disekitarnya. Penggunaan lensa lebar membutuhkan kehati-hatian karena akan banyak elemen yang masuk ke dalam bingkai foto. Pengaturan komposisi dan sudut pengambilan akan dapat memaksimalkan kemampuan lensa lebar untuk merekam detail.

Frame

Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT
Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT

Frame atau pembingkaian adalah bagaimana cara kita menempatkan obyek atau subyek di dalam foto. Pemahaman tentang komposisi dan sudut pandang akan membantu kita dalam menempatkan obyek ataupun subyek ke dalam foto.

Teori komposisi seperti rule of third, leading lines, juxtaposition akan membantu kita menyusun frame foto yang akan diambil. Pola dan tekstur dapat juga kita gunakan dalam menyusun frame.

Pada foto dengan ruang tajam luas, kita harus memperhatikan foreground (latar depan), middle ground (latar tengah) dan background (latar belakang) saat akan menyusun frame.

Angle

Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT
Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT

Angle atau sudut pengambilan menentukan dari arah mana kita akan mengambil suatu foto. Berbagai macam angle bisa kita coba gunakan saat memotret subyek atau obyek.

Eye level view adalah angle normal yang mewakili posisi melihat manusia. Low angle menunjukkan angle lebih rendah dari eye level view, sedangkan high angle menunjukkan angle yang lebih tinggi dari angle normal.

Angle lain adalah frog view untuk angle dari bawah sekali, bisa dilakukan dengan meletakkan kamera di tanah. Bird eye view adalah angle dari atas sekali, contohnya adalah foto-foto yang diambil dengan menggunakan drone.

Time

Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT
Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT

Time atau waktu pengambilan memberikan variasi terhadap foto yang bisa kita hasilkan. Pengambilan foto pada momen puncak sebuah pertunjukkan seni dapat menghasilkan foto yang merekam perpaduan sempurna ekspresi dan koreografi penampil.

Pada keadaan lain akan mampu menampilkan keindahan alam yang lengkap. Time tidak sebatas momen puncak yang terjadi dalam rentang sepersekian detik, namun bisa juga dalam rentang yang lama seperti saat terbaik untuk memotret sunset di pantai selatan adalah waktu matahari sedang beredar di selatan garis khatulistiwa.

Momen sebelum, saat pelaksanaan dan setelah suatu acara juga dapat memberikan variasi terhadap foto yang bisa kita hasilkan.

Selain kelima bagian dari  metode EDFAT, pada panduan peyusunan foto cerita lainnya terdapat poin yang juga bisa kita gunakan.

Poin-poin tersebut adalah interaction, man at work dan portrait. Interaction memuat hubungan yang terjadi diantara obyek-obyek di dalam foto. Tidak selalu kontak langsung, bisa juga terlihat dari gerak tubuh mereka.

Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT
Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT

Poin man at work menampilkan manusia yang sedang bekerja atau melakukan sesuatu. Kita bisa memotret satu orang ataupun sekumpulan orang yang sedang bekerja bersama.

Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT
Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT

Portrait adalah potret seseorang yang berada di lokasi yang kita tuju. Portrait bisa menampilkan foto subyek saja namun bisa juga menampilkan subyek dengan lingkungan di sekitarnya.

Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT
Menghasilkan Foto yang Menarik Menggunakan Metode EDFAT

Selain metode yang sudah dijelaskan di atas, rasa ingin tahu dan keinginan untuk mengeksplorasi akan memudahkan kita untuk menghasilkan foto yang beranekaragam.

Selamat memotret dan hormatilah aturan di daerah yang kita datangi.

Load More Related Articles
Load More By Hardybreck
Load More In Tips Fotografi