Indonesia Netaudio Festival Kembali digelar di Yogyakarta

5 min read
0
111

YOGYAKARTA – (Rabu, 15/8/2018) Indonesia Netaudio Festival (INF) mengundang rekan media dan komunitas untuk hadir di Press Conference Indonesia Netaudio Festival 3.0 di Gallery Prawirotaman Hotel Jalan Prawirotaman II No. 839B, Yogyakarta.

Acara yang di moderatori oleh Anitha Silvia ini berlangsung mulai dari pukul 15.00 hingga pukul 17.00 WIB dengan menghadirkan narasumber Wok The Rock (direktur INF3), Riar Rizaldi (kurator pameran seni media INF3), Hirota Fumi (Japan Foundation), Abdul Barry (Japan Fondation Jakarta).

Press Conference Indonesia Netaudio Festival 3.0
Press Conference Indonesia Netaudio Festival 3.0

Indonesia Netaudio Festival (INF) merupakan sebuah kelompok yang berpusat pada kultur digital dan praktik berbagi yang demokratis pada era digital. Berangkat dari fokus tersebut, INF berniat menyediakan suatu ruang sosial yang menampilkan rangkaian karya musik, seni media dan budaya kolektif yang dalam praktiknya menggunakan internet.

Tahun 2018 ini, INF menggelar festival ketiga, bekerjasama dengan Japan Foundation Asia Center yang akan mengambil lokasi di Jogja National Museum. Meniliki pada gelaran INF sebelumnya pada tahun 2012 dan 2014 di Yogyakarta dan Bandung, dan kali ini kembali ke Yogyakarta dengan mengusung tema “Sharing Over Netizen Explosion”.

Keseluruhan program festival dikurasi oleh seniman Wok The Rock bekerjasama dengan Andreas Siagian sebagai pengarah artistik. INF 3.0 dilaksanakan pada 18-28 Agustus 2018, dengan rangkaian acara konser musik, diskusi, lokakarya, pasar barter, live cooking, dan file sharing.

Program khusus pun dihadirkan tahun ini, sebuah pameran seni media yang dikurasi oleh Riar Rizaldi, seorang seniman dan peneliti seni media. Riar Rizaldi pun ditarik untuk terlibat mengurasi 9 karya dari para seniman yang dinilai menarik karena baru kali ini dilakukan.

INF 3.0 juga mengundang musisi, seniman, penggerak budaya alternatif, kurator, peneliti dan praktisi media dari Indonesia dan Jepang untuk bersama-sama mengkaji budaya berbagi dan intervensi artistik di tengah gegap gempita ledakan informasi para pengguna internet saat ini.

Beberapa seniman kondang tanah air yang aktif di bidang netaudio akan tampil dalam agenda acara tersebut. Nama-nama seperti Barakatak, Silampukau, Senyawa, Bottlesmoker, Amok, Temaram, Hyper Allergic hingga Gardika Gigih, Tommy Herseta, Hifana (JP) ft Antirender, Dissonant, Oomleo Berkaraoke, Princess Xiaomi, Prontaxan akan tampil menampilkan karya-karya terbaik mereka.

Wok The Rock mengatakan saat ini internet lebih banyak digunakan untuk hal yang berbau politis bahkan penyebaran hoaks yang hampir mayoritas hal negatif terus tersebar masif. Secara khusus, INF ingin mengingatkan kembali bahwa internet dengan berbagai aplikasi di dalamnya mengadopsi budaya tradisi Indonesia yakni berbagi dan gotong-royong.

 Ia juga mengungkapkan bagaimana kondisi media internet kita saat ini. “Teman-teman seniman mencoba merangkum kondisi kehidupan internet saat ini secara global. Kami ingin perlihatkan bagaimana internet jadi bagian perkembangan seni rupa dan sosial budaya yang kita alami saat ini. Seniman bukan merepresentasikan internet tapi membedah serta melihat apa sebenarnya internet, jaringan dan hal lain di sekelilingnya”, ungkap Wok The Rock.

“Melalui festival ini juga saya mengingatkan kembali, agar kita bisa menggunakan internet dengan lebih bijaksana”, ungkapnya kembali dalam konferensi pers.

Sementara Fumi Hirota Perwakilan Asia Center Japan Foundation menyampaikan dalam event kali ini pihaknya mengusung 20 artis dari Jepang yang akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama 10 hari.

“Mereka akan berbagi apa yang telah dilakukan selama ini di Jepang namun di sisi lain mereka juga diharapkan bisa mendapat banyak hal dari kunjungan di Yogyakarta yang memang dikenal dengan budaya,” tutup Fumi Hirota.

Load More Related Articles
Load More By Tikha Novita Sari
Load More In Event