Hariti: Sosok Dewi Ibu dalam Panel Relief Candi Buddha

5 min read
0
145
Ia sosok yang penuh dengan kemurnian. Dari rahimnya, tumbuhlah janin sekuat bajra.

Istilah Dewi Ibu atau dewi kesuburan sangat akrab di telinga orang-orang Indonesia. Bagi orang Jawa, Dewi Ibu seringkali diidentikkan dengan sosok wanita yang disebut Dewi Sri. Tidak hanya sekadar kesuburan lingkungan, namun juga kesuburan anak. Namun, tahukah Anda jika terdapat sosok wanita lain yang juga dikenal sebagai Dewi Ibu? Sosok tersebut bernama Dewi Hariti.

Hariti, Dewi Ibu dalam Panel Relief Candi Buddha
Hariti, Dewi Ibu dalam Panel Relief Candi Buddha

Dalam ajaran Buddha, Hariti dikenal sebagai Dewi Kesuburan serta Dewi Pelindung Anak. Konon, bersama suaminya yang bernama Pancika, Hariti memiliki lima ratus orang anak. Rahimnya seakan menjadi harapan bagi seluruh calon anak-anaknya. Demi menghidupi diri dan janinnya, Hariti kerapkali menculik anak-anak orang lain untuk dibunuh dan dimakan dagingnya.

Baca juga:

Suatu hari, rakyat Rajagirha mulai resah dan mengadu pada Buddha karena banyaknya anak-anak mereka yang hilang. Buddha yang maha bijaksana kemudian membawa anak bungsu Hariti yang bernama Priyangkara ke sisinya. Alangkah terkejutnya Hariti saat pulang karena tidak mendapati anak kesayangannya tersebut di rumah. Hariti kemudian bersedih karena harus kehilangan satu dari lima ratus anaknya. Kemudian ia meminta pada Buddha untuk mengembalikan Priyangkara ke pangkuannya.

Dari peristiwa itulah, kemudian Hariti mulai menyadari perbuatannya selama ini yang gemar menculik dan memakan anak-anak di Rajagirha. Akhirnya, Hariti mulai mengikuti ajaran Buddha, utamanya yakni Dharma Ahimsa (pantang melakukan pembunuhan terhadap makhluk hidup). Sejak saat itu, Hariti kemudian berubah menjadi sosok yang penyayang dan melindungi anak-anak.

Hariti tidak hanya dikenal dalam ajaran Buddha saja. Dalam ajaran Hindu, Hariti dikenal dengan nama “Men Brayut”. Hingga kini, keberadaan Dewi Hariti mash dipuja sebagai dewi Ibu.

Perwujudan sosok Hariti mudah dijumpai pada candi beraliran Buddha di daerah DIY – Jawa Tengah. Beberapa diantaranya yakni pada relief Candi Banyunibo dan Candi Mendut. Keberadaan Hariti pada candi-candi tersebut dimaksudkan untuk menangkal roh-roh jahat yang kerapkali mengganggu anak-anak.

Candi Banyunibo sendiri terletak di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY. Pada candi Buddha yang berorientasi ke arah barat ini, relief Dewi Hariti terpahat pada lorong menuju ruang utama candi. Tepatnya pada panel sebelah kiri. Dalam relief ini, Dewi Hariti digambarkan dengan posisi duduk dikelilingi oleh anak-anaknya. Sayangnya, dalam relief tersebut tidak menampakkan wajah Dewi Hariti secara utuh.

Hariti, Dewi Ibu dalam Panel Relief Candi Buddha
Hariti, Dewi Ibu dalam Panel Relief Candi Buddha

Lain Hariti di Banyunibo, lain lagi dengan Hariti di Mendut. Candi Mendut sendiri terletak di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. Lokasinya sekitar 3 km dari candi Borobudur atau setara 38 km ke arah barat laut Yogyakarta.

Penggambaran Dewi Hariti terpahat pada relief yang terletak di bagian dinding dalam bilik candi pada arah selatan. Berbeda dengan candi sebelumnya, relief Hariti pada Candi Mendut tampak tergambar jelas di mana Hariti diposisikan sedang duduk bersimpuh menggendong seorang anak. Tampak anak-anak lain juga berada di sekitarnya dengan setting tempat sebuah taman lengkap dengan pepohonan yang sedang berbuah.

Penggambaran Hariti takkan bisa lepas dari anak-anak. Ini menandakan bahwa Hariti merupakan Dewi Ibu yang bertugas untuk melindungi anak-anak. Penggambaran pohon yang berbuah pada panel relief Hariti juga menggambarkan Hariti merupakan dewi kesuburan.

Jadi, apakah Anda tertarik untuk bertemu langsung dengan Dewi Ibu di Candi Banyunibo dan Candi Mendut?

Baca juga artikel menarik lainnya Selly Juanisa.

Load More Related Articles
Load More By Selly Juanisa Harsela
Load More In Heritage