Gerakkan Musisi Muda, Chamber Music Space Menggembirakan

6 min read
1
190

Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar acara Chamber Music Space 2023. Ini merupakan program pertama yang memberikan ruang bagi pertunjukan alternatif musik klasik di Yogyakarta. Tak hanya baru, format konser ini memberikan konsep yang menarik, unik sekaligus eksploratif baik dari segi genre, musik, instrument yang ditampilkan hingga musik itu sendiri.

Acara yang digelar selama dua hari pada hari Jumat (8/12) dan Sabtu (9/12) di Auditorium Sekolah Musik Kawai, Kotabaru, Yogyakarta ini memberikan pengalaman menarik bagi musisi sekaligus para penonton yang hadir. Acara ini menampilkan enam chamber group dengan membawakan berbagai repertoar mulai dari klasik, barok, modern, kontemporer hingga beragam karya komposer muda Yogyakarta. Acara ini terbuka bagi masyarakat Yogyakarta secara gratis dengan reservasi sebelumnya yang diumumkan melalui kanal website dan instagram dinas kebudayaan DIY.

Chamber Music Space
Chamber Music Space 2023

Chamber Music atau musik kamar tidak begitu banyak terdengar meski jenis musik ini termasuk sudah sangat tua. Musik kamar muncul di zaman Barok sekitar tahun 1600-1750. Penamaan kamar sebagai dalam jenis musik ini didasarkan pada tempat dimana musik ini diperdengarkan yang awalnya menggunakan ruangan khusus yang tidak terlalu luas. Jumlah penontonnya pun di awal kebanyakan adalah para pencinta musik ataupun ahli musik dimana musiknya diolah lebih teliti dibandingkan dengan musik orkestra dengan skala yang besar.

Pada gelaran chamber music space yang dibagi dalam dua hari ini menampilan musisi-musisi muda dari Yogyakarta dalam berbagai format. Penampilan hari pertama dibuka dengan piano trio, vokal grup dan grup saxophone. Sedangkan hari kedua diisi oleh komposisi standar musik kamar, seperti string consort.

FORMAT PENAMPILAN YANG MENARIK

Penampilan dibuka oleh Eloquence Chamber yang membawakan format piano trio. Grup yang terdiri dari Shely Angel Chrishanita sebagai Violinist, Cheny Reael Tarigan sebagai Cellist dan Gabriel Amadeus sebagai Pianist tampil memukau dengan membawakan repertoire karya Mendhelson dan komponis lokal, Julius Catra.

Eloquence Chamber

Penampilan kedua dibawakan oleh Vocal Groove, kelompok vokal grup yang sudah berdiri sejak 2016 ini membawakan berbagai repertoar lintas genre dengan aransemen musik yang menyegarkan. Tampil dengan dua Sopran, satu Alto, dua Tenor dan satu Bass, mereka membawakan lagu-lagu pop dengan aransemen vokal grup yang menggugah para pendengar. Mereka membawakan top-list lagu pop indonesia pada masanya seperti, Sesaat Kau Hadir yang dipopulerkan oleh Utha Likumahuwa, Lir-Ilir, Amin Paling Serius, Mantan Terindah, Perahu kertas hingga Never Enough.

Vocal Groove

Fanny, Manager Vocal Groove bercerita mereka mempersiapkan penampilan ini dalam waktu yang cukup singkat.

“Persiapannya sekitar dua minggu. Karena ada keterbatasan waktu ada beberapa lagu yang pernah kita bawakan. Namun, ada satu lagu yang kita persiapkan kurang lebih satu minggu. Lagu ‘Untuk Apa’ yang diaransemen oleh teman kita, mas Peran Spek Tarigan.” ungkap Fanny.

TAK HANYA KLASIK NAMUN JUGA JAZZ

Penampilan terakhir di hari pertama chamber music space ditutup oleh Sax Bomb, sebuah grup saxoponist dengan satu orang perkusi. Sax bomb tampilk dengan format 3 saxophono alto dan dua saxophone tenor. Mereka menampilkan lima buah repertoir jazz baik dari lagu jazz lawas hingga aransemen baru dari salah satu pemain. Blue Pearl, salah satu lagu yang dibawakan cukup nyaman dan memberikan nuasa jazz yang sangat menarik.

Sax Bomb

Fengky, salah satu anggota Sax Bomb menuturkan grupnya ini muncul karena ide untuk belajar saxophone lebih dalam dan menjadi wadah untuk saling sharing pengetahuan.

“Awalnya bikin ini spontan dengan teman-teman ketika latihan, ya awalnya sebagai wadah untuk saling sharing”, tutur Fengky.

Hari kedua chamber music space juga diisi dengan musisi muda yang tak kalah menarik. Grup Ramandk String Quartet dan Reclaim String Quartet membawakan format string yang memukau baik dari segi penampilan, aransemen maupun interpretasi yang dibawakan semuanya terasa begitu halus dan menggugah. Penampilan dihari kedua ini juga diisi dengan format duo gitar dari Mardian Bagus dan Rahmat Raharjo.

Konser dengan format musik kamar ini tidak hanya memberikan sekedar ruang bagi para musisi muda untuk mengekspresikan dan berkreasi dengan ciptaan-ciptaan mereka namun juga memberikan ruang kesadaran dan apresiasi seni yang lebih luas kepada masyarakat Yogyakarta.

 

 

Load More Related Articles
Load More By Pras Chandrawardhana
Load More In News