Genpi Jogja Pilih Ngingrong sebagai Destinasi Digital Kedua

6 min read
0
205

Pasar Ngingrong merupakan salah satu destinasi wisata digital yang digagas oleh Kementrian Pariwisata bersama dengan Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Jogja. Destinasi digital ini terletak di Desa Mulo, Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogyakarta.

Pemandangan indah dari eksotisnya kawasan geosite Gunungsewu Geopark Network di Gunungkidul adalah daya tarik tempat ini. Menghadirkan beragam obyek wisata bertema adventure dilengkapi dengan sajian kuliner khas Gunungkidul menjadi paket wisata yang menarik.

Pasar Ngingrong ini mudah dijangkau, dari kota Yogyakarta menuju Kota Wonosari Gunungkidul. Letaknya berada dipingir jalan menuju pantai selatan Gunungkidul.

Pasar wisata kuliner Ngingrong ini selain bertujuan untuk menarik wisatawan, juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar, agar perekonomiannya meningkat.

Masyarakat yang semula hanya bertani didorong untuk kembali memproduksi makanan tradisional khas dan dipasarkan di pasar wisata. Pasar yang sudah terbentuk ini kemudian dipromosikan kepada masyarakat melalui media online.

Berbagai jenis makanan tradisional yang ada di Pasar Ngingrong diantaranya olahan ketan, botok, sambel tawon, makanan dari umbi-umbian, pecel, nasi gudeg, gudangan, nasi thiwul dan gathot.

Memang konsepnya adalah makanan tradisional dan makanan khas dari Gunungkidul. CEO pasar (Koordinator Offline) dari GenPi Jogja, Ully Ashidiqi mengungkapkan, semenjak kunjungan Menteri Pariwisata Arief Yahya, antusias para pedagang semakin meningkat. Tercatat saat ini ada 35 lapak di Pasar Kuliner Ngingrong.

Dalam rangka pembukaan Pasar Ngingrong yang akan digelar tanggal 8 September 2018 nanti, akan ada banyak perlombaan dan sajian seni.

Beberapa lomba yang dilakukan adalah lomba memasak, lomba lapak agar para pedagang juga memikirkan kualitas lapak masing-masing, dan lomba foto instagram yang dapat diikuti oleh masyarakat umum sekaligus salah satu sarana untuk pemasaran secara online.

Bagi pengunjung dapat berpartisipasi untuk mengikuti lomba foto instagram dan mendapatkan hadiah menarik. Selain perlombaan juga akan ditampilkan tari tradisional, Jathilan, dan musik akustik. Pasar Ngingrong tidak hanya mengangkat kuliner daerah tapi juga sekaligus dengan kebudayaan daerah.

Pengunjung Pasar Ngingrong juga dapat mencoba Jemparingan. Jemparingan adalah panahan tradisional gaya Mataram yang ke depannya akan menjadi salah satu kegiatan rutin di Pasar Ngingrong.

Jika panahan modern biasanya dilakukan dengan berdiri dengan menggunakan pakaian olahraga atau pakaian biasa, Jemparingan memiliki keunikan tersendiri. Panahan tradisional ini dilakukan sembari duduk bersimpuh atau bersila di tanah.

Pemanah juga diwajibkan menggunakan aksesoris atau baju khas jawa seperti surjan, jarik, udeng, atau blangkon. Panah yang digunakan pun terbuat dari kayu. Jemparingan dapat dilakukan oleh dewasa maupun anak-anak. Pengunjung yang ingin mencoba jemparingan akan dipandu oleh pengelola pasar dan masyarakat sekitar yang sudah terlatih.

Pasar Ngingrong akan dikembangkan menjadi destinasi yang berbasis adventure experience. Lembah Ngingrong kini dilengkapi berbagai fasilitas di antaranya flyingfox di atas lembah Ngingrong sepanjang 135 meter dengan ketinggian 78 sampai 80 meter yang akan menguji adrenalin. Juga terdapat goa yang memiliki keunikan, selain terdapat tiga step di dalam goa terdapat sungai bawah tanah yang airnya cukup jernih.

Pasar kuliner Ngingrong dan beragam wisata alam di kawasan geosite Lembah Ngingrong diharapkan akan menjadi paket wisata yang menarik untuk meningkatkan jumlah pelancong. Diharapkan pasar Ngingrong ini nantinya bisa berkelanjutan, pedagang dan pengelolanya tetap semangat, serta stabil, ungkap Ully Ashidiqi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga turut mendukung adanya destinasi digital ini. “Saya sering menyebutnya 2C, yaitu Creative Value dan Commercial Value. Kreatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial dari desain, pemilihan kata sampai pembuatan event. Dan selanjutnya event itu harus menciptakan nilai komersial yang bermanfaat bagi setiap anggota komunitas maupun masyarakat sekitar,” ujar Menpar Arief Yahya dalam acara Jagongan Digital yang digelar di Pasar Kakilangit. Dukungan penuh dari Kementrian Pariwisata mampu meningkatkan semangat dari pengelola dan pedagang pasar Ngingrong.

Load More Related Articles
Load More By Kazebara
Load More In Destinasi Digital