Gelar Pameran Sekaten 2019, Kraton Jogja Buka Kesempatan Belajar Batik dan Tari Klasik

9 min read
0
154

genpijogja.com – Tidak seperti sebelumnya, tahun ini perayaan Sekaten memiliki konsep yang berbeda. Sekaten akan dikembalikan sesuai tujuan semula, yakni syiar Islam.

Selain acara inti Sekaten berupa Hajad Dalem Garebeg Maulud yang dilaksanakan pada tanggal 9 November 2019, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat juga mengadakan pameran budaya dan kegiatan pendukung lainnya, seperti workshop budaya, lomba, pemutaran film, diskusi dan pelatihan seni.

Pameran budaya yang diselenggarakan pada perayaan Sekaten 2019 mengangkat tema tentang Sri Sultan HB I, meliputi biografi Sri Sultan HB I, peran Sri Sultan HB I dalam sejarah, karya Sri Sultan HB I, obyek terkait Sri Sultan HB I dan anugerah pahlawan kepada Sri Sultan HB I untuk mengingatkan kembali sejarah keberadaan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Gelar Pameran Sekaten 2019, Kraton Jogja Beri Kesempatan Publik Belajar Batik dan Tari Klasik
Gelar Pameran Sekaten 2019, Kraton Jogja Beri Kesempatan Publik Belajar Batik dan Tari Klasik

Salah satu kegiatan yang menarik adalah pelatihan seni batik, tari dan gamelan yang menurut jadwal akan dilaksanakan pada tanggal 2, 4, 5, 6 dan 8 November 2019 pukul 11.00, 17.00 dan 19.00 WIB.

Pelatihan seni batik, tari dan gamelan yang berlangsung selama Pameran Sekaten 2019 sangat banyak peminatnya. Terbukti beberapa hari sebelum pelaksanaan, link pendaftaran sudah ditutup. Saya termasuk yang kurang beruntung tidak lolos menjadi peserta. Memang kuota peserta latihan dibatasi, setiap sesi hanya untuk 20 orang saja.

Meski demikian, saya tetap berencana datang ke sana. Berharap ada yang berhalangan datang sehingga saya bisa menggantikan posisinya menjadi peserta.

Sekitar pukul 10.00 WIB, saya sudah sampai di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Karena tidak ingin terlambat, saya sengaja datang lebih awal. Berdasar informasi, pelatihan seni tari, batik dan gamelan akan dilaksanakan di Bale Bang, ruang audio visual, sisi timur Kagungan Dalem Siti Hinggil.

Sambil menunggu pelatihan batik dan tari dimulai saya menuju Bangsal Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat terlebih dahulu. Kebetulan saat itu baru dilaksanakan lomba karawitan untuk tingkat SD dan SMP. Senang melihat penampilan anak-anak remaja piawai memainkan perangkat gamelan dan menyanyikan tembang Jawa.

Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 10.45 WIB. Saya buru-buru pindah posisi, menuju Bale Bang, untuk melihat pelatihan batik. Di sana sudah siap petugas yang menyambut para peserta pelatihan. Kita tinggal menyebut nama dan petugas akan mencocokan dengan daftar nama yang dibawanya.

Bagi kalian yang ingin mengikuti pelatihan tapi namanya tidak ada di dalam daftar, di sarankan untuk menunggu. Kalau sampai batas waktu tertentu peserta yang sudah mendaftar tidak datang, maka jatahnya bisa kita gunakan.

Siang tadi, ada 2 latihan seni yang digelar, yakni batik dan tari. Untuk pelatihan batik, peserta didampingi oleh 2 (dua) orang pemandu. Sebelum mulai pemandu pelatihan batik menjelaskan bahan dan alat yang diperlukan untuk membatik, yaitu meliputi canting, kain, malam, wajan dan kompor.

Pemandu juga menjelaskan filosofi dari kegiatan membatik. Misal saja, cara kita memegang canting harus seleh. Kenapa dalam membatik kita harus sumeleh, karena jika tidak seleh, terasa sulit membuat motif batik dengan malam cair yang panas. Seperti hidup, sikap sumeleh harus kita kedepankan dalam bermasyarakat.

Malam cair yang kita ambil untuk membatik pun harus ditiup dengan teknik tertentu. Kenapa? Fungsinya untuk menghilangkan sumbatan di ujung canting sehingga malam bisa mengalir. Tidak hanya tentang tehnik membatik, pemandu juga menjelaskan motif batik yang diajarkan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat hanyalah batik klasik yang mengenal 4 warna, yakni biru dongker, putih, hitam dan coklat.

Peminat dari pelatihan batik ini sangat banyak, lebih dari 20 orang. Mereka datang dari berbagai kalangan, ada mahasiswa, pegawai kantoran bahkan turis mancanegara. Beberapa pengunjung yang tidak memperoleh kuota sebagai peserta, tetap bisa menyimak dan mendengarkan materi yang disampaikan pemandu pelatihan sambil melihat peserta lain praktik membatik.

Gelar Pameran Sekaten 2019, Kraton Jogja Beri Kesempatan Publik Belajar Batik dan Tari Klasik
Gelar Pameran Sekaten 2019, Kraton Jogja Beri Kesempatan Publik Belajar Batik dan Tari Klasik

Setelah puas mendengarkan materi, saya bergeser ke ruang sebelah yang digunakan untuk latihan menari. Ternyata sudah banyak yang berkumpul. Hari ini merupakan jadwal latihan menari untuk putri. Tarian yang diajarkan adalah tari klasik Nawung Sekar. Ada 2 (dua) orang pelatih yakni mbak Mayong dan Mbak Astri yang tampak luwes sekali.

Mbak Mayong dan Mbak Astri menjelaskan berbagai gerakan dasar yang harus dipahami dalam tarian Nawung Sekar, seperti ngithing, ngeruji, mendhak, keser, kicat dan masih banyak lagi.

Peserta yang kebanyakan pelajar dan mahasiswa sangat antusias mengikuti arahan Mbak Mayong dan Mbak Astri. Mungkin karena para peserta masih muda-muda, kemampuan menangkap materi sangat cepat. Ketika beberapa gerakan dicoba dengan diiringi musik gamelan, mereka terlihat sudah luwes dan kompak.

“Baru sekali ini berlatih tari klasik, sulit tapi asyik”, ungkap Evi salah seorang peserta latihan menari yang masih berstatus mahasiswi. Evi mengikuti pelatihan tari sesi 1. Setiap pelatihan, dialokasikan waktu 2 (dua) jam untuk latihan batik dan menari yang tampaknya cukup memuaskan peserta. Bahkan beberapa ada yang berminat untuk ikut kembali berlatih jika masih ada kuota.

Ketertarikan para peserta yang kebanyakan anak muda ini mengikuti berbagai pelatihan seni yang diselenggarakan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menjadi penanda bahwa kepedulian generasi muda untuk menjaga seni dan budaya, khususnya Jawa, masih terus terjaga.

Gelar Pameran Sekaten 2019, Kraton Jogja Beri Kesempatan Publik Belajar Batik dan Tari Klasik
Gelar Pameran Sekaten 2019, Kraton Jogja Beri Kesempatan Publik Belajar Batik dan Tari Klasik

Kamu berminat juga mengikuti pelatihan seni tari, batik dan gamelan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat? Jangan khawatir, kegiatan pelatihan seni masih akan berlangsung pada tanggal 4, 5, 6 dan 8 November 2019 pukul 11.00, 17.00 dan 19.00 WIB.

Yuk, datang ke acara Sekaten, tiketnya hanya Rp5.000 saja. Dengan uang semurah itu dijamin kamu bakal mendapat banyak pengetahuan dan wawasan baru. Perhelatan Pameran Sekaten 2019 masih akan berlangsung hingga tanggal 9 November 2019 nanti.

Baca juga artikel terkait Sekaten atau tulisan menarik lainnya Sapti Nurul.
Load More Related Articles
Load More By sapti nurul hidayati
Load More In Event