Gelar Pameran Fotografi, Paniradya Kaistimewan Gandeng Komunitas Fotografer

7 min read
0
69

genpijogja.com – Paniradya Kaistimewan akan menggelar pameran fotografi dengan tajuk utama “Jogja Istimewa dalam Cerita” di Kafe Sonobudoyo jalan Pangurakan No.6 Yogyakarta.

Pameran yang akan berlangsung selama 3 (tiga) hari ini dimulai sejak Jumat, 25 Oktober 2019 hingga Minggu, 27 Oktober 2019 pada pukul 10:00 WIB – 21:00 WIB.

Gelar Pameran Fotografi, Paniradya Kaistimewan Gandeng Komunitas Fotografer
Gelar Pameran Fotografi, Paniradya Kaistimewan Gandeng Komunitas Fotografer

Pimpinan Paniradya Kaistimewaan Drs. Beny Suharsono, M.Si menyampaikan bahwa keberagaman di Jogja, tidak harus menjadi keseragaman, tapi bisa menjadi keselarasan. Ini direspon oleh  Paniradya Kaistimewan dengan mendesain Pameran Fotografi yang diberi tajuk utama “Jogja Istimewa dalam Cerita”.

Fotografi kali ini dipilih oleh Paniradya Kaistimewan sebagai salah satu cara penyebarluasan informasi keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, melihat keberagaman latar belakang budaya yang tumbuh di Jogja apabila dibingkai dalam bentuk fotografi, akan menjadi hal yang memiliki nilai jual saat dikemas di media cetak, media elektronik, maupun sosial media.

Beberapa tahun terakhir ini, fotografi memang mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak memasuki era revolusi digital. Sebuah foto tidak hanya mampu menggambarkan objek yang ada di dalamnya, akan tetapi sekaligus mampu menyebarluaskan informasi tertentu yang ingin disampaikan. Dalam hal ini, Paniradya Kaistimewan ingin menyampaikan nilai-nilai adi luhung yang dimiliki oleh orang Jogja.

Gelar Pameran Fotografi, Paniradya Kaistimewan Gandeng Komunitas Fotografer
Gelar Pameran Fotografi, Paniradya Kaistimewan Gandeng Komunitas Fotografer

Kehidupan bersama di Jogja dengan aneka latar belakang budaya dituntut adanya solidaritas atau kesetiakawanan sosial antar anggota masyarakat, baik dalam keadaan senang maupun susah (sabaya mati, sabaya mukti).

Tolong-menolong, bantu-membantu, sehingga setiap permasalahan yang timbul dapat dihadapi dan diselesaikan lebih ringan. Terlebih lagi, dalam menangani urusan yang berkaitan dengan kepentingan bersama, antaranggota masyarakat hendaknya seia-sekata, bergotong royong bahu-membahu (saiyek saéka kapti) merampungkan urusan bersama dengan sebaik-baiknya.

Demi kepentingan umum, janganlah hitung-hitungan imbalan (sepi ing pamrih, ramé ing gawé) karena bekerja demi kepentingan umum merupakan wujud keutamaan tugas yang harus diemban manusia sebagai makhluk Tuhan dalam rangka memperindah dan menjaga kelestarian dunia (hamemayu hayuning bawana) agar dunia senantiasa memberi perasaan aman dan damai (ayom ayem) bagi penghuninya.

Dalam menjaga kohesi dan harmoni kehidupan sosial, hubungan antaranggota masyarakat haruslah dilandasi oleh prinsip hormat. Yang muda harus menghormati yang tua atau yang dituakan. Sebaliknya, yang tua atau yang dituakan wajib menghargai, melindungi, membimbing dan menyayangi yang muda.

Prinsip hormat ini dijalankan agar tiap orang bersedia memanusiakan orang lain dan dari lain pihak dirinya juga merasa dimanusiakan oleh orang lain (nguwongké lan diuwongké).

Pararel dengan prinsip memanusiakan orang ialah prinsip empati dan timbal-balik (tepa salira). Prinsip hormat yang lebih bersifat batiniah itu di ekspresikan secara lahiriah dalam wujud sopan santun (tata krama; unggah-ungguh). Sopan santun itu menjauhkan orang dari celaan (tata krama iku ngadohaké ing panyendhu).

Dasar terdalam dari semua itu ialah sikap batin yang harus dijaga bahwa menghormat itu bukanlah wujud kerendahdirian, melainkan wujud kerendahatian. Nilai-nilai adi luhung ini yang ingin disampaikan oleh Paniradya Kaistimewan kepada masyarakat luas melalui Pameran Fotografi “Membingkai Jogja Istimewa”.

Gelar Pameran Fotografi, Paniradya Kaistimewan Gandeng Komunitas Fotografer
Gelar Pameran Fotografi, Paniradya Kaistimewan Gandeng Komunitas Fotografer

Pameran Fotografi akan dikemas berbarengan dengan Workshop Fotografi: Bincang Foto The Best Shot Bersama Giri Wija dan Lomba Foto On The Spot dengan judul “Membingkai Jogja Istimewa”.

Lomba Foto On The Spot dengan judul “Membingkai Jogja Istimewa” berhadiah total sebesar Rp14.500.000 dengan rincian hadiah Juara I sebesar Rp5.000.000, Juara II sebesar Rp3.500.000, Juara III sebesar Rp2.250.000, Juara Harapan I sebesar Rp1.500.000, Juara Harapan II sebesar Rp1.250.000 dan Juara Harapan III sebesar Rp1.000.000.

Peserta Lomba Foto On The Spot dapat mengikuti lomba ini dengan daftar online di bit.ly/lombafotojogja dan wajib hadir untuk registrasi ulang pada hari Minggu, 27 Oktober 2019 pukul 11.00 – 12.00 WIB di halaman Museum Sonobudoyo.

Sedangkan Bincang Foto The Best Shot bersama Giri Wija akan berlangsung pada hari Sabtu, 26 Oktober 2019 pukul 18.00 WIB di Kafe Sonobudoyo, Yogyakarta. Gratis.

Pameran fotografi “Jogja Istimewa dalam Cerita” akan dibuka pada hari Jumat, 25 Oktober 2019 pukul 18.30 -19.30 WIB oleh pimpinan Paniradya Kaistimewaan Drs. Beny Suharsono, M.Si di Kafe Sonobudoyo jalan Pangurakan No.6 Yogyakarta.

Acara ini diharapkan mampu menjadi sinergi antara pameran fotografi, workshop dan lomba foto. Harapannya pameran fotografi “Jogja Istimewa dalam Cerita” semakin menyebarluaskan informasi tentang keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta ke lingkup lebih luas.

Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In News