Festival Ratu Boko 2018 Ajak Milenial Cintai Seni Tari dan Warisan Leluhur

6 min read
0
184
Festival Ratu Boko 2018
Festival Ratu Boko 2018. Foto milik Gandung Hidayat.

Pukulan gong tiga kali menandai Festival Ratu Boko 2018 resmi dibuka. Acara yang dihadiri oleh pimpinan PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero), Asisten Deputi Kementerian BUMN, Kepala BPCB DIY, Dinas Pariwisata Sleman, Komisi B dan C DPRD Kabupaten Klaten, DPD Asita DIY dan PHRI DIY berlangsung meriah sejak pukul 16.00 WIB (22/9).

“Festival Ratu Boko 2018 memberi wadah kepada seniman dan karya-karyanya”, ujar Ricky Siahaan, mewakili PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero). “Ini merupakan Festival Ratu Boko tahun ke-4 dan tahun ini mempunyai tema yang sangat menarik”.

Acara yang berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtu tanggal 22 September 2018 dan Minggu 23 September 2018 akan menampilkan karya-karya klasik yang dibawakan oleh Sanggar Arkamaya Sukma dan Sanggar Nur Sekar Kinanti dari Jakarta.

Puncak acara hari pertama ialah sendratari klasik Tirta Amertha yang dibawakan oleh group Sanggar Tari Bali Saraswati dan KPB Purantara Yogyakarta yang bekerjasama dengan Komunitas Seni Sudhalango dan ISI Yogyakarta. Hari kedua akan diisi dengan karya-karya kontemporer dengan puncak acara sendratari Sumunaring Abhayagiri.

Kedua sendratari pada Festival Ratu Boko ini dipilih karena cocok dengan fitur dan riwayat yang terkait dengan situs Keraton Ratu Boko, berupa sumber air dan legenda berdirinya Keraton Ratu Boko, terang Ricky Siahaan saat memberikan sambutan saat peresmian Festival Ratu Boko. Khusus sendratari “Sumunaring Abhayagiri” hanya dipentaskan dua kali saja, yaitu tahun 2008 dan 2013. Kali ini, sendratari “Sumunaring Abhayagiri” khusus ditampilkan untuk Festival Ratu Boko 2018.

Sumunaring Abhayagiri digarap secara khusus oleh Jurusan Pendidikan Tari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta untuk dipentaskan di Keraton Ratu Boko. Sendratari ini mengisahkan Pancapana yang dalam kegelisahannya meninggalkan istana untuk menemui rakyatnya di seluruh penjuru negeri. Ia ingin memberikan semangat dan menolong rakyatnya yang menderita. Sendratari ini menjadi pertunjukkan puncak Festival Ratu Boko Festival 2018, pada hari Minggu tanggal 23 September 2018.

Semua pengunjung Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) bisa menyaksikan Festival Ratu Boko 2018 yang dilangsungkan di Taman Wisata Ratu Boko di taman sisi barat gapura yang menjadi ciri khas Keraton Ratu Boko. Panggung dirancang agar sesuai dengan gapura Keraton Ratu Boko dan disesuaikan dengan skenario Sumunaring Abhayagiri.

Seperti di ketahui Festival Ratu Boko ialah event tahunan yang diselenggarakan oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) setiap bulan september sebagai ajang bagi kelompok-kelompok seniman untuk menampilkan karya-karyanya baik karya tari, sendratari dan musik tradisional.

Festival Ratu Boko 2018
Festival Ratu Boko 2018. Foto milik Gandung Hidayat.

Pemerintah sedang menggalakkan pariwisata untuk menggantikan sektor migas dan lainnya. Kenapa? Karena pariwisata adalah sektor yang paling cepat bertumbuh. Negeri kita telah memiliki alam yang indah dan keberagaman budaya, kita tinggal merawat, jelas Hendrika Nora O Sinaga, Asisten Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata I Kementrian BUMN.

Ini senada dengan pernyataan Mentri Pariwisata Arief Yahya dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah yang di selenggarakan 27 – 30 Agustus 2018 yang lalu di Hotel Ambarukmo, Yogyakarta. “Pariwisata adalah pilihan yang tepat untuk memperkuat ekonomi Indonesia, di mana pariwisata mampu meningkatkan cadangan devisa negara secara cepat”, tegas pak Menpar.

Pariwisata juga paling murah dibanding membangun sektor migas. Pariwisata merupakan sektor paling berkesinambungan karena tidak bisa habis, kecuali kita yang menghentikan sendiri, lanjut Hendrika Nora O Sinaga. 

Ada tiga kunci industri pariwisata, yaitu atraksi, akses dan amenitas. Festival Ratu Boko 2018 bagian dari atraksi yang memberikan wadah untuk menampung kreatifitas para seniman. ”Meningkatkan rasa cinta kaum milenial untuk mencintai seni tari sekaligus warisan leluhur kita”, ungkap Hendrika Nora O Sinaga. “Membuat Festival Ratu Boko 2018 menjadi komposisi yang sempurna”.   

Festival Ratu Boko 2018
Festival Ratu Boko 2018. Foto milik Pipit Damayanti.
Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In News