EdanE dan Jamrud Guncang JogjaROCKarta #3

7 min read
0
27

genpijogja.com – JogjaROCKarta International Rock Music Festival kembali mengguncang Stadion Kridosono pada Minggu (3/11). Memboyong sederet artis lokal dan internasional, antara lain Extreme, Power Trip, Jamrud, EdanE, NTRL ft. Bimo, ILP, Down For Life, Trojan, dan Tumenggung.

Mengusung tema “Unity In Diversity”, JogjaROCKarta #3 | 2019 dipadati sekitar 7000 penonton. Penonton umumnya berdomisili Jogja, namun banyak juga yang hadir secara rombongan. Salah satunya Pasukan Babi Neraka, julukan bagi kelompok penggemar garis keras Down For Life. Mereka datang dari Surakarta untuk menyaksikan langsung aksi panggung grup band metalcore kebanggaan mereka di JogjaROCKarta #3.

Hail Edan!! (Foto: jogjarockartafestival)

Menjelang malam, panggung Kridosono semakin cadas dan membara. Adalah EdanE dengan permulaan “Living Dead” yang menghidupkan JogjaROCKarta #3, meski usia tak lagi muda. Penonton pun bersorak ketika hit EdanE “Kau Pikir Kaulah Segalanya” dibawakan. Nostalgia, penggemar setia EdanE kompak bernyanyi bersama.

EdanE bermusik sejak tahun 1991 lewat debut album The Beast (1992). Hingga saat ini, grup beranggotakan Eet Sjahranie (gitar), Fajar Satritama (drum), Daeng Oktav (bas), Hendra Zamzami (gitar), dan Ervin Nanzabakri (vokal) telah merilis tujuh album. Pada konser JogjaROCKarta #3, EdanE mengaku tidak terpaku untuk membawakan album pertama, karena tak banyak yang mengetahui lagu-lagunya.

Song list tahun ini berbeda dengan tahun lalu, walaupun ada juga (lagu) yang tetap kita bawa sih. Kita memilih lagu dari keinginan kita sendiri, karena sekarang ini masalahnya bukan karena lagu apa yang mungkin dimainkan, tapi lagu apa yang cocok untuk dibawakan”, tutur gitaris EdanE Eet Sjahranie ketika diwawancara di belakang panggung.

Aksi Eet EdanE. (Foto: jogjarockartafestival)

EdanE mengaku mereka adalah band yang tampil secara live dan JogjaROCKarta merupakan salah satu panggung besar EdanE. Dibandingkan dengan gelaran rock di kota lainnya, konser tahunan JogjaROCKarta dipandang Eet lebih selektif terhadap siapa yang ditampilkan.

“Dulu jaman 2002, kami pernah disebut berubah aliran jadi metal, padahal sebenarnya, ruh musik kami adalah hard rock. Kita yang penting bisa main rock, dan semakin dimurnikan rock-nya”, ungkap gitaris berusia 57 tahun itu.

Ketika ditanya tentang tren musik di era digital, EdanE dengan tegas menjawab akan bekerja keras agar tetap eksis di belantika rock Indonesia. Menyusul Burgerkill yang telah merambah pasar internasional, kini EdanE sedang menyusun album terbaru yang dijamin semakin edan.

“Senang kita bisa hadir lagi di JogjaROCKarta. Semoga kedepannya kita ada kesempatan lagi untuk kembali ke sini”, pungkas Eet.

Krisyanto dan suara khasnya. (Foto: jogjarockartafestival)

Semakin malam, metalhead semakin merapat. Pukulan drum Danny Rachman intens mengiringi vokal khas Krisyanto saat membawakan lagu-lagu legendaris seperti “Berakit-rakit”, “Ayam”, “Ningrat”, “Putri”, dan “Jauh (Andaikan…)” membuat seluruh penonton ikut bernyanyi.

Jamers Jogja (Foto: jogjarockartafestival)

Beberapa penonton mengusulkan lagu hit Jamrud “Surti-Tejo” untuk dinyanyikan. Namun mengingat lagu ini cukup kontroversial bagi masyarakat, Jamrud urung memenuhi keinginan penggemar.

Tak pernah kapok bermusik meski pernah dibui. (Foto: jogjarockartafestival)

“Wah jangan, jangan. Bahaya. Kayaknya Surti-Tejo nggak bisa malam ini. Kemarin aku bawain di Kalimantan, langsung dipenjara. Sehari sih. Lagu lain deh nggak papa, yang jorok-jorok banyak kok!” ungkap gitaris Jamrud sekaligus sosok di balik lagu “Surti-Tejo”, Aziz Mangasi Siagian, dan langsung disambut riuh penonton.

Meski sukses menjadi pionir musik cadas era 90-an, Jamrud sempat berulang kali bongkar pasang personel. Kini, Jamrud konsisten dengan anggota Krisyanto (lead vocal), Aziz Mangasi Siagian (gitar, backing vocal), Ricky Teddy (bas), Mochamad Irwan (gitar), dan Danny Rachman (drum).

“Jogja punya acara musik yang luar biasa. Semoga JogjaROCKarta makin jaya!” teriak Krisyanto.

Penonton JogjaROCKarta #3 | 2019 semakin antusias dengan hadirnya grup musik rock legendaris asal Amerika Extreme yang membawakan lagu “Monster”, “Get The Funk Out”, “Rest In Peace”, dan “More Than Words” yang dibawakan secara akustik oleh Nuno Bettencourt.

Power Trip digadang sebagai penutup perhelatan JogjaROCKarta #3. Tampil beringas dan cadas, grup musik thrash metal asal Dallas, Texas ini berhasil membakar energi dan semangat pecinta metalhead. Ditambah dengan aksi panggung sang vokalis Riley Gale yang aktraktif, panggung JogjaROCKarta #3 | 2019 tetap panas membara sampai ke pukulan drum terakhir.

JogjaROCKarta tak sepenuhnya berakhir, karena JogjaROCKarta #4 siap digelar Maret 2020 mendatang. Total tiga grup musik internasional akan diterbangkan ke Yogyakarta, salah duanya Whitesnake dan Scorpions.

Tiket sudah bisa dibeli mulai hari ini secara daring di Bookmyshow. Tiket mulai dari Fest B Rp 600.000,- lalu Fest A Rp 900.000,- dan VIP Rp 1.500.000,- exclude tax & admin fee. Informasi selengkapnya sila kunjungi akun Instagram jogjarockartafestival.

Load More Related Articles
Load More By hsnfarra
Load More In News