Durga Mahisasuramardini, Wanita Penakluk Bangsa Asura

5 min read
0
51
“Ia dewi yang tercipta dari perpaduan amarah dan murka para dewa atas ulah bangsa Asura”.

genpijogja.com – Dalam mitologi Hindu, Durga (Dewanagari: दुर्गा) dikenal sebagai saktinya dewa Shiva sekaligus ibu dari Dewa Ganesha dan Dewa Kartikeya. Durga juga punya nama lain yakni Uma atau Parvati.

Nama “Mahisasuramardhini” berasal dari gabungan 3 kata (Mahisa berarti kerbau, Asura berarti raksasa, Mardhini berarti membunuh). Berdasarkan namanya, tugas utama Dewi Durga yakni membunuh Asura (raksasa).

Dewi Durga, Wanita Penakluk Raksasa
Dewi Durga, Wanita Penakluk Raksasa

Durga juga dipercaya oleh para pemujanya sebagai dewi pemberi perlindungan, terlebih saat kesulitan menghadapi musuh dalam peperangan. Tak heran jika Durga juga dikenal sebagai dewi perang.

Arca Durga umumnya digambarkan sebagai dewi yang cantik, anggun, berdiri di atas kerbau, dan tersenyum manis (Santiko, 1987).

Sosok Durga pada pengarcaan digambarkan dengan posisi berdiri (tribhangga) di atas kerbau, dan memiliki 8 tangan yang masing-masing memegang laksana, seperti cakra, pedang (khadga), sangkha, perisai (khetaka), busur (dhanu), hingga anak panah (bana).

Konon, Durga diciptakan atas kekuatan para dewa yang menjadi satu kesatuan. Durga menjadi harapan baru bagi para dewa kala Asura bertumbuh menjadi sosok yang tidak bisa dikalahkan.

Mahisasura merupakan raja yang kuat serta terobsesi untuk hidup abadi dan tidak dapat dikalahkan oleh manusia dan dewa manapun. Mahisasura hanya bisa dikalahkan oleh seorang perempuan.

Obsesi tersebut dikabulkan oleh Brahma, dengan segera Mahisasura beserta pasukannya mengalahkan para dewa dan menguasai tiga dunia. Hingga kemudian Durga  melawan pasukan Mahisasura.

Saat pertempuran, Mahisasura yang bersikukuh tak mau tunduk pada Durga menjelma menjadi berbagai macam jelmaan binatang, seperti singa, gajah, hingga kerbau.

Namun semua usaha tersebut sia-sia, hingga akhirnya Mahisasura dapat ditaklukkan oleh Durga. Pertempuran Durga dengan Mahisasura juga menjadi lambang akan perlawanan terhadap kama (nafsu), krodha (amarah) dan lobha (serakah).

Arca Dewi Durga Mahisasuramardini dapat ditemui pada candi-candi Hindu di daerah Jogja dan Jawa Tengah. Satu di antara sekian candi yang memiliki arca Dewi Durga yang tergolong lengkap dan dapat jelas dilihat wujudnya yakni di Candi Prambanan. Candi ini merupakan candi Mataram Kuna aliran Hindu yang dibangun pada abad 9 M atas perintah raja Rakai Pikatan dari dinasti Sanjaya.

Candi Prambanan - Foto milik Jalu Tajam
Candi Prambanan – Foto milik Jalu Tajam

Kompleks Candi Prambanan sendiri secara administratif berlokasi di jalan Raya Solo- Yogyakarta Nomor 16 Kranggan, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Disebut sebagai kompleks dikarenakan candi ini terdiri dari berbagai macam candi perwara beserta 3 candi utama, yakni Candi Brahma, Candi Visnu dan Candi Shiva.

Arca Durga sendiri dapat ditemui pada bilik utara candi Shiva (Shiva-grha), yakni candi utama dan terbesar di kompleks Candi Prambanan.

Penempatan tersebut berhubungan dengan kedudukan Durga itu sendiri yang merupakan sakti dari Dewa Shiva. Selain terdapat arca Durga, Shiva-grha juga memiliki arca lain pada setiap biliknya. Pada bilik bagian timur yang notabene merupakan bilik utama, terdapat arca Dewa Shiva, pada bilik bagian Selatan terdapat arca Dewa Agastya dan pada bilik bagian barat terdapat arca Ganesha.

Arca Dewi Durga menjadi satu-satunya arca wanita di kompleks candi Prambanan, sehingga banyak sekali masyarakat yang menganggap bahwa arca Durga merupakan wujud dari patung Roro Jonggrang, yakni sosok wanita yang dikenal sebagai salah satu tokoh dari legenda yang berkaitan dengan pendirian candi Prambanan.

Jadi bagaimana, tertarik untuk bertemu dengan dewi penakluk bangsa Asura di Prambanan?

Load More Related Articles
Load More By Selly Juanisa Harsela
Load More In Heritage