Home Heritage Dolan ke Museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta

Dolan ke Museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta

7 menit waktu baca
235

Menghabiskan waktu libur di museum kini menjadi hal yang lumrah. Museum menjadi tempat pilihan wisata karena pilihan yang ditawarkan. Apalagi kalau bukan rekreasi yang dibalut dengan edukasi. Meski begitu, tak sedikit orang masih memandang bahwa museum sangat membosankan. Tidak seluruhnya benar, dewasa ini banyak museum mulai berbenah diri. Mencoba berinovasi, memperbaiki diri untuk menarik pengunjung lebih banyak lagi.

Museum Dewantara Kirti Girya
Museum Dewantara Kirti Girya. Foto Milik Wisata Yogyakarta – Panduan Wisata

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia, Jogja memiliki puluhan museum yang tersebar di empat kabupaten dan satu kota. Salah satunya Museum Dewantara Kirti Griya. Museum ini berada di kompleks perguruan Tamansiswa, Jalan Tamansiswa No.31 Yogyakarta. Letaknya yang berada di jantung kota membuat museum ini tak sulit dicari dan mudah dijangkau dengan berbagai transportasi baik umum maupun pribadi. Bagi para pengguna Trans Jogja, halte terdekat adalah halte pakualaman yang jaraknya hanya sekitar 650 meter dari museum.

Museum yang satu ini menempati bangunan bekas kediaman keluarga Ki Hadjar Dewantara. Ki Hadjar Dewantara dan keluarga mendiami bangunan ini dari tahun 1938 sampai 1958, setelah pindah dari kediaman lama yang ada di Jalan Gajah Mada Yogyakarta. Tak heran kalau museum ini dinamai “Dewantara Kirti Griya”. Nama museum Dewantara Kirti Griya bukan tanpa arti. Dewantara diambil dari nama Ki Hadjar Dewantara, Kirti berarti pekerjaan, dan griya berarti rumah. Dilihat dari namanya, museum ini bermakna rumah hasil kerja Ki Hadjar Dewantara. Museum ini bercerita mengenai lika-liku kehidupan Ki Hadjar Dewantara dan sekolah-sekolah Tamansiswa yang dirintis olehnya. Maklum saja, museum ini didedikasikan untuknya, Bapak Pejuang Pendidikan Bangsa Indonesia.

Museum Dewantara Kirti Griya menyimpan berbagai koleksi peninggalan Ki Hadjar Dewantara yang terbagi dalam beberapa tema antara lain latar belakang dan masa kecil Ki Hadjar Dewantara, karya-karya Ki Hadjar Dewantara sebagai seorang aktivis anti-kolonial dan wartawan, perkembangan pendekatan teori pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan sekolah tamansiswa yang pertama, pertumbuhan pesat sekolah-sekolah Tamansiswa di Indonesia dan perjuangan menuju Indonesia merdeka, serta peran penting Ki Hadjar Dewantara dalam kelahiran dan perkembangan seni rupa modern di Indonesia. Koleksi yang ditempatkan dalam berbagai ruang tersebut meliputi bangunan itu sendiri, kumpulan surat-menyurat Ki Hadjar Dewantara, perlengkapan-perlengkapan rumah tangga, foto-foto lama, dan pustaka dalam berbagai tulisan dan bahasa yang terletak di perpustakaan yang ada di sebelah Timur museum ini.

Museum Dewantara Kirti Griya
Museum Dewantara Kirti Griya

Jangan khawatir akan jenuh di museum ini. Tidak hanya melihat benda-benda mati, pengunjung boleh mencoba menggunakan beberapa koleksi seperti mesin ketik di ruang kamar tidur khusus Ki Hadjar Dewantara dan gamelan yang ada di ruang kamar tidur putri. Selain itu, pengelola Museum Dewantara Kirti Griya baru saja melaunching paket wisata menarik dan hemat biaya. Tidak sekadar berkeliling museum, paket wisata baru ini disertai dengan kegiatan “dolanan anak” yang bisa dinikmati oleh anak-anak maupun orang dewasa. Dolanan anak ini menjadi kegiatan yang seru karena para pengunjung diajak memainkan ragam permainan tradisional yang kini tidak lagi mudah dijumpai. Padahal, permainan tradisional yang diwariskan turun-temurun tersebut sarat akan filosofi dan nilai-nilai budi pekerti.

Museum Dewantara Kirti Griya buka hari Senin sampai Sabtu. Pada hari Senin sampai Kamis, museum buka dari pukul delapan pagi hingga pukul satu siang. Pada hari Jumat, museum dibuka pada pukul delapan pagi hingga pukul sebelas siang. Sedangkan pada hari Sabtu, museum dibuka pada pukul delapan pagi hingga pukul dua belas siang. Waktu yang dirasa tepat untuk mengunjungi museum yakni pada pagi hari. Saat matahari belum terik sekali. Maklum saja, museum ini belum sedingin beberapa museum lainnya. Namun jangan khawatir, di depan museum ini terdapat pendapa luas yang bisa digunakan untuk leyeh-leyeh sambil mencari angin saat kamu berkunjung siang hari. Untuk biaya masuk, jangan khawatir. Museum ini masih menerapkan sistem donasi.

Museum Dewantara Kirti Griya
Museum Dewantara Kirti Griya

Satu lagi, rasanya tak lengkap kalau piknik tanpa cari konsumsi kan? Terletak di Tamansiswa, museum ini dikelilingi berbagai tempat makan ala anak muda. Namun, sepertinya akan lebih mengesankan kalau menikmati hidangan merakyat yang dijajakan di Pujasera (Pusat Jajanan Serba Ada) Pakualaman yang ada di Lapangan Sewandanan. Tidak jauh dari museum, hanya sekitar delapan menit berjalan kaki ke arah Barat Laut. Di Lapangan Sewandanan, berbagai makanan ditawarkan. Soto ayam dan sapi, siomay, bakso, mie ayam, dan sebagainya. Makan sembari melihat keakraban bapak-bapak yang sedang asik bermain catur ditemani secangkir kopi tentu akan lebih menentramkan perasaan, bukan? Apalagi kalau bisa ikut srawung dan rembug tua.

Muat Lagi Dari Hernawan
Muat Lebih Banyak Di Heritage