Destinasi Wisata Prioritas Dipercepat, Jokowi Minta Dukungan Penuh Kementerian

6 min read
0
56

Presiden Joko Widodo pimpin rapat terbatas khusus membahas percepatan pengembangan destinasi wisata Borobudur dengan para Menteri Kabinet Kerja di Patio Main Joglo, Plataran Borobudur Resort and Spa, Kabupaten Magelang, Jumat pagi (30/8).

“Pengembangan empat destinasi wisata yang sudah beberapa kali saya sampaikan: Danau Toba di Sumatera Utara, Mandalika di NTB, Labuan Bajo di NTT dan Borobudur harus terus dipercepat”, ujar Presiden Jokowi membuka rapat. “Ini juga berkaitan dengan nanti 2020 selesainya Bandara Internasional Yogyakarta yang kita harapkan nanti pada bulan Maret 2020 telah bisa digunakan secara penuh”.

Presiden Jokowi Ingin Pengembangan Destinasi Wisata Prioritas Dipercepat
Presiden Jokowi Ingin Pengembangan Destinasi Wisata Prioritas Dipercepat

Selain pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA), Presiden Jokowi mengatakan pembangunan akses jalan dari Kulon Progo ke Borobudur juga akan dilakukan. Hal tersebut untuk memperpendek waktu tempuh dari bandara menuju Borobudur.

Baca juga: Tinjau YIA, Jokowi: Pembangunan Airport Tercepat Di Dunia

“Ini banyak alternatif dan kemarin juga dari Pak Gubernur Jawa Tengah, ada usulan juga dari Pak Bupati Purworejo. Saya kira masukan-masukan yang ada sangat-sangat baik dan nantinya akan segera kita putuskan setelah studi lapangannya selesai,” lanjut Jokowi.

Setelah konektivitas diselesaikan, Presiden Jokowi juga ingin agar tata ruang, tata kelola, dan manajemen segera dibenahi. Ia meminta agar rencana induk dan rencana detail pengembangan kawasan wisata borobudur segera diselesaikan dan segera ditetapkan.

“Begitu juga pengaturan tata ruang dan penentuan zona-zona pembangunan pariwisata harus segera disepakati. Kita atur bersama dan kita kendalikan”, imbuh beliau.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyoroti perkembangan di lapangan yang menurutnya masih belum cepat. Termasuk juga mengenai kelembagaan tata kelola di kawasan wisata Borobudur. Presiden Jokowi bahkan meminta laporan secara berkala setiap 3 bulan.

Borobudur merupakan satu dari empat destinasi wisata prioritas pemerintah selain Danau Toba, Labuan Bajo, dan Mandalika. Pengembangan kawasan Mandalika sendiri telah dipegang oleh ITDC dan ITDC bertanggung jawab mulai dari perencanaan infrastruktur pendukung, penataan kawasan, kebersihan toilet, penyediaan ruang-ruang untuk UMKM termasuk limbahnya.

Secara khusus, Presiden Jokowi meminta seluruh kementerian yang terkait agar memberikan dukungan penuh. Baik itu dalam hal yang berkaitan dengan tanah, maupun yang berkaitan dengan penghijauan kembali di kawasan wisata, terutama di Danau Toba, Labuan Bajo, dan Mandalika.

“Ini sangat penting sekali. Dan kita harapkan betul-betul di akhir 2020 produk ini betul-betul siap untuk dipromosikan secara besar-besaran dan juga kita harapkan infrastruktur pendukung baik airport dan jalan menuju ke tempat-tempat yang kita telah dan akan kembangkan ini betul-betul bisa memberikan dukungan yang baik,” paparnya.

Pengembangan destinasi wisata ini terus dipercepat karena menurut Presiden Jokowi, sektor pariwisata bisa menjadi motor peningkatan devisa di tengah gejolak ekonomi global. Sektor pariwisata juga menciptakan efek berganda, serta mendorong laju pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun daerah.

Presiden Jokowi Ingin Pengembangan Destinasi Wisata Prioritas Dipercepat
Presiden Jokowi Ingin Pengembangan Destinasi Wisata Prioritas Dipercepat

Sebelum memimpin rapat, Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyempatkan diri untuk meninjau secara langsung kawasan Candi Borobudur. Presiden Jokowi ingin mengecek semua kebutuhan yang diperlukan agar bisa mendukung kawasan Borobudur menjadi lebih baik lagi.

“Kita mau cek langsung kebutuhan-kebutuhan yang ada di lapangan sehingga betul-betul nanti mendukung apabila ada tambahan turis yang masuk, Borobodur siap untuk bisa melayani lebih baik para wisatawan,” imbuhnya.

Sebagai sebuah situs bersejarah, Presiden Jokowi memastikan kawasan Borobudur akan ditangani dengan baik. Termasuk di antaranya, misalnya dengan pengaturan pengunjung.

“Ya tadi juga sudah bicara. Karena sekarang ini dianggap belum, nanti kalau sudah pada kondisi yang betul-betul padat sekali baru akan ada pengaturan. Berapa yang boleh naik. Dibatasi, pasti akan ada pembatasan itu. Tadi sudah dibicarakan karena di sebelah sana kan tadi juga sudah ada penurunan sedikit,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau Borobudur diantaranya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Baca juga artikel menarik lainnya pacarkecilku.

Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In News