Home Kuliner Dawet Sambel, Kuliner Kulon Progo yang Ekstraordinary

Dawet Sambel, Kuliner Kulon Progo yang Ekstraordinary

5 min read
0
0
52

Lagi dan lagi, munculnya kawasan wisata memberi dampak besar terhadap kehidupan warga sekitar. Hal itu juga berlaku bagi Ibu Sutilah. Ibu Sutilah adalah seorang pedagang kakilima di kawasan Ekowisata Sungai Mudal.

Ekowisata Sungai Mudal mulai booming di media sosial awal tahun 2016. Selaras dengan spot wisata lain yang serupa di daerah itu, semacam Kedung Pedut dan Kembang Soka. Ketiganya berada di  Dusun Banyunganti,  Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo. Ibu Sutilah pun demikian, merupakan putra daerah yang juga berupaya mengembangkan potensi daerahnya. Salah satu usaha beliau adalah dengan menjajakan Kuliner Khas Girimulyo.

Baca juga:

LRM_EXPORT_27549428412015_20190318_125834712

Ekowisata Sungai Mudal

Sebelum Ekowisata Sungai Mudal muncul ke permukaan jagad sosial media, Ibu Sutilah pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Sesekali dia pergi ke pasar, untuk sekedar belanja maupun berjualan hasil kebun saat musim panen tiba.

Namun yang akan kita bahas kali ini bukanlah mengenai kehidupan sehari-hari Ibu Sutilah. Namun mengenai kuliner khas Girimulyo yang di jajakan Ibu Sutilah. Namanya Dawet Sambel.  Dari namanya saja sudah  terbayang menu kuliner ini berwujud dawet cendol yang manis dan segar. Lantas bagaimana dengan sambalnya? Yuk kita simak.

LRM_EXPORT_27220051410442_20190318_125305335

Dawet Sambel Khas Girimulyo

“Dawet sambel ini sudah ada sejak simbah, dari dulu. Emang asli makanan khas sini”, kata Ibu Sutilah. “Dulunya hanya berjualan saat ada acara-acara besar, seperti kesenian, atau perayaan tertentu. Tapi sekarang alkhamdulillah disini saja sudah cukup ramai”, tutup beliau.

Beliau menjajakan dagangannya di pintu masuk Ekowisata Sungai Mudal.  Biasanya Ibu Sutilah mulai memproduksi dawet sejak pukul 3 dini hari. Cendol yang digunakan terbuat dari tepung beras. Warnanya putih ke-abu-abuan, tanpa pewarna buatan. Sementara untuk kuahnya merupakan campuran dari legen (air nira kelapa) yang dicampur dengan gula jawa serta air putih agar tidak terlalu kental. Nira yang digunakan diperoleh dari tetangganya yang merupakan produsen legen.

Nah, yang spesial adalah sambalnya. Sekilas sambal yang dipakai mirip dengan sambal tempe pada kebanyakan warung makan. Tapi begitu dirasakan jelas terasa bahwa ini bukanlah sambal tempe. Sambal yang digunakan terbuat dari irisan daging kelapa yang sudah dikupas daan digoreng lalu dicampur dengan cabai, bawang dan sedikit garam. Rasanya yang pedas dan gurih membaur sempurna. Rasa sambalnya tidak bakal hilang meski sudah sampai rumah.

Dawet sambel  tergolong kuliner yang paling dicari wisatawan yang berkunjung ke Kulon Progo, terutama Girimulyo. Hal itu karena selain penyajiannya yang tidak biasa juga karena keunikan rasanya. Dawet kok dikasih sambal!

Rasanya mirip tahu gejrot, pecel, bisa juga dibilang mirip rujak. Kuahnya manis, bercampur dengan sambalnya yang pedas dan gurih. Agar tambah menarik, penyajiannya ditaburi dengan bawang goreng serta taoge segar. Mak Nyuss!!!  Harga 1 porsi dawet sambel yaitu 3k. Selain menjual dawet sambel sebagai menu utama, Ibu Sutilah juga menjual gorengan serta hasil panen.  Buka setiap hari, dagangan ibu Sutilah selalu laris diserbu pembeli.

LRM_EXPORT_27244577196617_20190318_125329861

Ibu Sutilah berjualan setelah pulang dari pasar, sekitar jam 08.30WIB hingga sore sekitar jam 17.00WIB. Bagi kalian yang datang dari luar kota jangan khawatir, pada hari-hari libur atau ramai wisatawan ibu Sutilah selalu menyediakan porsi tambahan. Dawet sambel bisa juga dijadikan oleh-oleh atau langsung makan ditempat wisata. Khusus hari Rabu dan Sabtu, ibu Sutilah berjualan di area kios Ekowisata Sungai Mudal. Tertarik mencoba sensasi ekstraordinary dari Dawet Sambel? Ikuti tautan ini: Lokasi Sungai Mudal

Baca juga artikel menarik lainnya Dody Hendro.

Load More Related Articles
Load More By Dody Hendro W
Load More In Kuliner