Corona Merebak, Museum Sonobudoyo Edukasi Masyarakat Lewat Pameran Kesehatan

5 min read
0
54

genpijogja.com – Senin (16/3), Museum Sonobudoyo Yogyakarta gelar Pameran Kesehatan di Gedung Pameran Temporer (eks KONI) jalan Pangurakan, Yogyakarta. Pameran ini akan berlangsung sejak tanggal 16 hingga 24 Maret 2020 dengan jam buka mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00 WIB.

WhatsApp Image 2020-03-17 at 08.00.35 (1)

 

Pameran yang mengusung tema “Nanti Kita Cerita tentang Sehat Hari Ini” diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian terkait merebaknya Corona Virus Disease (Covid-19) ditengah masyarakat.

Dalam hal ini, Museum Sonobudoyo Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Dinas Kesehatan DIY, RSUP Dr. Sardjito dan Polda DIY.

Pembukaan Pameran Kesehatan ditandai dengan tabuhan kenong oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, SP. M.Si yang hadir didampingi Setyawan Sahli, SE., MM selaku Kepala Museum Sonobudoyo Yogyakarta.

Museum Sonobudoyo Yogyakarta menampilkan koleksi-koleksi prespektif masa lalu mengenai bagaimana masyarakat Jawa menjaga kesehatan dan merespon adanya wabah penyakit dengan obat-obatan tradisional. Dalam hal ini Museum Sonobudoyo Yogyakarta menyajikan perbandingan pandemik influenza Spanyol tahun 1918 dengan Covid-19 dan bagaimana cara masyarakat merespon wabah penyakit di zamannya.

“Kami menampilkan koleksi untuk mengedukasi masyarakat bahwa dulu kita pernah mengalami hal serupa. Dan masyarakat kala itu memanfaatkan jamu dan berbagai ritual tertentu. Dalam hal ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat agar tidak panik menghadapi suatu pandemik”, ungkap Setyawan dalam sambutannya.

Salah satu koleksi yang dipamerkan dalam Pameran Kesehatan Museum Sonobudoyo Yogyakarta, misalnya Lontar Usada yang menjadi bentuk pencatatan segala macam penyakit serta obatnya. Adapula bokor dan padupan yang digunakan dalam sesajen yang berfungsi untuk menolak bala penyakit.

“Koleksi-koleksi tersebut hanya ditampilkan dalam satu ruangan untuk mencegah kerumunan massa. Sedangkan kegiatan budaya lain masih akan digelar dengan protokol kesehatan yang dianjurkan”, ujar Aris.

WhatsApp Image 2020-03-17 at 08.00.35

Tak hanya itu, agenda Pameran Kesehatan Museum Sonobudoyo Yogyakarta juga akan membuka pengecekan kesehatan secara gratis pada tanggal 20, 21 dan 22 Maret 2020 mendatang bekerjasama dengan pihak RSUP Dr. Sardjito. Harapannya dengan adanya pameran kesehatan, masyarakat teredukasi dengan baik dan tidak mudah panik ketika mendapatkan informasi mengenai virus corona.

Pada acara pembukaan Pameran Kesehatan, Museum Sonobudoyo juga menyelenggarakann acara diskusi kesehatan yang menghadirkan pembicara dari Dinas Kesehatan dan Polda DIY.

Dalam kesempatan kali ini digunakan Dinas Kesehatan untuk mensosialisasikan kampanye perilaku hidup bersih dan sehat. Juga mengenai Covid-19, mulai dari gejala, penularan, pengobatan, cara mencegah, nomor kontak yang bisa dihubungi juga rumah sakit yang menjadi rujukan perawatan.

Kegiatan pameran kesehatan ini juga memperagakan cara mencuci tangan sebagai bentuk pencegahan terhadap kuman dan virus. Para peserta kegiatan diskusi nampak sangat antusias untuk ikut memperagakan cara tersebut.

WhatsApp Image 2020-03-17 at 08.00.33

Kepala Seksi Mutu dan Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY Sugiarto juga menyampaikan bahwa fasilitas kesehatan yang ada di DIY sudah cukup baik, jika kasus corona meningkat maka akan ada tambahan rumah sakit rujukan.

“Virus Corona dicegah dari diri sendiri. Cuci tangan dengan sabun di bawah air yang mengalir dengan benar. Kita sering mencuci tangan, namun belum dengan benar”, tambah Sugiarto.

Disisi lain, Polda DIY menyampaikan materi mengenai penanganan hoax terkait adanya masalah Covid-19. Kesiapan pengamanan juga pemeriksaan terhadap oknum yang menimbun masker untuk meminimalisir kepanikan masyarakat terhadap Corona.

Polda berharap masyarakat selalu mengecek kembali informasi yang beredar agar tidak termakan hoax. “Masyarakat hendaknya jangan ikut jadi agen hoax. Kalau dapat informasi dari grup whats app, dicek dulu kebenarannya. Jangan langsung di share”, pungkas Verena yang hadir mewakili Polda DIY menutup sesi tanya jawab.

Load More Related Articles
Load More By Pras Chandrawardhana
Load More In News