Home Kuliner Cita Rasa Gudeg Kakilima yang Tak Kalah dengan Restauran

Cita Rasa Gudeg Kakilima yang Tak Kalah dengan Restauran

7 menit waktu baca
59

Kalau kita mengingat Jogja pasti terlintas dalam benak kita kuliner khas yang berasal dari Jogja ini. Ya, Gudeg namanya. Siapa yang tak kenal sajian kuliner yang akrab ditelinga ini dan mungkin dari kalian telah mencobanya saat berkunjung ke Jogja. Tak heran Jogja dijuluki sebagai kota Gudeg.

Gudeg sendiri ada yang berbahan dasar gori atau nangka muda yang biasa kita kenal dengan gudeg gori dan satu lagi berbahan dasar manggar atau bunga kelapa yang biasa kita kenal dengan gudeg manggar. Untuk bumbu dari gudeg terdiri dari bawang merah, bawang putih, santan kental, daun salam, kemiri, lengkuas, serai, daun jeruk dan tak ketinggalan gula merah yang membuat gudeg menjadi manis dan bewarna kecoklatan. Dalam penyajian gudeg biasanya ditemani dengan sayur krecek yang sedikit pedas, areh atau kuah santal kental, dan berbagai macam lauk seperti ayam, tempe, tahu, dan telur.

Kalian bisa menemukan penjual gudeg di seluruh Jogja baik yang dijual di restaurant ataupun penjual kakilima. Bahkan ada satu daerah di Jogja sebagai sentra gudeg yaitu Wijilan. Orang bilang, gudeg ada dua macam yaitu gudeg basah yang lebih banyak kuah santannya dan gudeg kering yang lebih seidikit kuah santanya. Gudeg ini juga dijual diberbagai macam waktu, mungkin bisa jadi 24 jam ada saja yang berjualan gudeg di Jogja. Bagi saya yang suka bangun pagi, saya suka sekali mencari sarapan gudeg seperti pagi ini.

Gudeg Kakilima Yang Tak Kalah Dengan Restauran
Gudeg Kakilima Yang Tak Kalah Dengan Restauran

Salah satu gudeg basah favorit saya berada di Jalan Affandi No. 15, Soropadan, Condongcatur, Kecematan Depok, Sleman, Jogja. Bisa lebih gampangnya mengikuti link google maps di sini. Ancer – ancernya dari perempatan lampu merah ringroad Condong Catur ke selatan sedikit persis depan Masjid Ash-Shobar atau Pom Bensin kalian akan menemukan orang-orang yang berbaris mengantri. Nah, disitulah letak gudeg favorit saya, Gudeg Kangen Bu Manto namanya yang buka pukul 07.00 – 12.00 WIB.

Saat saya sampai, telah berjejer orang-orang yang tak sabar untuk merasakan Gudeg Kangen Bu Manto ini. Langsung saja saya memakirkan motor saya dan buru-buru mengantri. Sedikit tips dari saya apabila kalian tidak mau mengantri datanglah diatas jam 10.00 karena telah lewat waktu sarapan orang kebanyakan sehingga tidak ada antrian.

Di Gudeg Kangen Bu Manto ini kalian dipersilahkan mengambil nasi atau bubur sendiri, jadi bisa kalian sesuaikan dengan porsi kalian masing-masing. Bagi kalian dengan porsi makan yang besar kalian bisa mengambil nasi yang cukup banyak. Setelah kalian mengambil nasi atau bubur jangan lupa mengantrikan piring kalian diatas etalase. Setelah beberapa saat mengantri, tibalah saatnya saya memilih lauk sebagai teman makan bubur gudeg. Saya memilih bubur gudeg dengan lauk ayam suwir dan tak lupa sayur krecek dengan ekstra kuah.

Setelah sepiring gudeg ayam suwir ditangan, saya memilih duduk disamping gang Masjid Soropadan. Tak lupa saya memesan segelas es teh sebagai pelepas dahaga. Ya memang, Gudeg Kangen Bu Manto ini termasuk gudeg kakilima. Tempat makannya pun cukup sederhana. Kalian bisa memilih duduk lesehan beralas tikar di trotoar atau menggunakan bangku plastic di gang samping Masjid Ash-Shobar. Tapi untuk cita rasa gudeg yang telah berjualan sejak tahun 1985 ini, menurut saya tidak kalah dengan gudeg restaurant.

Sambil melihat pemandangan orang-orang dijalan, tak terasa ternyata saya telah menghabiskan sepiring bubur gudeg dan segelas es teh. Tibalah waktunya saya untuk membayar. Untuk seporsi bubur gudeg ayam suwir yang saya makan cukup dibanderol Rp 18.000 dan es teh Rp 3000. Cukup ramah dengan kantong mahasiswa saya mengingat porsi bubur yang saya ambil cukup banyak.

Selain gudeg, menu lain yang disajikan adalah nasi pecel gudangan. Seporsi nasi pecel gudangan dihargai Rp 6000. Ada juga gorengan yang bisa kalian jadikan camilan setelah bersantap gudeg. Untuk gorengan tahu, temped an bakwan dihargai Rp 2000 untuk 3 buah. Khusus pisang goreng dihargai Rp 1500 untuk satu buahnya. Menurut Bu Bekti salah satu pelanggan yang saya jumpai, Gudeg Bu Kangen Bu Manto ini memiliki rasa yang enak dan tidak teralalu manis, harganya pun murah dengan porsi yang banyak. Bu Bekti ini merupakan salah satu pelanggan tetap dari Gudeg Kangen Bu Manto. Beliau terkadang membeli untuk dibungkus dan dibawa pulang untuk keluarganya.

Bagaimana tertarik mencoba nikmatnya Gudeg Kangen Bu Manto untuk sarapan esok hari? Siap-siap bangun pagi untuk membahagiakan perutmu dan semoga harimu semanis gudeg yang aku santap pagi ini.

Gudeg Kakilima Yang Tak Kalah Dengan Restauran
Gudeg Kakilima Yang Tak Kalah Dengan Restauran
Muat Lagi Dari Rezarizkii
Muat Lebih Banyak Di Kuliner