Candi Sari, Asrama Para Biksu Buddha Mataram Kuna

5 min read
0
63

Genpijogja.com – Berdasarkan Prasasti Kalasan yang berangka tahun 700 Saka (778 M), disebutlah bahwa dewan keagamaan Wangsa Syailendra menyarankan kepada raja Rakai Panangkaran agar membuat sebuah kuil untuk memuja dewi Tarra serta membuat sebuah tempat tinggal bagi para pendeta (biksu) Buddha.

Jika kuil yang dimaksud dalam prasasti adalah Candi Kalasan, lalu bagaimana dengan tempat tinggal para biksu? Hingga saat ini, para ahli berpendapat bahwa tempat tinggal para pendeta yang dimaksud yakni Candi Sari.

Candi Sari, Asrama Para Biksu Buddha Mataram Kuna
Sumber foto: Wikipedia.

Candi Sari terletak di Desa Bendan, Kelurahan Tirtamartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini juga dikenal sebagai Candi Bendan. Lokasi candi ini tak jauh dari Candi Kalasan, hanya sekitar 0,5 km di sebelah timur laut.

Tak hanya sekadar berdekatan, ternyata kedua candi Buddha ini juga memiliki kemiripan pada segi gaya bangunan, sehingga banyak ahli yang menyebut jika pembangunan kedua candi tersebut masih dalam rentang satu masa, yakni sekitar abad 8 Masehi. Candi Sari ditemukan pada awal abad 20 dalam keadaan rusak parah. Pemugaran kali pertama dilakukan oleh Dinas Kepurbakalaan pada tahun 1929-1930.

Candi Sari, Asrama Para Biksu Buddha Mataram Kuna
Sumber foto: Kemdikbud.

Candi Sari memiliki orientasi bangunan ke arah timur, dan memiliki denah persegi panjang berukuran 17,30 m x 10 m x 17 m dan diduga bahwa denah asli candi memiliki ukuran yang lebih luas. Hal ini ditandai dengan ukuran kaki asli candi yang menjorok keluar berukuran 1,60 m.

Diperkirakan dulunya Candi Sari merupakan bangunan bertingkat berlantai kayu. Hal tersebut ditandai dengan adanya bekas lubang-lubang pada dinding dalam candi yang berfungsi sebagai tempat penyangga kayu. Tingkat bagian atas digunakan sebagai tempat beristirahat para biksu, sedangkan lantai bawah digunakan untuk kegiatan keagamaan.

Tembok candi dilapisi pelindung batu berwarna putih yang disebut Vajralepa, dan terdapat 36 arca Boddhisatva yang menghiasi dinding luar candi. Arca-arca tersebut digambarkan dengan sikap Tribhangga (berdiri) dan berukuran seperti manusia pada umumnya.

Pada bagian timur (depan), utara, dan selatan candi masing-masing terdapat 8 arca, dan pada bagian barat (belakang) terdapat 12 arca. Selain itu juga terdapat relief Kinnara-Kinnari, yakni makhluk mitologi Hindu-Buddha yang digambarkan sebagai sepasang burung yang berkepala manusia.

Pada bilik utama candi terbagi atas 3 ruang berukuran 3,48 m x 5,80 m. setiap ruangan memiliki ceruk berbentuk setengah lingkaran berhiaskan kala-makara. Diduga ceruk ini menjadi tempat untuk menyimpan perlengkapan ibadah sekaligus tempat menyimpan arca, meskipun saat ini sudah tidak ada lagi arca yang tersisa di candi.

Diantara ceruk-ceruk ini juga terdapat jaladwara (saluran air) yang berhiaskan raksasa yang duduk diatas seekor ular. Pada dinding bilik utara dan selatan terdapat relung untuk penerangan candi.

Candi Sari, Asrama Para Biksu Buddha Mataram Kuna
Candi Sari, Asrama Para Biksu Buddha Mataram Kuna

Lokasi Candi Sari dapat dijangkau dengan mudah melalui perjalanan darat dari pusat kota Yogya sejauh kurang lebih 10 km melewati Jalan Yogya-Solo.

Harga tiket masuk candi juga sangat terjangkau, tak lebih dari 10 ribu rupiah. Sangat disarankan untuk menikmati pemandangan Candi Sari yang eksotis ini pada saat sore hari.

Jika anda membawa kendaraan pribadi, anda bisa memarkirnya di tempat parkir yang letaknya tak jauh dari pos penjagaan candi.

Meski Candi Sari memang diperuntukkan sebagai obyek wisata, namun ada baiknya untuk tetap berpakaian yang sopan dan tetap menjaga etika kita ketika mengunjungi situs Cagar Budaya.

Jadi gimana? Tertarik untuk mengeksplor asrama para biksu Buddha masa Mataram Kuna?

Load More Related Articles
Load More By Selly Juanisa Harsela
Load More In Heritage