Home Destinasi Digital Bupati Gunungkidul Launching Destinasi Digital Pasar Ngingrong Milik Genpi Jogja

Bupati Gunungkidul Launching Destinasi Digital Pasar Ngingrong Milik Genpi Jogja

6 menit waktu baca
64
Launching Pasar Ngingrong
Launching Pasar Ngingrong. Foto milik Hardy Wiratama. 

“Semoga dengan adanya destinasi digital dan genpi, pariwisata Gunungkidul semakin sejahtera sesuai visi misi Gunungkidul”, tegas Badingah saat melaunching Destinasi Digital Pasar Ngingrong sore ini (8/9) di kawasan Geosite Ngingrong, Mulo, Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pasar Ngingrong resmi diluncurkan menjadi destinasi digital kedua milik Genpi Jogja melalui even “Festival Kuliner Gunungkidul”. Acara yang berlangsung mulai dari jam 14.00 hingga 19.00 WIB ini dikunjungi lebih dari 400 pengunjung.

Salah satu Destinasi Digital milik GenPI Jogja ini begitu cepat berbenah dari embrio menjadi pasar, sejak kedatangan Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo, 31 Juli 2018 yang lalu. Kehadiran Menpar Arief Yahya rupanya membangun motivasi para pedagang di embrio Pasar Ngingrong untuk segera meluncurkan pasar ini secara resmi.

“Destinasi Digital sengaja dibangun untuk mendorong anak muda zaman now untuk turut menyebarkan konten positif dan mempromosikan destinasi wisata Indonesia”, ujar Nunung Elisabet, Koordinator Genpi Jogja dalam sambutannya. ”Salah satu cara agar sebuah tempat wisata baru mudah dikenal dan cepat menjadi viral di masyarakat adalah dengan menciptakan destinasi yang instagramable dan menarik”.

Lembah Ngingrong sendiri merupakan satu dari 16 geosite Gunungsewu Geopark Network di Gunungkidul. Luasnya sekitar 10 hektar dengan kedalaman 80 meter. Lokasinya yang berada di jalan raya antara Mulo – Tepus membuat Ngingrong dilewati oleh banyak wisatawan yang hendak berlibur ke pantai-pantai di Gunungkidul.

“Banyaknya wisatawan yang melewati tempat ini adalah aset penting”, ujar Junus Sambodo yang hadir mewakili PHRI . “Peluang ini harusnya ditangkap oleh dinas pariwisata dan genpi untuk membangun homestay. Length of stay sangat penting dalam industri pariwisata”.

Partono, mengemukakan bahwa Dinas Pariwisata Gunungkidul sudah menyiapkan sisi selatan Ngingrong sebagai areal camping ground. “Bukan itu saja, ke depannya kita juga akan membangun kawasan ini sebagai Nomadic Tourism”, jelasnya.

Acara yang dibuka dengan gejog lesung, festival tarian tradisional, Bikustik Band dari siang hingga malam ini dipadati oleh pengunjung yang tidak hanya antusias terhadap Festival Kuliner Gunungkidul, tapi juga dengan acara diskusi “Jagongan Destinasi Wisata” yang sengaja menghadirkan narasumber dari PHRI, Dinas Pariwisata Gunungkidul, dan influencer sosial media.

“Indonesia merupakan melting pot dari banyak budaya. Mencari kuliner yang asli sangat sulit karena tentunya keberagaman budaya yang satu mempengaruhi kebudayaan yang lain”, terang Pipit Damayanti, influencer dengan akun @kulineryogya dalam diskusi Jagongan Destinasi Wisata. “Tapi bagaimana warga lokal memahami lingkungan vegetasi di sekitarnya, kemudian menyulap menjadi kuliner siap saji. Itu merupakan kearifan lokal yang tidak dimiliki oleh daerah lain”.

“Pasar Ngingrong memiliki menu yang saya yakin tidak ditemukan di tempat lain”, lanjut Pipit. “Di pasar ini, kami tim juri baru saja mencoba menu buntil daun mengkudu. Bayangkan saja, daun mengkudu yang ditempat lain tidak memiliki nilai jual. Di Pasar Ngingrong, daun mengkudu memiliki nilai ekonomis. Kearifan lokal seperti ini yang harusnya cepat direspon oleh Pemda”.

“Gunungkidul sudah menganggarkan pembangunan destinasi digital Pasar Ngingrong di tahun 2019. Kami ingin destinasi ini menjadi lebih besar. Apalagi melihat jenis tanahnya yang rawan berlumpur saat hujan”, jelas Badingah. “Saat ini rencana anggaran sudah di meja Dewan. Kita doakan saja goal. Sehingga pembangunan bisa segera kita laksanakan.”

Hal ini senada dengan pernyataan Pak Menpar Arief Yahya bahwa pariwisata merupakan sektor yang paling cepat, mudah dan murah menghasilkan devisa, PDB dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. “Pariwisata adalah sektor yang paling menjanjikan”, kata Menpar Arief Yahya. Sebuah kenyataan yang sudah bisa dirasakan oleh Gunungkidul.   

Launching Pasar Ngingrong
Launching Pasar Ngingrong. Foto milik Hardy Wiratama. 
Muat Lagi Dari pipit
Muat Lebih Banyak Di Destinasi Digital