Buka Pameran Abalakuswa, Sri Sultan HB X Sampaikan Pesan Takhta Untuk Rakyat

5 min read
0
65

genpijogja.com – Pembukaan Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X berlangsung khimad di Pagelaran Keraton Yogyakarta pada Sabtu (07/03) malam.

“Merekam jejak peradaban di Keraton Yogyakarta tidak terbatas pada catatan sejarah yang tertulis dalam serat, maupun babad. Melalui busana, mozaik peradaban dari Keraton Yogyakarta juga dapat disusun dan dinarasikan kembali sebagai kekayaan intelektual budaya”, tutur Gusti Kanjeng Ratu Hayu.

Ngarsa Dalem membuka Pameran Kraton Jogja Abalakuswa (5)

Pembukaan Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X dihadiri oleh keluarga besar Keraton Yogyakarta, Kadipaten Paku Alaman, tamu undangan dan masyarakat. Rangkaian acara meliputi pentas Fragmen Tari Golek Menak serta Pembukaan Pameran Abalakuswa Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dalam kesempatan ini, Gusti Kanjeng Ratu Hayu juga menyampaikan bahwa hal ini yang mendorong keraton untuk terus mendukung gerakan merawat kekayaan intelektual leluhur melalui kegiatan simposium dan pameran.

“Rangkaian acara Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X tahun ini mengusung tema “Busana dan Peradaban di Keraton Yogyakarta”. Tema besar ini selanjutnya diterjemahkan menjadi Abalakuswa: Hadibusana Keraton Yogyakarta sebagai tajuk dalam pameran”, jelas Gusti Kanjeng Ratu Hayu.

Rangkaian Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X ke-32 kali ini memasuki Tahun Wawu, tepatnya pada Selasa Wage, 29 Rejeb 1953 atau tanggal 24 Maret 2020. Sedangkan menurut tahun Masehi, Ngarsa Dalem sudah bertakhta selama 31 tahun.

Ngarsa Dalem membuka Pameran Kraton Jogja Abalakuswa (4)

Secara khusus Ngarsa Dalem menyampaikan dalam sambutannya, ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan hadirin, terkait dengan kenaikan tahta Ngarsa Dalem yang ke-32.

Sepeninggal Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Ngarsa Dalem naik tahta dan memegang teguh lima pesan “Tahta Untuk Rakyat” yang diwariskan, antara lain tidak berprasangka, selalu merengkuh, tidak melanggar paugeran negara, berani berkata benar, dan tidak berambisi apapun selain demi kesejahteraan rakyat. Kelima pesan tersebut senantiasa mengiringi perjalanan Ngarsa Dalem selama 32 tahun menjadi Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Kini Karaton sedang menata diri memasuki era digitalisasi. Demikian juga terhadap warisan busana berikut naskah-naskahnya, agar terbaca dan dikenal oleh generasi milenial. Dan jika direaktualisasi, akan semakin ada kejelasan maknanya yang kontekstual”, tutur Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Setelah pementasan perdana Fragmen Tari Golek Menak yang digelar Pembukaan Pameran Budaya Jawa ABALAKUSWA : Hadibusana Keraton Yogyakarta di Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta. Pada gelaran ini turut ditampilkan Fragmen Golek Menak dengan lakon ‘Jayengrana Jumeneng Nata” dan dapat disaksikan oleh masyarakat umum.

Adapun jalan cerita Fragmen Golek Menak dengan lakon ‘Jayengrana Jumeneng Nata” mengisahkan seorang Amir Ambyah (putra dari Adipati Mekkah, Abdul Mutolib). Amir Ambyah merupakan nama kecil dari Tiyang Agung Jayengrana yang sangat nakal saat masih kecil.

Memasuki masa remaja dan dewasa, Amir Ambyah memutuskan untuk mengembara didampingi oleh Umarmaya dan Maktal. Mereka mengembara dan menyebarkan agami suci. Pada saat pengembaraannya, dia menemukan peninggalan Nabi Iskak, yakni Kuda Kalisahak.

Amir Ambyah merupakan seorang yang taat beragama. Ia bercita-cita menyebarkan agama suci ke seluruh negeri dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan, termasuk kerajaan Kaos dan Koparman yang menolak masuknya agami suci. Namun pada akhirnya mereka dapat dikalahkan dan mengakui kehebatan Amir Ambyah.

Pembukaan Pameran Kraton

Kegiatan Pameran Busana dan Peradaban di Keraton Yogyakarta yang langsung dibuka oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X di Bangsal Pagelaran Keraton Yogyakarta ini akan berlangsung sejak 8 Maret hingga 4 April 2020.

Jam kunjung ke pameran akan dibuka setiap hari Senin-Minggu dengan waktu kunjungan Senin hingga Kamis pada pukul 09.00-16.00 WIB sedangkan di hari Jumat, Sabtu, Minggu pada pukul 09.00-21.00 WIB. Adapun tiket masuk ke venue pameran adalah sebesar Rp 5.000 per orang.

Load More Related Articles
Load More By hsnfarra
Load More In News