Book For Mountain, Memajukan Bangsa Lewat Literasi Anak

6 min read
0
25

genpijogja.com – Book For Mountain (BFM) adalah komunitas yang peduli kepada dunia literasi. Lebih spesifik lagi di dunia literasi anak. Kegiatan komunitas ini di ranah pendidikan literasi anak dan  perpustakaan daerah sangat patut diapresiasi. Karena pendidikan adalah hak untuk semua warga negara, bukan hanya mereka yang punya cukup biaya.

“Komunitas yang terbentuk begitu saja dari KKN UGM tahun 2010 di Rinjani. Permasalahan yang ada di sana, program yang dijalankan tidak diterima masyarakat. Masalah lain di sana gak ada buku bacaan yang layak,” terang Fathur salah satu anggota BFM.

Keresahan pada pendidikan yang kontekstual membuat anggota KKN ini membentuk komunitas. Tujuannya adalah untuk memberikan pendidikan yang cocok dan membangun perpustakan. Pendidikan kontekstual adalah pendidikan yang sesuai bagi setiap anak di daerah masing-masing. Misalnya, anak-anak yang tinggal di pedalaman hutan membutuhkan pendidikan menjaga hutan dan cara hidup di hutan. Tidak relevan jika mereka disuguhi buku bacaan tentang transportasi misalnya. Sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka.

Book For Mountain

“Buku yang tidak kontekstual tidak bisa memberikan gambaran gimana lingkungan sekitar anak-anak di setiap daerah. Misal buku cita-cita membuat anak-anak bingung dan menjauhkan dengan potensi daerah,” lanjut Fathur.

Semula kegiatan BFM hanyalah kegiatan Sekolah Berjalan (SekBer) ke Sekolah Dasar di pelosok-pelosok desa di Yogyakarta. Kegiatan ini diadakan satu bulan sekali. Dalam perkembangannya BFM juga membuat kegiatan yang bernama Hari Kumpul Buku (HKB). Program ini dilakukan setiap satu bulan sekali. Kegitan-kegiatan BMF banyak yang dimanfaatkan untuk mengumpulkan donasi buku.

Dengan slogan “We Love Book, We Look Kids, We Adore Indonesia,” BFM dengan tekun telah berhasil membangun 37 perpustakaan di berbagai pelosok nusantara pada tujuh tahun terakhir. Perpustakaan ini dibangun untuk mendekatkan anak-anak dengan buku, terutama buku yang sesuai. Kegiatan BFM ini bisa diikuti oleh voluntir sebagai panitia. Kamu bisa mendapat semua informasi mengenai kegiatan BFM melalui akun Instagram @bookformountain.

“Kami cenderung melihat kondisi geografis ketika membawa buku ke masyarakat setempat,” ungkap Fathur. “Kami juga membuat kegiatan yang banyak bermain dan menyisipkan konten agar anak lebih suka membaca,” lanjutnya.

Book For Mountain

BFM memiliki proyek 1 atau 2 kali setahun membawa buku dari Jogja ke daerah yang membutuhkan. Prioritasnya diperuntukkan untuk pihak yang minta dan memiliki taman baca. Salah satu tempat yang pernah didatangi BFM adalah lereng gunung Ebolobo Flores. Di sana akses buku bacaan lumayan susah. Di kabupaten itu juga belum ada toko buku. Daerah seperti ini yang menjadi prioritas BFM.

BFM memiliki devisi buku sendiri untuk membuat buku. Devisi buku ini merancang alur cerita lalu direview oleh semua anggota. Salah satu yang telah terbit adalah buku Kemiri Yori. Buku yang menceritakan tentang seorang anak dan cara pengolahan kemiri. Buku ini adlah jenis buku yang kontekstual, sesuai dengan potensi daerah. Anak-anak yang paham potensi daerahnya tidak perlu pergi ke kota atau kesulitan mencari pekerjaan.

Setelah Kemiri Yori BFM juga akan launching buku kedua tentang kepulauan dan kelautan dan pandangan patriarki. Tentang sosok perempuan yang menonjol. Tapi tetap masih mudah dipahami anak-anak.

“Merasa senang karena bisa mendapatkan banyak pengalaman berkesan. Tidak ada yang gak berkesan di BFM. Kegiatan sosial ketemu anak-anak, dongeng, banyak tahu tentang literasi anak”, ungkap Fathur ketika ditanya bagaimana kesannya mengikuti komunitas ini.

Book For Mountain saat ini menjadi salah satu komunitas yang fokus pada literasi anak. Kontribusinya bukan saja menyumbangkan ide dan tenaga bagi kemajuan bangsa akan tetapi berinvestasi pada masa depan bangsa ini, yaitu anak-anak Indonesia.

Reporter: Wardha Ayu
Editor: Pieta Dhamayanti

Load More Related Articles
Load More By Kazebara
Load More In Community