BOJAKRAMA, Tradisi Perjamuan Ala Kraton Jogja

6 min read
1
151

genpijogja.com – Dalam rangka peringatan Tingalan Jumenengan ke-32 tahun dan ulang tahun ke-75 Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kraton Jogja menggelar Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta.

Hari Jumat, 2 April 2021 pagi, para media dan wartawan diundang oleh GKR Bendara selaku Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan Nitya Budaya untuk menghadiri jumpa media dan berkeliling melihat Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta di Kompleks Kedhaton Kraton Jogja.

Fajar Widjanarko, Kurator Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta

Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta merupakan pameran yang mengulik tentang tradisi jamuan masa Sultan-Sultan Kraton Jogja terdahulu dengan memperlihatkan koleksi peralatan makan dan minum yang terbuat dari perak, porselin hingga kristal.

Terdapat 60 set koleksi yang akan diperlihatkan. Selain itu kisah-kisah perkembangan tradisi perjamuan Kraton Jogja hingga muncul istilah rijstafel akan diulik juga dalam Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta ini.

Pembukaan Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta dilaksanakan pada 2 April 2021 malam dan disiarkan secara online melalui kanal youtube Kraton Jogja. Dalam pembukaan pameran ini ditampilkan penampilan Beksan Kuda Gadhingan. Pameran ini dilaksanakan mulai tanggal 2 April 2021 hingga 27 Juni 2021.

“Pameran BOJAKRAMA dilaksanakan karena tahun lalu kami sudah menginventaris peralatan-peralatan dari gelas, perak dan kristal. Sehingga tahun ini secara kisah dan kebersihan berani kami tampilkan. Dan ini koleksi Kraton (Jogja) semua, tidak ada koleksi pribadi kami.” papar GKR Bendara kepada rekan-rekan media.

Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta diadakan tidak hanya berada dalam satu bangsal, melainkan ada dua bangsal yang dipakai yaitu Bangsal Srimanganti dan Bangsal Patehan.

Di dalam Bangsal Srimanganti pengunjung akan lebih banyak melihat tentang kisah asal mula perjamuan, beberapa peralatan masak, makan dan minum yang ada di Kraton Jogja. Sedangkan di Bangsal Patehan Kraton Jogja pengunjung akan disajikan set perlengkapan perjamuan kenegaraan dan protokolernya. Di Bangsal Patehan pengunjung tidak disarankan untuk mengambil gambar.

Gusti Bendara, sapaan akrab putri bungsu Sultan Hamengku Buwono X ini menjelaskan bahwa tradisi perjamuan Kraton Jogja mengalami perkembangan mulai Sri Sultan Hamengku Buwono ke VI hingga Sri Sultan Hamengku Buwono ke VIII.

Dalam pameran, terdapat juga koleksi Sri Sultan Hamengku Buwono IX namun tidak terlalu banyak. Dalam pameran ini juga membahas bagaimana dapur dimanajemen pada jaman dulu serta bagaimana kemudian pasokan bahan baku makanan dan minuman didapat dari mana saja.

Fajar Widjanarko, kurator Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta, sekaligus pemandu pameran dalam acara jumpa media, menjelaskan bahwa terdapat pawon/dapur yang berbeda untuk setiap istri Sultan. Contohnya istri Sultan Hamengku Buwono IX  yang pertama bertanggung jawab untuk hidangan perjamuan ala Eropa. Sedangkan kedua istri yang lain bertanggung jawab atas hidangan lokal.

GKR Bendara dalam jumpa pers Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta

Masyarakat dapat berkeliling melihat Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta hanya dengan membayar tiket sebesar Rp 20.000,-. Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta dibuka setiap Selasa hingga Minggu pukul 8.00-14.00 WIB sampai sebelum puasa.

Saat bulan puasa, Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta akan dibuka hanya hari Jumat, Sabtu dan Minggu pukul 11.00-17.00 WIB.

Tanggal 10 April nanti juga akan ditampilkan Yasan Dalem Bendhaya Mintaraga. Karya baru dari Sri Sultan Hamengku Buwono X yang sangat istimewa karena diilhami dari Serat Lenggahing Harjuna yang ditulis sendiri oleh Ngarso Dalem.

Dalam preskonnya, Gusti Bendara menambahkan informasi tentang kegiatan Simposium Kraton Jogja.

“Di pertengahan tahun nanti tetap akan ada Simposium. Namun melihat kondisi karena masih pandemi covid-19 maka akan dilaksanakan kurang lebih selama seminggu karena online. ” ungkap Gusti Bendara.

Gusti Bendara juga berpesan agar masyarakat dapat mengikuti rangkaian kegiatan Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta seperti workshop minum teh yang dilakukan melalui zoom meeting. Nantinya peserta akan dikirimkan teh dan berinteraksi sesuai jadwal yang sudah ditentukan. So, para pecinta teh dan kuliner jangan lupa berpartisipasi dalam Pameran BOJAKRAMA: Jamuan Kenegaraan Keraton Yogyakarta ya.

Load More Related Articles
Load More By Sany Maya
Load More In Event