Biennale Jogja XV Equator #5 2019 Umumkan 5 Perupa Muda Terpilih

5 min read
0
63

Dewan juri pameran platform perupa muda Biennale Jogja XV – 2019 telah memilih 5 (lima) seniman/ kelompok seni dari 16 peserta pameran yang nantinya akan ikut serta dalam pameran utama Biennale Jogja XV Equator #5 2019 pada 20 Oktober sampai 30 November 2019.

Kelima seniman/ kelompok seni pameran platform perupa muda Biennale Jogja XV – 2019 tersebut diumumkan nama-namanya di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (PKKH UGM) jalan Sriwedani No. 1, Yogyakarta, Minggu (04/10). Mereka adalah Wisnu Ajitama, Yosep Arizal, Meliantha Muliawan, Studio Malya (kelompok) dan Pendulum (kelompok).

Biennale Jogja XV Equator #5 2019
Biennale Jogja XV Equator #5 2019

Dewan juri yang terdiri dari Faruk HT (budayawan), Nasir Tamara (akademisi), Nindityo Adipurnomo (seniman), Eko Prawoto (arsitek) dan Zamzam Fauzanafi (akademisi) melakukan proses seleksi atas 16 seniman/kelompok seni peserta pameran “Dari Batu, Air, dan Alam Pikir… Untuk Udara dan Kehendak Bebas Manusia”.

Do We Live In the Same PLAYGROUND? merupakan pertanyaan dan ajakan untuk solidaritas. Pameran ini dimaksudkan sebagai pertanyaan tentang posisi seniman, audiens dan pihak-pihak lain dalam berbagai isu yang dihadapi, kritik atau sindiran terhadap praktik seni yang menjadikan dunia dan penderitaannya sebatas jadi medan permainan, konsep, dan inspirasi.

Pameran platform perupa muda Biennale Jogja XV – 2019  juga dimaksudkan sebagai respons terhadap isu bersama dan juga beragam persoalan yang berlangsung di konteks negara masing-masing yang digerakkan oleh otoritas tertentu.

Pemilihan 5 seniman/kelompok seni pameran platform perupa muda Biennale Jogja XV – 2019 berdasar pada beberapa kriteria, yaitu aspek visual (bahasa ungkap dan metafor) karya, kesesuaian antara karya dengan gagasan tentang pinggiran yang menjadi tema Biennale Jogja XV – 2019, keselarasan antara material yang digunakan dengan isu yang dibicarakan, kebaruan atau inovasi dalam segi visual, penggunaan material, dan perspektif terhadap isu.

Kelima seniman/kelompok seni terpilih selanjutnya akan mendapat proses pendampingan lebih lanjut untuk mempersiapkan partisipasi mereka dalam pameran utama Biennale Jogja XV Equator #5 2019. Pameran utama Biennale Jogja XV Equator #5 2019 akan berjudul Do We Live In the Same PLAYGROUND? dengan fokus mengangkat tema pinggiran.

Biennale Jogja XV Equator #5 2019
Biennale Jogja XV Equator #5 2019

Sederet nama-nama seniman partisipan Biennale Jogja XV Equator #5 2019 juga disampaikan oleh dewan juri sebagai bentuk penghargaan karena karya-karyanya telah berpartisipasi meramaikan even tahunan ini. Seniman-seniman tersebut adalah Abdul Semute (Surabaya), Angki Purbandono (Yogyakarta), Anida Yoeu Ali (Kamboja), Arief Setiawan (Pontianak), Arisan Tenggara (Asia Tenggara), Bing Lathan (Pontianak), Bounpaul Phothyzan (Laos), Citra Sasmita (Denpasar), Cut Putri Ayusofia (Banda Aceh), Deden Sambas (Bandung).

Dian Suci Rahmawati (Yogyakarta), Ferial Afiff (Yogyakarta), Gan Siong King (Malaysia), Geger Boyo (Yogyakarta), Hendra Priyadhani “Blangkon” (Yogyakarta), Hildawati Soemantri Sidharta (Jakarta), Ika Vantiani (Jakarta), Ipeh Nur (Yogyakarta), Khairulddin Wahab (Singapura), Khonkaen Manifesto (Thailand).

Ling Qiusumbing Ramilo (Filipina), Made Bayak (Denpasar), Meliantha Muliawan (Yogyakarta), Moe Satt (Myanmar), Moelyono (Tulung Agung), Mukhlis Lugis (Makassar), Muslimah Collective (Thailand), Nasirun (Yogyakarta), Nerisa del Carmen Guevara (Filipina), Nge Lay (Myanmar).

Nguyen Thi Thanh Mai (Vietnam), Nguyen Trinh Thi (Vietnam), Pathompon Mont Tesprateep (Thailand), Pisitakun Kuntaleang (Thailand), Pendulum (Yogyakarta), Popok Tri Wahyudi (Yogyakarta), Ratu Rizki Saraswati (Jakarta), Ridwan Alimuddin (Makassar), Roslisham Ismail aka Ise (Malaysia), Sutthirat “Som” Supaparinya (Thailand).

Suvi Wahyudianto (Yogyakarta), Studio Malya (Yogyakarta), Tajriani Thajib (Polewali Mandar), Tamara Pertamina (Yogyakarta), Tran Luong (Vietnam), Vandy Rattana (Kamboja), Yennu Ariendra (Yogyakarta), Yin Yen Sum (Malaysia), Yosefa Aulia (Bandung), Yosep Arizal (Yogyakarta), Yoshi Fajar (Yogyakarta) dan Wisnu Ajitama (Yogyakarta).

Baca juga artikel menarik lainnya pacarkecilku.

Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In News