Home Event Bertabur Bintang Milenial Prambanan Jazz 2019 Hari Pertama Menjelma Pesta Musik Anak Muda

Bertabur Bintang Milenial Prambanan Jazz 2019 Hari Pertama Menjelma Pesta Musik Anak Muda

7 min read
0
0
42

Hari pertama Prambanan Jazz, kamis (5/7) dipersembahkan untuk kaum muda milenial. Musik Jazz yang masih terkesan untuk orang dewasa dibawakan oleh para musisi muda. Penampilan PJF Project menjadi yang pertama melantunkan nada-nada Jazz di area Prambanan. Banyak pengunjung yang baru saja datang dan melakukan registrasi di luar area panggung. Disusul dengan Hanin Dhiya, dara berusia 18 tahun jebolan Rising Star Indonesia itu mempersembahkan suara merdunya. Membawakan beberapa lagu popular dari Adele dengan apik. Membuat suasana siang yang masih terik di area candi Prambanan menjadi lebih syahdu.

Salah satu pengunjung acara, Marshell mahasiswa Universitas Islam Indonesia hadir sejak awal acara untuk menikmati musik bergenre jazz. “Pengen menikmati acara dan musiknya aja, liat musik jazz,” ungkapnya. Sesuai dengan apa yang disampaikan Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia & Founder Prambanan Jazz Festival saat presscon Prambanan Jazz Festival 2019 (4/7). Tahun ini Prambanan Jazz Festival memiliki misi mendekatkan milenial dengan heritage. Hari pertama ini bertemakan milenial, musik jazz yang bisa dinikmati anak muda di kawasan cagar budaya.

Pasar Kangen

Sembari mendengarkan alunan Jazz pengunjung juga bisa menikmati beragam sajian kuliner pasar kangen. Banyak makanan dan minuman yang tidak hanya menghilangkan haus dan lapar, tapi juga memuaskan lidah. Salah satu kedai yang langsung mendapat banyak perhatian adalah Taste of India. Beberapa menu khas India disajikan hangat dengan rasa menggugah selera. Tidak ketinggalan sajian khas Yogyakarta, gudeg ada di pasar kangen. Selain makanan beberapa stand pernak-pernik lucu juga bisa kamu kunjungi. Kerajinan berbahan kulit, goni dan shibori bisa menjadi oleh-oleh untuk di bawa pulang.

Selanjutnya penampilan Sisitipsi langsung membuat panggung Hanoman menjadi heboh dan bersemangat. Grup Band dengan ciri khas Fauzan Lubis, vokalisnya yang sering mengenakan topi coklat ini terbentuk tahun 2014 di Jakarta. Gaya bermusik Sisitipsi terbilang unik,  musik Sisitipsi adalah paduan dari sound 80s hingga 90s, bossa nova, samba, swing, bluegrass, country, dan jazz. Menggunakan gaya yang notabene tidak popular dikalangan milenial Sisitipsi justru sukses membuat lagu-lagu unik dengan lirik santai yang disukai anak muda.

Sisitipsi

Salah satu lagu yang popular milik Sisitipsi “Alkohol” mampu mengajak penonton untuk bernyanyi bersama dan bersorak ceria melantunkan lirik-lirik nakal. “Alkohol, kamu jahat tapi enak,” diteriakkan dengan semangat. Sembari sesekali menyapa dan memberikan semangat pada penonton, lagu terakhir dari Sisitipsi berjudul “Joni Santai” menjadi penutup. Lagu yang juga mengantarkan siang menjadi malam, senja yang mulai dingin di pelataran Prambanan. Dilanjutkan dengan penampilan Jogja Hip Hop Foundation dengan lagu hits mereka “Jogja Istimewa”, sungguh membuat suasana Prambanan di kala senja menjadi istimewa.

Menjelang malam, Alex Mercado memamerkan kelincahan jemarinya memainkan piano. Alex Mercado adalah seorang komposer, arranger, dan pianis jazz Meksiko, yang terkenal karena gaya interpretatif dan teknik instrumentalnya yang menggabungkan jazz kontemporer dengan atmosfer pop. Di sela-sela permainan pianonya, Alex mengucapkan terimakasih kepada pihak Rajawali Indonesia dan kedutaan Mexico di Indonesia telah memberikan kesempatan tampil di Prambanan Jazz. Penampilan terakhirnya “Freeman” bertemakan kebebasan. Alex menjelaskan bahwa kita memiliki kebebasan bermusik dan berkesenian. “Sound doesn’t belong to anyone,” uangkapnya. Musik yang membuat kita merasa bebas.

Alex Mercado

Semakin malam area panggung Hanoman semakin sesak dengan penonton. Tua muda melebur menjadi satu menikmati kemeriahan Prambanan Jazz 2019. Ada yang menikmati musik sembari bergoyang, berteriak histeris dengan penampilan penyanyi kesayangan di atas panggung, ikut bernyanyi hingga baper dengan ucapan-capan penyanyi kepada fansnya. Calvin Jeremy sukses membuat baper fansnya ketika mengajak salah satu penonton naik ke atas panggung dan bernyanyi. Lagu-lagu yang dibawakannya juga bertemakan cinta dan patah hati. Membuat suasana malam semakin meriah dan emosional.

Begitu pula penampilan dari Galabby, Ardhito Pramono, Thasoora, Danila dan GAC yang menghidupkan suasana milenial dengan lagu fresh kekinian. Menjadikan panggung Prambanan Jazz malam itu adalah pesta musik anak muda.

Galabby

Penutup yang paling ditunggu, penyanyi asal Inggris yang juga jebolan ajang pencari bakat, Calum Scott menjadi bintang penutup. Lagu-lagu popularnya seperti “Dancing On My Own” dan “You Are The Reason” sukses membuat penonton terkesima. Malam yang sangat meriah dan dipenuhi dengan kebahagiaan. Calum yang beberapa kali menyapa dengan bahasa Indonesia hingga membawa keluar bendera Merah Putih itu juga menambah kebahagiaan bagi ribuan penonton malam itu.

Load More Related Articles
Load More By Kazebara
Load More In Event