Home Kuliner Bercengkrama Bersama Barista di Kopi Ketjil Jogja

Bercengkrama Bersama Barista di Kopi Ketjil Jogja

6 menit waktu baca
44

Kedai kopi yang satu ini memang tergolong mungil sesuai dengan namanya, Kopi Ketjil. Menempati sebuah bangunan kios berukuran 3×10 meter persegi di kawasan Demangan, kedai kopi mini ini menawarkan suasana yang syahdu untuk menikmati me time, sekedar bercengkrama bersama kawan atau barista serta sejenak melupakan notikasi yang masuk di gadget kita.

kopi ketjil tampak luar

Kopi Ketjil termasuk salah satu kedai kopi yang tergolong cukup lama buka di Jogja. Kedai kopi mungil yang berdiri sejak tahun 2014 ini menyajikan kopi lokal dari Indonesia. Ada banyak pilihan biji kopi yang bisa kita pesan, seperti biji kopi dari Toraja, Aceh, Mandailing, Bali, Jawa hingga Papua. Kalian bisa memesan menu black coffee, black coffee with sweet milk, black coffee with fresh milk, serta tak lupa chocolate and tea.

Memasuki ruangan Kopi Ketjil ini kita akan disambut oleh coffee bar tempat barista bekerja dan beberapa kursi tamu yang mengitari coffee bar tersebut. Di sebelah coffee bar terdapat sebuah meja komunal yang biasa digunakan pengunjung untuk berbagi tempat duduk dengan pengunjung lainnya. Sedangkan di ujung ruangan terdapat mesin roasting kopi yang biasa dioperasikan pada malam hari seusai kedi kopi ini tutup.

suasana di dalam ruangan

Ruangan di dalam coffee shop ini memang luasnya tak seberapa. Diisi sepuluh orang pengunjung saja rasanya sudah cukup berdempet-dempetan di dalamnya. Penataan kedai kopi ini terkesan messy namun terasa nyeni. Pencahayaan ruangan dibuta sedikit temaram dengan playlist musik yang nyaman diputar sehingga membuat siapa saja cukup betah berlama-lama menikmati kopi dan larut dalam suasana.

Satu hal yang menjadi “nilai jual” dari kedai kopi yang satu ini adalah keakraban yang tercipta antara sang barista dan pembeli yang mampir ke tempat ini. Seolah tidak ada batasan antara barista dan para pengunjung dalam berinteraksi seperti di kedai kopi lainnya.

barista

Saya memilih duduk di area coffee bar. Selain bisa berbincang langsung dengan barista, saya pun dapat melihat dan mengamati langsung bagaimana mereka bekerja meracik kopi pesanan pembeli. Pagi ini saya memesan black coffee single origin dari Mandailing sesuai dengan rekomendasi Mas Putra, barista yang sedang bekerja pagi ini di Kopi Ketjil.

Menurut beliau, biji kopi dari Mandailing ini memiliki karakteristik yang soft dibandingkan dengan stok biji kopi lainnya yang tersedia di sana. Saya memilih teknik penyeduhan V60 sehingga menghasilkan cita rasa kopi yang clean dan cukup ringan di indra perasa.

mandailing v60

Ada hal yang menarik perhatian saya saat melihat para barista ini sedang bekerja menyiapkan pesanan pelanggan. Tak ada mesin pembuat espresso otomatis seperti kedai kopi kebanyakan yang ada di Kota Jogja. Pembuatan espresso yang menjadi base dalam meracik minuman kopi masih menggunakan alat manual yang disebut rok presso.

rock presso

Jadilah pagi itu pandangan saya khusuk mengamati cara kerja alat ini sambil sesekali berbincang dengan barista yang menyiapkan pesanan kopi. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan di kedai kopi mungil ini.

Kekurangan kedai kopi ini adalah tidak menyediakan makanan pendamping untuk menikmati kopi. Sesekali hanya ada cookies saja, itupun kalau sedang ada stoknya.

Selebihnya, tamu-tamu yang datang memang lebih banyak mengkhususkan diri untuk menikmati kopi sambil berbincang dengan teman, pembeli lain maupun barista yang sedang bertugas. Kekurangan lainnya adalah parkir kendaraan yang tergolong sempit. Solusinya sih kalian bisa menggunakan jasa kendaraan online kalau tidak mau pusing cari parkir.

But, overall, kalau kalian sedang mampir ke Jogja dan butuh tempat ngopi dengan suasana yang berbeda, atau mau ajak gebetan kamu untuk ngobrol-ngobrol santai sambil menikmati secangkir kopi yang oke, kalian bisa mencoba kedai Kopi Ketjil yang berlokasi di sebelah Sekolah De Brito ini.

 

Keterangan :

Kopi Ketjil

Jalan Demangan Baru No 5, Sleman, Yogyakarta

Buka dari pukul 9 pagi sampai pukul 10 malam

  • Ngopi Pagi di Tekoff Coffee and Tea

    Jogja kota Gudeg? Eittss tunggu dulu! Bagi mahasiswa dan kawula muda, Jogja itu adalah gud…
Muat Lagi Dari andikahermawan
Muat Lebih Banyak Di Kuliner