Berburu Soto Mie Yummy di Waroeng Malen Jogja

7 min read
0
45

genpijogja.com – Apa yang terbersit pertama kali di pikiran Anda jika mendengar kata Soto Mie? Saya, salah satu yang menjawab dengan kata “Bogor”. Begitulah kekuatan kuliner. Semangkuk makanan lezat yang pernah Anda nikmati, bisa jadi pemantik kenangan akan kota tertentu.

Seperti siang itu, ajakan seorang teman untuk makan siang seporsi soto mie di Jogja langsung diikuti kenangan saya akan kota Bogor yang adem, pedagang kaki lima, angkot yang begitu banyak dan gerimis yang rintik-rintik.

Berburu Soto Mie Yummy di Waroeng Malen Jogja
Berburu Soto Mie Yummy di Waroeng Malen Jogja

Saya langsung mengiyakan ajakan itu dan meluncur ke daerah Jambon, tak jauh dari Sindu Kusuma Edupark (SKE) Sleman, DIY. Jika Anda datang dari arah jalan Magelang, posisi warung berada di selatan jalan (kiri jalan). Meski posisi warung tidak berada tepat di pinggir jalan raya, jangan khawatir, ada penunjuk arah yang jelas di ujung jalan jambon II. Jika Anda merasa kurang yakin, coba ikuti google maps berikut ini.

Namanya Waroeng Malen, singkatan dari Mama Lena. Sesuai namanya, pemilik warung ini seorang perempuan bernama Lena. Saya langsung disambut keramahan mama Lena saat kaki pertama melangkah memasuki warung.

Bergaya limasan, Waroeng Malen di dominasi dengan meja-meja panjang dan kursi-kursi kayu. Semilir angin sepoi-sepoi membuat nyaman siapapun yang singgah, apalagi di utara warung masih tanah kebun yang hijaunya membuat pemandangan terasa segar.

“Apa yang spesial di sini?’, tanya saya kepada teman yang telah menanti.

“Soto Mie dan ikan bakarnya. Kamu kuat makan berapa banyak?”, ujar teman tanpa tedeng aling-aling. Mata saya melihat berkeliling, memperhatikan apa yang paling banyak di makan oleh para pengunjung.

Rata-rata di hadapan para pengunjung ada seporsi soto mie yang mengepul. Sepertinya enak, gumam saya dalam hati. “Seporsi soto mie sepertinya asyik juga”, jawab saya.

Berburu Soto Mie Yummy di Waroeng Malen Jogja
Berburu Soto Mie Yummy di Waroeng Malen Jogja

Saya sedang menyeruput segelas sarparella dingin saat soto mie racikan mama Lena datang. “Lho kok soto mie-nya beda dengan yang biasa?”, tanya saya.

“Biasanya makan soto mie seperti apa, mbak?”, tanya mama Lena. “Ini soto mie khas Jakarta. Mungkin yang biasa mbak makan, soto mie khas Bogor”.

Saya nyengir. “Iya, saya biasanya makan soto mie khas Bogor. Entah itu sedang di Bogor ataupun di Jakarta. Bahkan di daerah Glodok, saya punya langganan soto mie khas Bogor yang diracik seorang cicik asli Bogor”, lanjut saya.

Saya mengambil sendok dan mencicipi kuah soto mie. Hmmm… boleh juga nih, ternyata kaldunya sungguh enak dan ga bikin eneg.

Bagi kamu yang tidak terbiasa makan soto mie, fyi saja, ada 2 (dua) mahzab paling terkenal di dunia per-soto-mie-an. Yang pertama, soto mie khas Bogor. Yang kedua, soto mie khas Jakarta.

Perbedaan soto mie khas Bogor dan soto mie khas Jakarta hanya pada kuahnya, sementara komposisi isian, relatif sama terutama penambahan risolesnya yang bikin ketagihan itu.

Berburu Soto Mie Yummy di Waroeng Malen Jogja
Berburu Soto Mie Yummy di Waroeng Malen Jogja

Kuah soto mie khas Bogor agak kemerahan dengan lapisan minyak yang cukup tebal sementara kuah pada soto mie khas Jakarta lebih pucat. Nah, soto mie racikan Waroeng Malen merupakan racikan soto mie khas Jakarta.

Soto mie sendiri merupakan salah satu makanan peranakan yang lahir dan berkembang dari akulturasi budaya dari kuliner Nusantara dengan kuliner Tionghoa.

Soto mie merupakan campuran dari daging sapi, risoles, kentang atau lobak rebus, mie kuning, tomat, kol yang dipadu dengan kuah lalu ditaburi dengan daun bawang dan seledri, serta tambahan kerupuk emping.

“Ini pakai daging apa?”, tanya saya setelah mencicipi beberapa sendok soto mie.

“Daging sapi, mbak”, jawab mama Lena. “Yang kenyil-kenyil itu daging kepala sapi bagian pipi”.

Saya mengangguk-angguk sambil terus menghabiskan soto mie. Yang tidak disangka-sangka adalah sambal di Waroeng Malen ini ternyata berbeda dengan sambal di tempat lain.

“Puedesss banget sambelnya. Josss!”, keluh saya yang megap-megap kepedesan. Memang makan sesuatu yang segar dan panas seperti soto mie ini rasanya tidak lengkap tanpa sambal rawit dan jeruk nipis.

Jika Anda sedang di Jogja dan berada tidak jauh dari Sindu Kusuma Edupark (SKE), soto mie khas Jakarta racikan Waroeng Malen Jogja wajib Anda masukan ke daftar kuliner wajib coba. Selamat menikmati.

Waroeng Malen Jogja
Jalan Jambon II Sinduadi Mlati Sleman DIY
Buka dari pukul 07.00 – 22.00 WIB
Soto Mie khas Jakarta: @Rp15.000
Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In Kuliner