Berburu Gembel, Oleh-Oleh Khas Jatimulyo Kulon Progo

6 min read
0
216

genpijogja.com – Menyebut kata gembel, hal pertama yang terlintas di pikiran adalah seorang tunawisma dengan pakaian compang-camping dan rambut gimbal. Tapi yang kita bahas kali ini bukanlah gembel yang didefinisikan sebagai tunawisma.

Gembel yang kali ini ingin saya bahas adalah kuliner khas Jatimulyo, Kulon Progo. Namanya gembel. Pengucapan huruf “e” pada bagian depan kata “gembel” dibaca seperti huruf “e” pada kata “gemar”. G-e-m-b-e-l. Yuk, kita bahas!

gembel I

Gembel memang tidak dikenal oleh kalangan luas. Berbeda dengan geblek yang sudah populer dikenal sebagai oleh-oleh khas Kulon Progo, bahkan masyarakat Kulon Progo sendiri seperti saya pun tidak familiar dengan gembel.

Beberapa waktu lalu, menu makanan ini terpampang di salah satu stand kuliner Pasar Kangen Yogyakarta. Itu membuat saya heran saat membacanya, sekaligus penasaran dengan rasanya. Karena penasaran akhirnya saya tertarik untuk mengulas lebih jauh tentang makanan ini.

Gembel merupakan makanan khas  Jatimulyo. Salah satu produsennya adalah Mas Win, penduduk desa Gunung Kelir, Jatimulyo. Mas Win lahir di Kulon Progo 37 tahun lalu. Keseharian beliau berdagang, menjual makanan di warungnya yang bernama Angkring Tamanan.

Warungnya diberi nama demikian sebab lokasinya berada di Simpang Tiga Tamanan. Simpangan jalan yang menghubungkan jalan Sermo – Girimulyo dengan jalan Jeruk. Jaraknya kurang lebih 6,8 km atau sekitar 22 menit jika ditempuh dengan kendaraan bermotor dari Waduk Sermo. Bingung? Coba ikuti maps ini lokasi Angkring Tamanan milik mas Win.

Perlu kamu ketahui bahwa lokasi Angkring Tamanan berada di dataran tinggi. Jadi pastikan kendaraanmu dalam keadaan prima jika ingin berkunjung ke sana agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tenang, jalanannya sudah aspal dan tidak berlubang, halus seperti wajahmu yang berseri-seri. Ecieee.

Gembel III

Angkring Tamanan milik mas Win siap melayani pembeli mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.  Warungnya memang tampak sederhana namun, karena menjadi satu-satunya penjual gembel di daerah tersebut membuat Angkring Tamanan menjadi rujukan wisatawan untuk membeli oleh-oleh.

Angkring Tamanan milik mas Win biasanya ramai dikunjungi pada akhir pekan atau pada sore hingga malam hari. Warung milik mas Win juga menyediakan fasilitas wifi. Jangan salah ya, wifi merupakan fasilitas idaman di dataran tinggi yang langka sinyal ini.

Gembel sejatinya sama dengan geblek pada umumnya. Sama-sama terbuat dari sari pati singkong. Lantas apa yang membedakannya?

Hal pertama yang membedakannya adalah pada bentuk. Jika geblek berbentuk gilig dan menyerupai angka 8, gembel memiliki bentuk lingkaran dan pipih. Hampir seperti kerupuk namun lebih pipih. Tekstur gembel sama seperti geblek, lembut dan agak kenyal.

Gembel paling enak dikonsumsi saat masih hangat. Sebab masakan jenis ini akan mengeras dan semakin alot saat dingin. Dari rasanya, gembel terasa gurih, tapi ada semacam kejutan di dalamnya. Yups, ini disebabkan gembel memiliki campuran tempe bacem sebagai isiannya.

Untuk membuat gembel, adonan sari pati singkong diberi bumbu bawang dan garam lalu dibentuk seperti bola, tambahkan potongan kecil-kecil tempe bacem, pipihkan lalu rapikan.

Gembel IV

Untuk mengkonsumsi, umumnya gembel digoreng dalam minyak yang sudah mendidih, hingga matang. Warnanya akan berubah menjadi putih seperti kertas saat matang. Dari aromanya saja sudah terbayang rasa gurih dan menggiurkan. Ada 3 varian rasa yang disediakan oleh Mas Win, yaitu gurih, manis dan pedas.

Tips dari saya, agar semakin dahsyat. Makanlah gembel dengan dicocol sambal kecap. Sambal sederhana yang dibuat dari campuran kecap, bawang merah dan potongan cabai (sesuai selera).

Merasa ketagihan dan ingin membeli gembel sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang? Mas Win juga menyediakan gembel yang belum digoreng. Tujuannya agar bisa digoreng dadakan di rumah, sehingga tetap terjaga kelezatannya karena masih hangat.

Orisinalitas rasa pada gembel yang belum digoreng sanggup bertahan hingga 24 jam. Lebih dari itu akan berubah rasa dan tektsurenya. Satu biji gembel matang dihargai Rp1.000 sedangkan 1 paket gembel belum digoreng dengan isi 13 biji dihargai dengan harga Rp10.000.

Nah, gimana? Ga menyangka ya, kalau Kulon Progo ternyata punya kuliner dahsyat selain Geblek. Akhir pekan ini, jangan lupa ajak keluargamu berwisata ke Waduk Sermo dan berburu gembel sebagai oleh-oleh.

Load More Related Articles
Load More By Dody Hendro W
Load More In Kuliner