Home Review Batik Ecoprint, Kado Istimewa di Hari Valentine

Batik Ecoprint, Kado Istimewa di Hari Valentine

5 menit waktu baca
87

Bulan Februari identik dengan kasih sayang, hal yang tidak semua orang bisa dapatkan dengan mudah. Meski tak terbantahkan bahwa setiap individu membutuhkan kasih sayang.

Bagi sebagian orang, kasih sayang diwujudkan dengan memberikan hadiah pada momen-momen tertentu. Misalnya di hari ulang tahun, hari pernikahan, ada pula yang memperingati hari jadian khas anak zaman sekarang.

Arane Ecoprint

Berbicara kasih sayang, ada suatu hari dimana dianggap sebagai hari kasih sayang bagi sebagian orang. Yups, Valentine!

Valentine diperingati setiap tanggal 14 Februari. Demi memenuhi kebutuhan info seputar hadiah valentine, kami mencoba mencari alternatif kado yang antimainstream. Hadiah yang setiap produksinya memiliki ciri khas yang berbeda.

Batik Ecoprint adalah teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami. Teknik ini pertama kali ditemukan di Israel dan dibukukan oleh orang Australia. Bahan-bahannya, dedaunan disekitar rumah bisa kita manfaatkan untuk membuat pola dan sekaligus pewarnaan.

Kali ini Tim Web Genpi Jogja berkesempatan untuk mereview produk karya Arane Ecoprinting. Pagi sekitar pukul 09.00 WIB, kami bertemu dengan founder Arane Ecoprinting, Elsana Bekti Nugroho, di Joglo Ayu Tenan Markerspace, kami dibuat terkagum dengan karya-karyanya. It’s simply amazing!

Arane Ecoprint

Joglo Ayu Tenan Markerspace merupakan tempat produksi sekaligus menjadi galery pameran produk Arane Ecoprinting. Tak jarang juga mereka mengadakan workshop disini. Tempatnya simple, unik dan tentunya didominasi ornamen-ornamen dari bahan yang alami. Selaras dengan konsep Arane Ecoprinting yang menggunakan bahan alami. Puluhan karya Arane Ecoprinting yang spesial dipajang pada showcase setiap sisi ruangan.

Karya yang dipajang didominasi oleh warna kain putih dengan motif yang beragam. Tapi ada pula salah satu karya Arane Ecoprinting dengan warna kecokelatan, salah satu karyanya bernama Clara. Clara adalah nama panggilan dari sang founder bagi produk tersebut.

Display produk Arane Ecoprinting juga bisa dilihat di instagram arane_id. Dalam memproduksi karyanya, Elsana ditemani Wahyudi Antoni selaku Chief Manager di Arane Ecoprinting. Produksi batik mereka sedikit dipengaruhi oleh cuaca, jika cerah biasanya mereka dapat memproduksi batik hingga 30 pcs per hari.

Yang unik dari batik milik Arane Ecoprinting ini adalah motifnya tidak pernah sama. Setiap produk seakan memiliki jiwa tersendiri. Meski terkesan mudah, untuk membuatnya perlu teknik dan penelitian khusus.

“Setiap motif merupakan jawaban dari perasaan kita kepada alam saat proses produksi”, ujar Elsana Bekti.

Hal ini tentunya sangat cocok untuk dijadikan hadiah bagi orang-orang yang spesial. Proses pembuatan setiap kain memiliki beberapa tahap.

“Bahannya kita bisa ambil dari dedaunan di sekitar kita, tangkaplah jiwa-jiwa mereka kemudian refleksikan bersama perasaan kita pada kain atau media”, jelas Elsana Bekti.

Arane Ecoprint

Jenis kain yang digunakan ada 2 macam, yaitu kain dengan serat pepohonan (katun) dan serat hewani (sutera). Selain menggunakan kain, Arane Ecoprint juga sedang mengembangkan penggunaan kulit hewan sebagai media batik.

Pengolahan batik dengan bahan kain membutuhkan proses persiapan yang lebih lama, sebab perlu menambahkan proses ionisasi. Contoh hasil produk yang ditawarkan antara lain lembaran kain batik, dompet, baju dan berbagai macam barang ready to wear lainnya.

Harga produk yang ditawarkan pun beragam. Satu lembar kain dengan bahan katun dihargai sekitar Rp 250.000,-sedangkan bahan sutera dihargai sekitar Rp 600.000,- hingga Rp 800.000,-. Untuk orang yang Istimewa, tentu saja itu adalah harga yang pantas. Apalagi motif batik ecoprint ini fully handmaded a.k.a tidak ada duanya.

Muat Lagi Dari Dody Hendro W
Muat Lebih Banyak Di Review