Bangkit Kembali, Begini Kondisi Lokomotif Uap D1410

7 min read
0
77

genpijogja.com – Saat ini, sangat jarang ditemukan lokomotif uap yang masih bekerja secara regular. Alasan kuatnya akibat suku cadang untuk perawatan lokomotif sudah tidak tersedia lagi. Selain itu pabrik pembuatan lokomotif tersebut sudah lama tidak beroperasi hingga pasokan suku cadang originalnya sudah tidak ada.

Di sisi lain, sumber daya manusia juga turut andil karena sejak era lokomotif diesel para masinis dan teknisi lokomotif uap beralih haluan menjadi operator dan mekanik mesin diesel.

D1410 di Stasiun Srowot, dalam perjalanan Jogja-Solo

Seolah ingin membangkitkan memori masa lalu, pemerintah kembali menghadirkan program kereta api wisata menggunakan armada tua yang sebagian besar sudah lama mangkrak di area bengkel atau sudah tidak beroperasi lagi.

Lokomotif uap tersebut kini rata-rata menjadi asset koleksi museum. Kemudian oleh pemangku kebijakan, armada-armada yang dinilai masih layak kemudian diperbaiki dan siap untuk program kereta api wisata.

Baru-baru ini PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI Persero) telah berhasil menghidupkan kembali sebuah lokomotif uap tua peninggalan zaman Belanda. Seperti yang pernah kami ulas pada artikel sebelumnya, lokomotif uap tersebut memiliki nomor seri D1410. Lokomotif seri ini telah bertahun-tahun menghuni TMII sebagai koleksi pajangan.

Setelah berhasil direstorasi di bengkel lokomotif Yogyakarta, lokomotif uap D1410 ini kemudian dikirim ke Solo. Tidak seperti biasanya, pengiriman lokomotif ini langsung dilakukan dengan menyalakan mesin uapnya yang renta dan sekaligus menjalani uji coba jalan.

Perjalanan dari Jogja menuju Solo ditempuh kurang lebih 5 jam dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam. Perjalanan panjang lokomotif uap D1410 didampingi oleh sebuah lori diesel di belangkangnya sebagai bentuk antisipasi gangguan pada lokomotif uap D1410 agar tidak mengganggu operasional lalu lintas Kereta Api secara global. Perjalanan ini dikawal langsung oleh Kadaop (pimpinan daerah PT. Kereta Api Indonesia wilayah 6 Yogyakarta).

Sepanjang perjalanan, rangkaian lokomotif uap D1410 tak luput mencuri perhatian setiap orang yang berpapasan dengannya. Tidak sedikit yang mengabadikannya dengan kamera ponsel masing-masing.

Prosesi perjalanan ini seolah menjadi momentum bagi PT. Kereta Api Indonesia untuk memamerkan keberhasilannya membangkitkan lokomotif uap D1410 dan sekaligus menjadi sejarah lintas Jogja – Solo dilalui kembali oleh lokomotif uap setelah sekian puluh tahun tenggelam pamornya digantikan oleh lokomotif diesel.

Rangkaian D1410 dan Joko Kendil menuju lokasi peresmian

Setibanya di kota Solo, beberapa hari kemudian lokomotif uap D1410 diresmikan sebagai lokomotif penarik kereta api wisata “Jaladara” mendampingi pendahulunya.

Peresmian lokomotif uap D1410 ini berlangsung bersamaan dengan momen car free day di depan Lodji Gandrung oleh Walikota Surakarta. Peresmian ini tak kalah heboh dengan pengiriman sebelumnya, semua mata tertuju pada rangkaian lokomotif uap D1410 ini.

Mengutip Yoga Bagus, penulis buku “Kereta Api di Indonesia”, ada beberapa prosedur restorasi lokomotif yang harus dilakukan. Semua prosedur ini harus dilaksanakan dengan baik dikarenakan proses restorasi lokomotif uap biayanya tidaklah murah.

1. Mencari lokomotif uap yang masih ada

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari lokomotif uap yang masih ada. Biasanya lokomotif uap tersebar penyimpanannya di seluruh depo atau bengkel lokomotif milik PT. Kereta Api Indonesia maupun di museum kereta api. Petugas harus mencari di daftar asset kemudian mencari fisiknya di lokasi yang tertulis sesuai daftar.

2. Memeriksa komponen lokomotif uap

Sebuah lokomotif yang akan direstorasi jika komponennya masih lengkap maka akan semakin mudah untuk melakukan proses restorasi, selain itu biayanya juga akan lebih murah. Ini 4 (empat) hal yang minimal harus ada jika sebuah lokomotif uap hendak di restorasi.

  1. Kondisi ketel uap yang masih bagus, tidak terdapat cacat yang signifikan.
  2. Pemeriksaan bahan tahap 1.
  3. Pipa-pipa secara kasat mata masih bagus dan tidak diperlukan penggatian secara menyeluruh seperti pipa api, pipa uap, elemen super heater, dsb.
  4. Kekurangan alat-alat bantu ketel tidak terlalu banyak seperti tingkap pengaman, manometer, regulator, injector, pembagi uap, dll.

3. Onderstel atau mesin uap masih lengkap.

Bagian paling penting dari lokomotif uap adalah onderstel atau mesin uap itu sendiri. Lokomotif uap yang masih bisa diperbaiki haruslah dalam tingkat kekurangan atau kerusakan pada mesin masih sedikit, mesin dalam keadaan cukup baik atau tidak terdapat cacat yang cukup parah.

4. Rangka dasar, sasis atau struktur lokomotif masih dalam kondisi baik.

Selain bagian onderstel yang masih bagus, bagian yang tidak bisa disepelekan adalah rangka dasar, sasis atau struktur lokomotif. Bagian tersebut baiknya tidak dalam kondisi keropos, melengkung dan sebagainya.

5. Tuas dan stang-stang penggerak lokomotif masih utuh.

Sudah menge-check kondisi mesin uap, rangka dasar, sasis? Bagian penting lainnya adalah menge-check tuas dan stang penggerak lokomotif uap, apakah masih utuh atau sebagian besar sudah hilang. Meski begitu, jangan khawatir, umumnya jika lokomotif uap yang menjadi asset koleksi museum biasanya memiliki tuas penggerak yang relatif lebih lengkap.

Load More Related Articles
Load More By Dewangga Liem
Load More In Heritage