Home News Balkonjazz 2019: Festival Musik di Negeri Tembakau

Balkonjazz 2019: Festival Musik di Negeri Tembakau

6 min read
4
0
47

Balkonjazz Festival 2019 siap dihelat di Balkondes (Balai Ekonomi Desa) Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada hari Sabtu tanggal 14 September 2019. Balkonjazz Festival 2019 yang digelar untuk merayakan panen tembakau petani di sekitar candi Borobudur ini merupakan apresiasi tertinggi terhadap potensi lokal yang dimiliki masyarakat Indonesia.

“Di (balkondes) Tuksongo ini, penghasil tembakau terbaik. Banyak yang menyebut Tuksongo ini sebagai negeri tembakau. Perputaran uangnya besar sekali”, ujar Bakkar Wibowo Inisiator dan Direktur Balkonjazz Festival kepada rekan media di Balkondes Borobudur, Ngaran, Borobudur, Jawa Tengah, Jumat (13/9) sore.

Baca juga: Destinasi Wisata Prioritas Dipercepat, Jokowi Minta Dukungan Penuh Kementerian.
Balkonjazz Festival 2019
Balkonjazz Festival 2019 | Fotografer Zakaria Saputra

Bakkar menuturkan, Balkonjazz Festival 2019 akan diramaikan oleh 5.000-an penonton yang berdatangan dari berbagai daerah di Jawa Tengah & DIY. Sederet artis ibukota seperti Yura Yunita, Rio Febrian, Payung Teduh, Dialog Dini Hari dihadirkan sebagai daya tarik Balkonjazz Festival 2019. Juga artis dari Jogja seperti Langit Sore, Tashoora dan Frau. Tak ketinggalan Nostress, band indie yang sedang naik daun dari Bali.

Bakkar juga menyampaikan antusias dari masyarakat sekitar candi Borobudur begitu besar untuk terlibat secara langsung menyaksikan beragam potensi lokal yang di miliki daerah ini. “Kita ga jual tiket. Acara ini gratis”, lanjutnya.

“Balkonjazz Festival memiliki perbedaan dibandingkan festival musik lainnya. Gelaran Balkonjazz Festival ditujukan untuk mempromosikan ekonomi lokal, terutama bagi daerah-daerah di sekitar destinasi wisata”, tambah Bakkar.

“Artis penampil tidak hadir sebagai headline, mereka akan menjadi influencer bagi potensi ekonomi lokal, mem-promote wisata di sini. Kami berharap festival ini bisa jadi festival keliling di nusantara. Bisa di Toraja, bisa di Toba. Kalau bukan kita siapa lagi yang bisa melakukan. Itu yang bisa kita sumbangkan ke masyarakat”, papar Bakkar lebih lanjut.

Baca juga: Tinjau YIA, Jokowi: Pembangunan Airport Tercepat di Dunia
Balkonjazz Festival 2019
Balkonjazz Festival 2019 | Fotografer Zakaria Saputra

Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko Edy Setijono menjelaskan yang menarik dan unik dari festival ini adalah jika ada kegiatan besar, biasanya  di lakukan di dalam taman wisata candi. Balkonjazz Festival 2019 menjadi ide menarik, karena festival ini menawarkan kegiatan besar tapi di luar taman wisata candi.

“Di sekitar candi Borobudur terdapat 20 balkondes. 16 (enam belas) balkondes di antaranya sudah mandiri. Tahun lalu bagaimana? Belum ada yang mampu mandiri. Berarti apa?”, tanya Edy. “Mereka meng-create dana mereka sendiri. Tugas kita mendorong jika ada program kemitraan”.

Creative Director Balkonjazz Festival 2019, Ari Wulu menambahkan, pihaknya mencoba merespon sesuatu yang selama ini dipegang erat oleh balkondes dan juga hal-hal yang kerap dilakukan masyarakat di kesehariannya ke dalam bentuk artistik.

Secara garis besar Balkonjazz Festival memiliki konsep artistik upcycle, di mana pihak creative merespon apa yang sudah ada dan diwujudkan ke dalam sebuah bentuk yang memiliki nilai tambah. Contohnya seperti kotak-kotak kayu yang disusun menjadi sebuah gerbang. Aktivitas warga saat menjemur pakaiannya dengan menggunakan tali dan tiang.

“Di situ kami terinspirasi dan coba kami aplikasikan ke dalam tata artistik yang akan ada di panggung Balkonjazz Festival”, jelas Ari lebih detail.

Baca juga: Gratis, Balkonjazz Festival 2019 Siap Hadir di Borobudur!
Balkonjazz Festival 2019
Balkonjazz Festival 2019 | Fotografer Zakaria Saputra

Direktur PT Manajemen CBT Nusantara, Jatmika Budi Santoso selaku pengelola balkondes menjelaskan kehadiran Pasar Balkon yang unik. “Pasar Balkon menjadi ajang di mana masyarakat yang hidup di sekitar balkondes menunjukan potensi yang mereka miliki terhadap khalayak luas”, ungkapnya.

“Tahun 2017, terdapat 91.000 orang pergi ke balkondes. Tahun 2018 naik menjadi 250.000 orang. Tahun ini, hingga pertengahan 2019, terdapat 247.000 orang telah berkunjung. Target akhir tahun kami adalah 500.000 orang berkunjung ke balkondes di akhir tahun”, pungkas Jatmika menutup wawancara kepada rekan media.

Baca juga artikel terkait Balkonjazz Festival atau tulisan menarik lainnya pacarkecilku.
Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In News