Asik! Story Telling Dijadikan Paket Wisata Oleh Kemenpar

8 min read
0
57

Kementerian Pariwisata lagi-lagi membuat inovasi peningkatan SDM di dunia pariwisata. Berlokasi di Kawasan Candi Borobudur, Kementerian Pariwisata mengadakan Bimtek Penguatan Story Telling Pada Paket Wisata mulai dari tanggal 7 hingga 10 Agustus 2019.

Kawasan Borobudur menjadi prioritas bagi program-program Kementerian Pariwisata sejak dicanangkan sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata unggulan dalam 10 Bali Baru.

“Paket wisatanya sudah disiapkan. Uji produknya juga sudah dilakukan.  Semua sisi-sisi menarik di sekitaran Borobudur disisir habis”, ujar Oneng Setya Harini  Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Jumat (9/8).

Baca juga: Kerajinan Gerabah Karanganyar Borobudur, Warisan Nenek Moyang yang Harus Terus Lestari

Asik! Story Telling Dijadikan Paket Wisata Oleh Kemenpar
Asik! Story Telling Dijadikan Paket Wisata Oleh Kemenpar

Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata bersama UGM dan Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya Kementerian Pariwisata selama ini telah memantau dan menganalisa Kawasan Candi Borobudur sebelum kemudian menyelenggarakan Bimtek Penguatan Story Telling Pada Paket Wisata.

Dusun Klipoh, Desa Karanganyar, Kabupaten Magelang menjadi salah satu lokasi di Kawasan Candi Borobudur yang dijadikan target utama dalam Bimtek ini. Berjarak sekitar 3,5 km dari Candi Borobudur, peserta diajak menuju ke Klipoh dengan naik andong.

“Kusirnya mengenakan pakaian Jawa. Dan sepanjang jalan, wisatawan bisa berinteraksi dengan kusir sambil ditemani hamparan sawah yang keren,” tutur Oneng , Asdep Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata.

Baca juga: Macetnya Regenerasi Perajin Gerabah Klipoh Karanganyar Borobudur

Lantas apa yang menjadikan Dusun Klipoh, Desa Karanganyar istimewa sehingga wajib dimasukkan dalam daftar tempat yang harus dikunjungi wisatawan saat bertandang ke Candi Borobudur?

Pertama, dusun Klipoh di desa Karanganyar memiliki potensi budaya yang tidak dimiliki oleh daerah-daerah lain di sekitarnya. Karanganyar menjadi pusat perkembangan kerajinan gerabah di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

“Bila ingin merasakan sensasi membuat gerabah seperti aktris Demi Moore dalam film “Ghost” datanglah ke Karanganyar,” terang M. Sidiq Wicaksono, Koordinator UGM.

Baca juga: Bukit Limasan yang Membuat Kerasan

Karanganyar memang menjadi sentra pembuatan kerajinan gerabah. Dari mulai penggorengan, teko, mangkok, asbak, piring, semuanya ada.

Supoyo, salah seorang perajin gerabah menuturkan cerita kerajinan gerabah berkembang di daerah Karanganyar sudah sejak lama. Bahkan Karanganyar menjadi satu-satunya tempat di Kawasan Candi Borobudur yang mengedepankan kerajinan gerabah ketika daerah lain di sekitarnya cenderung meningkatkan hasil di bidang pertanian.

“Saat Juni, Juli, Agustus, yang ke Karanganyar didominasi turis asing. Sehari bisa sampai 100 turis asing. Ada turis Australia yang sampai empat kali datang ke sini karena dia tak menemukan pengalaman membuat  gerabah di Australia,” ujar Supoyo.

Baca juga: Pemandangan dari Bukit Limasan Magelang yang Mempesona

Sejarah pembuatan gerabah dusun Klipoh juga  menarik untuk disimak. Dari penuturan Supoyo, keberadaan gerabah sudah ada sejak berabad silam. Asal muasalnya disebut satu periode dengan dibangunnya Candi Borobudur.

Munculnya Desa Klipoh di Karanganyar tak bisa dipisahkan dari Nyai Kalipah. Nyai Kalipah adalah orang pertama yang menempati wilayah Klipoh. Tidak ada yang tahu secara pasti darimana beliau berasal, tetapi ia tinggal di barat dusun di tepi sungai. Konon katanya, Nyai Kalipah, orang pertama yang mengembangkan kerajinan gerabah di Klipoh.

Baca juga: Kopi Badhek, Tempat Nongkrong di Samping Candi Borobudur

“Kami akan rangkai semuanya menjadi paket wisata yang menarik. Length of stay wisatawan bisa tambah panjang. Spendingnya juga makin besar. Yang lebih penting lagi, selain Borobudur, kawasan penyangganya juga ikut hidup,” timpal Tendi Nuralam, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Tradisi dan Seni Budaya Kementerian Pariwisata.

Dengan konsep people to people, wisata di sekitaran Candi Borobudur diyakini bisa bernafas panjang. Ada experience baru yang didapatkan wisatawan. Ada juga kenangan manis yang dibawa pulang ke negara asalnya. Tak jauh dari dusun Klipoh juga ada Bukit Limasan yang memiliki view indah di bulan-bulan tertentu.

Baca juga: Sensasi Rebung Dalam Balutan Mi Jawa Kembanglimus Magelang

“Goal-nya penjualan paket baru. Arahnya ke interaksi antarmanusia. Nanti wisatawan kami ajak membuat gerabah bersama penduduk, mendengarkan cerita asal muasal gerabah, dan semua bakal disajikan dengan template yang sudah dibuatkan standarnya,” tambah Tendi Nuralam.

Asik! Story Telling Dijadikan Paket Wisata Oleh Kemenpar
Asik! Story Telling Dijadikan Paket Wisata Oleh Kemenpar

Inovasi-inovasi seperti ini membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya makin bersemangat mengembangkan wisata di sekitaran Borobudur. Beliau menilai, Borobudur yang sudah masuk ke dalam destinasi super ekstra prioritas itu sudah punya modal dasar yang sangat oke.

“Planet/Alam, People/Masyarakat, Prosperity/Kesejahteraan dan Purpose/Tujuan yang saya sebut 4P harus diperhatikan. Ini rumus pengembangan pariwisata yang terbaik. Ingat, semakin dilestarikan, akan semakin menyejahterakan. Wisatawan zaman now tidak hanya sekedar berkunjung ke destinasi, tapi juga terlibat menjaga lingkungan, budaya, juga berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Travel, Enjoy, Respect!” jelas Arief Yahya.

Baca juga artikel menarik lainnya pacarkecilku.

Load More Related Articles
Load More By pacarkecilku
Load More In News