Home News Arts in Common Space Ramah dan Membumi untuk Segenap Kalangan Audiens

Arts in Common Space Ramah dan Membumi untuk Segenap Kalangan Audiens

6 menit waktu baca
50

Sejumlah media, seniman, dan kalangan masyarakat umum hadir dalam sosialisasi ARTJOG MMXIX dan Jogja Art Weeks 2019 di Pendapa Ajiyasa, Komplek Jogja National Museum (JNM), Jalan Ki Amri Yahya, Yogyakarta, Jumat (8/2).

Acara yang berlangsung pukul 14.00 WIB – selesai ini dimoderatori oleh Bambang Toko Witjaksono dengan narasumber Saraswati Putri, Agung Hujatnika, dan Ignatia Nilu. Acara yang dihadiri pula Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ini berlangsung ramai.

Presscon ARTJOG 2019

Sebagai salah satu pameran seni rupa berskala besar di Indonesia yang paling konsisten penyelenggaraannya, ARTJOG adalah perhelatan yang paling dinanti oleh banyak kalangan. Tidak hanya para penggiat seni (seniman, kritikus, kolektor, kurator, pemilik galeri, dll), tapi juga publik secara luas, dari kancah lokal maupun internasional.

Sedangkan Jogja ArtWeeks sendiri merupakan sebuah gerakan, inisiatif nirlaba yang mengajak para seniman, dan masyarakat umum untuk ikut merayakan babak baru perhelatan kesenian di Jogja.

Berangkat dari keinginan menyatukan beragam disiplin seni dalam sebuah gelaran, Jogja ArtWeeks mengundang para seniman dan masyarakat luas untuk bergabung. Jogja ArtWeek juga membuka kesempatan bekerjasama dengan galeri seni dan para seniman untuk menyelenggarakan event seni yang bersamaan dengan ArtJog.

Untuk ArtJog tahun ini diusung tema ‘Arts in Common’ yang menawarkan pemahaman tentang apa yang ditampilkan di ArtJog dalam tiga tahun ke depan. Tema tersebut juga sebagai upaya menjadikan perhelatan seni ini semakin ramah dan membumi untuk segenap kalangan audiens.

Lahir untuk pertama kalinya dengan label Jogja Art Fair (JAF) pada 2008, perhelatan ini telah mengalami sejumlah evolusi dari segi perwujudan gagasan dan bentuknya. Pada 2010, evolusi awal perhelatan ini ditandai dengan disandangnya nama baru: ARTJOG. Setelah sekian tahun menjadi salah satu tengara perhelatan seni rupa kontemporer di Indonesia, tiba saatnya bagi ARTJOG menegaskan kembali arah dan identitasnya.

Sangat berbeda dengan kegiatan-kegiatan lain yang dilabeli dengan istilah ‘pameran museum’, ‘biennale’ dan ‘art fair’, ARTJOG sesungguhnya telah memiliki karakter tersendiri yang kuat mengakar.

Mulai tahun ini, ARTJOG hendak memposisikan diri sebagai sebuah perhelatan dengan label ‘festival’, lebih tepatnya sebagai Yogyakarta International Contemporary Art Festival.

Sejak 2016, ARTJOG menempati lokasi baru di Jogja National Museum. Dengan kapasitas ruang pajang yang lebih
memadai, pameran ini menunjukkan evolusi yang lain lagi dengan peningkatan
jumlah peserta, dan tata-letak karya-karya yang semakin maksimal.

Presscon ARTJOG 2019

Kurator ARTJOG MMXIX, Agung Hujatnika menjelaskan, secara harfiah, common dalam bahasa Inggris dapat diterjemahkan sebagai ‘yang umum’ atau ‘yang biasa’.

Selain itu, ‘Arts in Common’ sendiri mengambil inspirasi dari ‘the commons’, di mana secara spesifik, istilah tersebut mendefinisikan suatu khazanah (repository) berbagai informasi, pengetahuan, benda atau sumber daya (imaterial maupun material) yang diwariskan dan diciptakan secara individual maupun kolektif, dan diharapkan dapat bertahan serta dapat dimanfaatkan secara luas untuk generasi mendatang.

“The commons adalah cara berpikir alternatif yang sangat relevan dengan berbagai kenyataan hidup sehari-hari. Selain itu, secara sederhana ‘The Commons’ dapat dimaknai sebagai hasil dari suatu eksplorasi sumber daya (immaterial maupun material-alamiah, industrial, digital) untuk kepentingan bersama. Sehingga perumusan tema ini tak lain adalah bagian dari upaya untuk menjadikan perhelatan ini semakin ramah dan membumi untuk segenap kalangan audiens, ArtJog dapat lebih dekat dengan penikmat seni seluas-luasnya,” jelas Agung Hujatnika.

Tidak hanya itu, ‘Arts in Common’ juga hendak menawarkan pemahaman, bahwa apa yang ditampilkan di ARTJOG dalam tiga tahun ke depan adalah semacam irisan atau kumpulan hal yang mempersatukan keragaman ekspresi seni dan kreativitas berbagai individu dari berbagai latar sosial, budaya dan bangsa.

Tema besar ini selaras dengan penegasan ARTJOG sebagai sebuah festival seni rupa kontemporer internasional. Agung pun mengatakan pelabelan ARTJOG MMXIX sebagai sebuah festival seni rupa kontemporer internasional dinilainya tidak berlebihan. Terlebih jika melihat bagaimana kemeriahan yang melekat dalam setiap penyelenggaran ARTJOG.

Pelabelan tersebut dianggapnya penegasan posisi Jogja sebagai salah satu poros seni rupa terpenting di Asia Tenggara, khususnya di dalam kancah perhelatan seni rupa kontemporer yang lebih luas.

Muat Lagi Dari Tikha Novita Sari
Muat Lebih Banyak Di News