ARTJOG Resilience, Bertahan di Tengah Pandemi

6 min read
0
25

genpijogja.com – Tahun 2020 memiliki rasa yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumya. Pandemi yang menjangkiti seluruh dunia membuat manusia memiliki kebiasaan baru. Salah satunya di dunia seni dan hiburan. Gegap gempita dan keindahannya kebanyakan tidak bisa dinikmati secara langsung. Semua menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan.

Ekosistem kesenian, termasuk seni rupa, terpukul secara hebat oleh pandemi ini. Di tengah kejemuan virtual, ARTJOG Resilience hadir sebagai oase yang menyajikan seni untuk dinikmati siapa saja. Juga mulai menggerakkan roda perekonomian dan kreativitas para seniman yang sempat terhenti. Salah satu program yang digagas adalah Artcare.

Artjog 2020

Artcare dikelola oleh Yayasan Hita Pranajiwa Mandaya dan dihelat bersamaan ARTJOG: Resilience. Lebih dari 100 seniman terlibat dalam menghadirkan karya-karya 2 dimensi untuk dijual sebagai paket karya kolaboratif. Bentuk karya sangat beragam, mulai dari lukisan, foto, kolase, drawing dan banyak lagi. Lelang Amal dan ARTCARE dihadirkan dengan tujuan menggalang bantuan finansial untuk para seniman Indonesia dan masyarakat luas yang terdampak pandemi.

“Setelah saya melihat programnya, di samping tempat penjualan karya melalui lelang itu, juga ada program ARTCARE yang ia memberikan dukungan bantuan kepada sesama teman teman Seniman yang memerlukan. Sekira di dalam semangat kebersamaan ini dan juga imajinasi tentang masa depan yang lebih baik kita bisa sama-sama melalui masa yang sulit ini sukses untuk ARTJOG 2020,” ungkap Hilman Farid dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

ARTJOG: RESILIENCE, digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta pada 8 Agustus hingga 10 Oktober 2020. Juga bisa dinikmati di website resmi ArtJog dan semua media sosial resmi ARTJOG. Pengunjung secara terbatas juga bisa hadir langsung di ARTJOG dengan mendaftar di website resmi. Jadwal dan jam berkunjung bisa dilihat di Instagram @artjog.id.

“Kami memberanikan diri untuk menyelenggarakan lagi bukan karena latah untuk mengikuti tata kebiasaan baru. Festival tahun ini tidak hanya didasari oleh keinginan untuk bangkit, tapi lebih pada upaya untuk menguji kembali ketahanan kita, melihat lagi apa-apa yang sudah kami capai sebagai sebuah festival yang telah 12 tahun berjalan. Kami juga ingin melihat apa yang bisa kami perbuat di tengah situasi yang masih tidak menentu ini. Kami harus bisa beradaptasi dengan berbagai keadaan, bahkan di masa yang sulit sekalipun”, terang Heri Pemad, Direktur ARTJOG.

ARTJOG Resilience 1

Ketika menyusuri karya-karya seni ARTJOG, sangat terasa tema-tema sosial yang ditampilkan. Mulai dari Murakabi Movement yang hadir kembali. Hingga beragam karya seni lukis 2D maupun karya instalasi. Tidak hanya keindahan, tapi maknanya juga menyentuh hati. Karya-karya ini dibuat para seniman ketika sedang berjibaku dengan masalah sosial di sekitar mereka.

Seniman bukanlah orang yang hanya berada di dalam rumah atau studionya untuk menggambar, membuat patung, atau karya seni lainnya. Justru seniman adalah pengamat ulung yang merasakan benar apa yang ada disekitarnya. Hingga bisa melahirkan karya yang menerjemahkan pikiran mereka.

“Inspirasi utama untuk tema resiliensi atau ‘ketahanan’ ini adalah berbagai kerja artistik maupun sosial yang dilakukan oleh para seniman di Indonesia selama masa pandemi. Di tengah situasi krisis, banyak seniman bergerak ulang-alik, antara bekerja di rumah atau studio masing-masing, namun juga tetap terlibat secara sosial dengan masyarakat luas. Selain membantu sesama seniman, mereka juga aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial kemsayarakatan. Aktivitas mereka menunjukkan cara pandang yang tidak memisahkan secara tegas antara praktik kesenian dengan kehidupan sehari-hari,” ungkap Agung Hujatnikajennong (kurator ARTJOG).

Di tengah situasi yang tidak menentu, ARTJOG: RESILIENCE hadir sebagai proyek yang akan menguji kembali kegigihan, daya tahan, daya juang, kontribusi dan solidaritas di antara para praktisi kesenian. Tidak hanya menampilkan keindahan karya sendiri, ARTJOG kali ini adalah kerja bersama, tumbuh bersama dan terus berkarya bersama. Memahami seniman memahami lingkungan sosial.

Load More Related Articles
Load More By Kazebara
Load More In Event