ARTJOG 2024 Siap Digelar, Waktunya Menelusuri Masa Lalu dan Kemungkinan Peristiwa Masa Depan Melalui Karya Seni

4 min read
0
12

GENPI JOGJAARTJOG, festival seni kontemporer ternama di Indonesia yang digelar tahunan, akan segera diselenggarakan kembali dalam waktu dekat. Mengusung tema Motif: Ramalan, ARTJOG 2024 akan diselenggarakan pada 28 Juni – 1 September 2024 di Jogja National Museum, Yogyakarta.

Sebanyak 48 seniman dewasa individu maupun kelompok dari dalam dan luar negeri (30 seniman undangan dan 18 seniman panggilan terbuka), serta 36 seniman anak dan remaja yang lolos seleksi, akan memamerkan karya mereka di ARTJOG tahun ini.

Tema Motif: Ramalan merupakan kelanjutan dari seri Motif pada ARTJOG tahun sebelumnya. Tim kurator ARTJOG 2024 bersama kurator tamu Hendro Wiyanto merancang tema ini untuk mendorong para seniman menelusuri sejarah masa lalu dan membayangkan kemungkinan peristiwa di masa depan.

Secara khusus ARTJOG mengundang Agus Suwage dan Titarubi sebagai seniman komisi untuk merespon dan menerjemahkan tema yang diangkat, dan ditampilkan pada fasad ARTJOG.

Dua seniman ternama, Agus Suwage dan Titarubi, diundang secara khusus untuk merespons dan menerjemahkan tema Motif: Lamaran melalui karya mereka yang akan ditampilkan di fasad ARTJOG.

Pendiri sekaligus Direktur ARTJOG, Heri Pemad, mengungkapkan bahwa seniman yang terlibat dalam ARTJOG 2024, kebanyakan belum pernah mengikuti gelaran ARTJOG sebelumnya.

“Kurator, seniman, banyak yang ganti. Harapannya ARTJOG tahun ini memamerkan karya yang segar. (Tahun ini) Banyak seniman baru, sebagian besar baru,” ujarnya dalam Media Gathering ARTJOG 2024, Kamis (20/6/2024).

Selain pameran utama, ARTJOG 2024 juga menghadirkan program performa ARTJOG x Bakti Budaya Djarum Foundation. Program ini akan menampilkan pertunjukan dari penari Rianto, musisi Risky Summerbee & The Honeythief, dan 57 seniman lainnya.

ARTJOG 2024 juga berkomitmen untuk mendorong kesetaraan dengan meluncurkan program baru bernama Love ARTJOG bersama Pusat Layanan Disabilitas (PLD). Program ini tidak hanya menyediakan akses pelayanan dan fasilitas, tetapi juga melibatkan kawan-kawan difabel dalam berbagai program, seperti pameran, tur pameran, dan pertunjukan.

“Kita menggandeng PLD, jadi itu semangat baru buat saya dan menginspirasi kami membuat program Love ARTJOG. Karena simbol ‘I Love U’ (tangan tiga jari) saat ini sudah menjadi bahasa universal,” kata Heri Pemad.

Sebagai lebaran seni, karya di ARTJOG 2024 terbentang dan terbingkai dalam berbagai isu. Mulai dari isu lingkungan, keberagaman, dan kesetaraan, hingga ihwal ramalan itu sendiri.

Salah satunya karya Nicholas Saputra dan Happy Salma yang merespons pementasan mendiang Gunawan Maryanto tentang Serat Centhini. Program unggulan lainnya adalah launching buku, award bagi seniman anak, serta banyak pertunjukan seni.

Selama penyelenggaraan, ARTJOG 2024 – Motif: Ramalan akan menghadirkan berbagai program pendukung, seperti Young Artist Award, ARTJOG Kids, Exhibition Tour, Meet the Artist, Artcare, dan Jogja Art Weeks.

Tiket ARTJOG dapat dibeli secara online melalui website dan loket di lokasi dengan harga Rp75.000 untuk dewasa dan Rp50.000 untuk anak usia 6-15 tahun. Informasi lebih lanjut mengenai ARTJOG 2024 dapat diakses melalui media sosial dan website resmi ARTJOG di www.artjog.id.

Load More Related Articles
Load More By Hernawan
Load More In Event