ARTJOG 2023 Siap Kawal Seniman Berkarya

4 min read
0
3

Melanjutkan ‘tradisi’ ARTJOG, sosialisasi bertajuk Motif: Lamaran, digelar di Pendapa Ajiyasa Jogja National Museum Yogyakarta pada Sabtu (14/01) siang. Direktur ARTJOG 2023 Heri Pemad menuturkan bahwa meski program ARTJOG tidak jauh berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu, ARTJOG 2023 akan menghadirkan kebaruan dan ide-ide segar.

Direktur ARTJOG Heri Pemad saat membuka Sosialisasi ARTJOG 2023.

“Saya jujur ingin menjadi peserta untuk merespon tema yang menurut saya menarik. Mudah-mudahan temen seniman bisa merespon tema ini dengan partisipasi, dan menghadirkan sesuatu yang baru, segar, pada saat pelaksanaan ARTJOG nanti,” ungkap Direktur ARTJOG 2023 Heri Pemad saat menyampaikan sambutan di Sosialisasi ARTJOG 2023 – Motif: Lamaran.

Sejumlah program ARTJOG 2023 yang akan diselenggarakan antara lain Explanatory, yakni sub-program bagi seniman pertunjukkan untuk membuat karya pertunjukkan dari karya rupa yang ada di galeri, sehingga pengunjung dapat ikut merespon dan merefleksikan kembali karya-karya seni yang ditampilkan. Kemudian ada program edukasi, workshop, talkshow, exhibition tour, dan program Meet the Artist dan Young Artist Award (YAA).

“Kita akan tetap melanjutkan program inklusivitas bersama teman-teman Komunitas Ba(wa)yang dan ARTJOG Kids,” tutur Heri Pemad.

Sosialisasi ARTJOG 2023 dihadiri seniman dan wartawan.

Seniman kontemporer asal Bandung, Erwin Windu Pranata mengungkapkan bahwa ia sangat tertantang untuk membuat karya seni rupa outdoor berkolaborasi bersama anak-anak dalam program ARTJOG Kids.

Kurator tetap ARTJOG Bambang ‘Toko’ Witjaksono dan Ignatia Nilu memperkenalkan dua kurator baru yang akan berkolaborasi selama tiga tahun kedepan, yakni Hendro Wiyanto dan Nadiah Bamadhaj. ARTJOG 2023 – Motif: Lamaran adalah wujud ruang terbuka inklusif bagi para seniman dari berbagai latar belakang untuk menampilkan karya-karyanya.

“Alasan kami memilih istilah ‘motif’ adalah kata ini merangkum karya-karya yang tidak berunsur sosial dan politik. Saya dan Mas Hendro sangat menghargai seniman-seniman yang sangat ingin membicarakan peristiwa terkini: masalah sospol, kelas, seksualitas, gender, dan lingkungan. Tapi harus ada lingkungan bagi seniman-seniman yang tidak berfokus ke situ,” tutur Nadiah Bamadhaj.

Sedangkan kata ‘lamaran’ dipilih Hendro Wiyanto dan Nadiah Bamadhaj sebagai metodologi kuratorial, yaitu dengan mendekati setiap seniman undangan dan seniman comission untuk mengobrol, berdiskusi, berbagi ide, mendorong, dan memberikan tantangan agar mencapai level yang lebih tinggi, sesuai motif karya-karya mereka.

“Motif memberikan ruang kepada siapapun, khususnya seniman untuk mengerjakan karyanya, meriset project-nya, atau mengeksekusi apa yang ada di pikirannya,” pungkas Hendro Wiyanto.

ARTJOG 2023 – Motif: Lamaran terbuka bagi seniman muda di bawah usia 35 tahun. Bagi yang ingin berpartisipasi, dapat langsung mendaftar di artjog.id mulai 17 Januari 2023. Pantau informasi selanjutnya di @artjog.id dan YouTube ARTJOG. Pameran seni kontemporer ini akan digelar pada 30 Juni 2023 – 27 Agustus 2023 mendatang di Yogyakarta.

Load More Related Articles
Load More By Farras Hasna Taqiyya
Load More In Event